**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Ditemukan, Pusat Komunikasi Kerusuhan
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Kamis, 20 Januari 2000
Antara, Ternate.

Pusat Komunikasi yang digunakan selama kerusuhan bernuansa SARA di Tobelo
dan dan Galela, Pulau Halmahera Utara, ditemukan di Tanjung Pelawang dusun
Ruala, Desa Gurua, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Maluku utara.

Beberapa warga di desa tersebut, Senin, mengatakan peralatan komunikasi itu
dioperasikan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) Belanda di Tobelo
untuk berkomunikasi dengan pihak luar. Lokasi peralatan canggih yang
didirikan di rumah Mr Boeng, warga negara asal Belanda, tidak jauh dari
pusat kota Tobelo.

Hingga pecahnya kerusuhan di Pulau Halmahera Utara akhir Desember lalu
belum satu pun aparat keamanan baik TNI maupun Polri yang mengetahuinya,
kata Daeng Hasanuddin (49), warga Desa Gurua. Oknum warga negara asing itu
selain mengendalikan pusat komunikasi dengan pihak luar, juga dilaporkan
ikut terlibat langsung dalam kerusuhan yang menewaskan ratusan umat muslim
di Tobelo dan Galela tersebut.

Menurut warga setempat, lokasi pusat komunikasi ditemukan di Tanjung
Pelawang, Tobelo, itu dirancang sedemikian macam, sehingga sulit untuk
diacak oleh aparat. Warga desa mengaku melihat peralatan komunikasi yang
dioperasikan sebuah LSM Belanda di Tobelo itu sebelum kerusuhan terjadi,
dan mendengar mereka melakukan komunikasi dengan pihak luar. "Saya melihat
pusat komunikasi yang digunakan di Halmahera, teringat kembali ketika
Xanana
Gusmao ditangkap pasukan TNI waktu itu di Timor Timur, karena lokasi
perangkat komunikasi yang ditemukan di Tanjung Pelawang Pulau Halmahera
Utara itu hampir sama," katanya.

Oknum warga negara asal Belanda di Tobelo juga mengejar-ngejar pengungsi
saat dievakuasi dengan kapal perang milik TNI-AL. Mr Boeng yang mengaku
bapaknya asal Tobelo itu menggunakan speedboat untuk mengejar pengungsi,
namun dihalau oleh aparat keamanan di kecamatan yang terletak di kawasan
Pulau Halmahera Utara itu.

Warga di Desa Gurua, Kecamatan Tobelo, minta aparat keamanan untuk segera
memusnahkan perangkat peralatan komunikasi canggih yang diduga digunakan
selama kerusuhan di Pulau Halmahera itu. Mereka merasa khawatir, bila
tidak segera diambil tindakan, karena LSM asal Belanda menggunakan
perangkat komunikasi tersebut untuk berhubungan dengan pihak luar, kata
Hasanuddin.
Sementara itu mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (STT) Tobelo Henny
Pasimanyeku membenarkan bahwa memang ada Yayasan Babullah di Belanda sejak
dua tahun lalu telah mendirikan sebuah lembaga di Kecamatan Tobelo, yaitu
LSM-PPLP (Proyek Pengembangan Lingkungan Pedesaan). Menurut dia, anggota
LSM yang diketuai J Defries itu selain melakukan pembinaan lingkungan
pedesaan di Halmahera, juga diperbantukan di STT Tobelo.

Tentang perangkat komunikasi yang diduga disembunyikan di Tanjung Pelawang,
Tobelo-Halmahera, mahasiswi semester III itu mengatakan hingga saat ini
belum mengetahuinya. Koramil Tobelo Kapten Inf Made Parsin ketika
dikonfirmasikan via telepon mengatakan sekitar bulan Agustus tahun lalu ada
beberapa warga negara Belanda melaporkan akan membangun obyek wisata bahari
di kawasan Pulau Halmahera Utara.

Yayasan itu, katanya, sangat tertarik dengan potensi taman laut di Pulau
Tagalaya, Kecamatan Tobelo, karena kawasan tersebut masih memiliki obyek
yang belum disentuh oleh tangan-tangan jahil. Bahkan sudah beberapa kali
mereka melakukan survei ke dasar laut, namun sejauh ini hasil survei belum
ditindaklanjuti, kata mantan Pasi Ops Kodim 1501 Maluku Utara itu.***
===============

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke