'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Sabtu, 28 Januari 2000
====================================
@ "Di Depan Setia, di Belakang Lain"
@ HUT PDI Perjuangan di Senayan
   Megawati: Pertahankan Keutuhan Bangsa
@ Sesepuh PDIP Abdul Madjid:
   Mega Pimpin PDIP Lagi, Silakan
@ 'Oknum Militer Bersama SejumlahPengusaha Dalangi Kerusuhan'
@ Ke Luar Negeri 17 Hari
   Gus Dur Serahkan Kepemimpinan kepada Megawati
@ Ribuan Rumah Terendam Banjir, 470 KK Mengungsi
@ Provokator Mulai Berulah di Yogya
@ Presiden Yakin takkan Ada Kudeta
@ Bentrok Merembet Ke Pulau Bacan
@ Sultan Ternate Dipecat dari Ketua DPRD
@ BI Akan Keluarkan Pecahan Logam Rp.150.000

---------- Luar Negeri ---------------------
**PM Mahathir Diisukan Sakit
**Berlanjut, Upaya Cegah Pinochet Bebas
**Margareth Thatcher Takut Bernasib seperti Pinochet
-------------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Di Depan Setia, di Belakang Lain"
 *Gus Dur soal Isu Kudeta TNI
*SK Pensiun 4 Jenderal Diteken

JAKARTA-Presiden Abdurrahman Wahid melontarkan pernyataan menarik soal
ancaman kudeta TNI. Dia mengaku tidak khawatir meninggalkan Tanah Air,
karena 10 persen tentara yang tidak loyal tidak lagi didengar oleh anak
buahnya.
Hal tersebut dikemukakannya ketika ditanya wartawan mengenai kebenaran
berita pemensiunan empat jenderal yang kini duduk dalam kabinet, seusai
memimpin sidang kabinet paripurna di Bina Graha, Rabu.Presiden membenarkan,
sudah menandatangani pensiun beberapa menteri yang hingga kini masih
berstatus TNI aktif.
"Itu karena peraturan Pemerintah, peraturan yang dibuat dari dulu; siapa
orang yang keluar dari lingkungan TNI dalam kerjanya, harus out. Jadi,
bukan karena kemauan saya, melainkan karena peraturan yang dibuat sendiri.
Malah ini terlambat untuk dilaksanakan.''
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/28/nas1.htm

HUT PDI Perjuangan di Senayan
*Megawati: Pertahankan Keutuhan Bangsa

Jakarta, Kompas
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
meminta kepada seluruh warga PDI Perjuangan agar selalu menjaga keutuhan
bangsa dan negara. Sebagai pemenang Pemilihan Umum 1999, PDI Perjuangan
telah mengikrarkan diri sebagai lapisan terdepan dalam mempertahankan nusa
dan bangsa.
"Apakah saudara-saudara siap?" tanya Megawati kepada sekitar 80.000 massa
PDI Perjuangan yang merayakan ulang tahun partainya di Stadion Utama
Senayan, Jakarta, Kamis (27/1). Pertanyaan Megawati itu dijawab "siap" oleh
massa yang antusias.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/28/UTAMA/mega01.htm

Sesepuh PDIP Abdul Madjid:
*Mega Pimpin PDIP Lagi, Silakan
Reporter: Titis Widyatmoko

detikcom - Jakarta, Pernyataan kesediaan Wakil Presiden Megawati untuk
memimpin PDIP kembali, sebagaimana terungkap dalam pidatonya di Senayan
kemarin, mendapatkan dukungan dari sesepuh sekaligus deklarator partai
berlambang banteng Abdul Madjid.
"Kalau Mbak Mega mau menjadi ketua umum lagi ya silakan saja, saya
mendukung," ujar Abdul Madjid yang dimintai komentarnya, Jumat (28/1/2000)
di Jakarta. "Saya nggak mau mikir apa-apa, kalau semua warga PDIP
menghendaki begitu, silakan," ulang dia menegaskan.
Abdul Madjid menuturkan, untuk mencari pengganti Megawati sebagai ketua
umum PDIP memang sulit. "Mbak Mega itu memang kharismatik, jadi untuk
menggantikannya susah," ujar Abdul tokoh tiga zaman itu.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/200001/2000128-061953.html

'Oknum Militer Bersama Sejumlah Pengusaha Dalangi Kerusuhan'

CANBERRA (Waspada): Presiden Abdurrahman Wahid menuduh sekelompok kecil
oknum militer bersama beberapa pengusaha nasional memanipulasi berbagai
kerusuhan akhir-akhir ini untuk menggoyang pemerintahannya.
"Dengan cara itu mereka berpikir akan mendapatkan apa yang mereka
inginkan," kata Presiden dalam wawancara dengan koran Australia The Age dan
The Sydney Morning Herald, yang disiarkan Rabu (26/1).
Gus Dur menolak anggapan bahwa kerusuhan di beberapa daerah itu sebagai
gerakan separatis atau sentimen etnik. Dalam persepsi Gus Dur, kerusuhan
seperti di Aceh, Maluku, Papua merupakan perbuatan pihak-pihak yang tidak
puas atas pemerintahan baru yang dipimpinnya. "Ada orang yang ingin
memanipulasi ketidakpuasan itu dengan cara-cara kasar. Tetapi saya pikir
kami sampai sekarang tetap mampu menjaga keutuhan bangsa ini," ucap Gus
Dur.
Saat ditanya siapa yang melakukan manipulasi tersebut, dia dengan tegas
menjawab sejumlah kecil perwira TNI serta mantan pejabat militer yang
khawatir dengan kenyataan bahwa militer sudah tidak dominan lagi di
Indonesia.
Dalam kelompok itu, lanjutnya, juga terdapat kelompok pengusaha yang ingin
mencari keuntungan ekonomi dan birokrat yang dulu telah mapan, tetapi
sekarang harus kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/012700/headline/headline.htm

Ke Luar Negeri 17 Hari
*Gus Dur Serahkan Kepemimpinan kepada Megawati

Jakarta (Bali Post) -
Sehubungan kunjungannya ke negara-negara Eropa dan Asia selama 17 hari
mulai Jumat (28/1) ini, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyerahkan
kepemimpinan Indonesia kepada Wapres Megawati Soekarnoputri. ''Saya
serahkan sepenuhnya kepada Mbak Mega. Mau sidang kabinet, mau apa saja,
mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan di bidang keamanan, terserah
beliau. Antara saya dan beliau tidak ada yang tersembunyi, selalu dibuka
terang-terang,'' katanya ketika memberi keterangan pers usai sidang kabinet
paripurna di Bina Graha, Kamis (27/1) kemarin. Gus Dur mengatakan, kalau
perlu ada perubahan dalam beberapa hal seperti perubahan kerja, perubahan
cara pengawasan dan sebagainya, dapat dilakukan secara berangsur-angsur
tanpa perlu menunggu kepulangannya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/28/p7.htm

Ribuan Rumah Terendam Banjir, 470 KK Mengungsi

TANGERANG -- Ribuan rumah warga di Tangerang, Jawa Barat (Jabar), terendam
air. Akibatnya, sekitar 470 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi,
khawatir air akan terus naik. Bahkan, dalam banjir di wilayah Jabar
lainnya, Subang, Pandi (21 tahun), warga Dusun Penjalin, Desa Dukuh, Kec
Ciasem, tewas tenggelam.
Seperti di Tangerang, banjir di Subang juga merendam ribuan rumah,
kebanyakan di kawasan pantai utara. Kondisi itu membuat ribuan penghuninya
mengungsi ke daerah selatan yang lebih aman. Selain itu, sekitar 5.200
hektar sawah dan 1.500 hektar empang juga tak luput dari amukan air yang
terus naik akibat hujan turun tanpa henti sejak Ahad (23/1) lalu.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/28/16142.htm

Provokator Mulai Berulah di Yogya
*Ada Bom di Masjid, Umat Jangan Terpancing

YOGYAKARTA- Masyarakat hendaknya jangan mudah terpancing ulah provokator
yang secara sengaja dan terang-terangan mengeruhkan suasana kehidupan kota
Yogyakarta yang selama ini dikenal tenteram, aman, dan damai.
Penegasan itu disampaikan oleh Danrem 072/ Pamungkas Kolonel Inf Bambang
Suherman, Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Dadang Sutrisna, dan Ketua PWNU
Sofwan Helmy, saat dihubungi wartawan secara terpisah, kemarin sehubungan
dengan upaya seseorang membakar Masjid Agung, Kauman, Yogyakarta, Rabu
(26/1) sekitar pukul 23.30.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/28/nas4.htm

Presiden Yakin takkan Ada Kudeta

Jakarta, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid yakin tidak akan terjadi kudeta oleh pihak
militer sewaktu ia melakukan lawatan ke luar negeri. Oleh karena itu ia
tidak khawatir meninggalkan Indonesia selama 17 hari, mulai Jumat (28/1)
ini sampai 13 Februari. "Saya nggak khawatir apa-apa, saya tinggalkan
dengan tenang. Kenapa, karena saya tahu mereka itu 'kan sebagian perwira
yang tidak didengar anggotanya. Boleh saja mereka perintahkan apa saja.
Selain itu mereka juga penakut, nggak usah khawatir. Di depan saya
ngomong-nya setia, di belakang lain lagi bunyinya," ujar presiden dalam
jumpa pers seusai Sidang Kabinet di Bina Graha, Jakarta, Kamis (27/1).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/28/UTAMA/pres01.htm

Bentrok Merembet Ke Pulau Bacan

JAKARTA (Waspada): Bentrok fisik yang terjadi beberapa waktu lalu di
kawasan bagian utara pulau Halmahera, kini merembet ke Pulau Bacan sekitar
150 mil laut dari Ternate Ibukota Propinsi Maluku Utara. Bentrok fisik
terjadi Senin (24/1) dini hari sampai Selasa (25/1).
Bentrok di pulau penghasil ikan terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI)
itu, berawal dari Labuha, kota kecamatan Bacan, namun sejauh ini belum
diperoleh keterangan adanya korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi saat aparat keamanan dan pemda setempat sibuk
menjemput kedatangan dan keberangkatan Wapres Megawati dan rombongan ke
Ternate (Maluku Utara).
Sekretaris Sultan Bacan, Syeh Abubakar, kepada wartawan di Ternate City
Hotel, Rabu (26/1) menjelaskan, bentrok fisik itu bermula dari ledakan
sebuah bom molotov di gedung Pesantren Al-Khairaat Labuha Pulau Bacan,
kemudian meluas ke beberapa desa sekitarnya.
"Bentrok untuk warga di daerah tersebut, mengakibatkan ratusan rumah dan
bangunan milik penduduk setempat rusak/terbakar," katanya.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/012700/headline/headlin5.htm

Sultan Ternate Dipecat dari Ketua DPRD

TERNATE - DPRD II Maluku Utara telah menurunkan Sultan Ternate Drs Mudaffar
Syah dari jabatannya selaku ketua DPRD periode 1999-2004, sesuai dengan
tuntutan dan desakan dari masyarakat setempat pada saat acara pertemuan
dengan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri, Selasa petang.
Wakil Ketua DPRD Abdulrahim Fabanyo kepada wartawan di Ternate, Kamis,
menjelaskan, pemecatan ketua DPRD Maluku Utara itu melalui rapat pimpinan
dan ketua-ketua fraksi yang dipimpin Agiel Bopeng (Fraksi PDI-P), Rabu
(26/1).
"Ini tahap awal yang dilakukan oleh fraksi-fraksi di Dewan untuk menurunkan
Sultan Mudaffar Syah selaku ketua di lembaga terhormat itu. Kemudian ia
akan dikembalikan kepada organisasinya yakni Partai Golkar untuk
me-recall."
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/28/nas12.htm

BI Akan Keluarkan Pecahan Logam Rp.150.000
Reporter: Nurul Hidayati

detikcom - Jakarta, BI (Bank Indonesia) akan mengeluarkan uang pecahan
logam senilai Rp. 150.000,- dan Rp. 10.000,-. Uang logam Rupiah khusus seri
"For the children of the world" ini baru akan disosialisasikan kepada
masyarakat melalui konferensi pers besok Jum'at(28/01/2000) di gedung BI,
Jl. Thamrin, yang mengundang para pimpinan media massa.
Seperti ditulis Kontan, uang logam itu terbuat dari emas dan perak. Sebagai
gambaran untuk logam Rp. 150.000,- akan dibuat dari 6,22 gram emas yang
dijual dengan harga Rp. 1.500.000,-. Sedangkan uang logam Rp. 10.000,-
dijual dengan harga Rp. 300.000,-.
Selengkapnya: http://www.detik.com/ekbis/200001/2000127-222720.html

---------- Luar Negeri ---

PM Mahathir Diisukan Sakit

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia Kamis kemarin dibuat kalang kabut untuk
menepis desas-desus yang menyebutkan PM Mahathir Mohamad sakit saat
berlibur di luar negeri. Sementara itu, kalangan oposisi mengatakan,
bantahan membabi-buta semacam itu justru akan membuat spekulasi di pasar
modal makin bergolak.
Desas-desus santer di Malaysia menyebutkan, pemimpin berusia 74 tahun ini
jatuh dari kuda saat berlibur di Amerika Latin. Kabar lain menyebutkan, dia
pingsan saat berkuda. Desas-desus ini langsung mengguncang pasar modal di
Bursa Saham Kuala Lumpur kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/28/int1.htm

Berlanjut, Upaya Cegah Pinochet Bebas

London, Kamis
Pengadilan Tinggi London, hari Kamis (27/1), melanjutkan pemeriksaan atas
permintaan Pemerintah Belgia dan enam organisasi hak asasi manusia (HAM)
untuk melakukan peninjauan kembali terhadap keputusan Menteri Dalam Negeri
Inggris Jack Straw, yang menghentikan proses ekstradisi terhadap mantan
diktator Cile Augusto Pinochet dengan alasan kesehatan.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/28/LN/berl23.htm

Margareth Thatcher Takut Bernasib seperti Pinochet

London-
Mantan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher yang pernah berjuluk The
Iron Lady alias Wanita Besi ternyata punya rasa takut juga. Dikabarkan dia
tengah mengulas rencana perjalanannya di masa mendatang guna menghindari
jeratan seperti yang dialami mantan diktator Cili, Augusto Pinochet
mengingat aksi yang dilakukan wanita itu selama berkuasa. Demikian laporan
BBC, Rabu (26/1) malam.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/28/m1.htm



"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke