'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Rabu, 1 Maret 2000
===================================
*Gaji PNS dan TNI/Polri Naik Rata-rata 30 Persen
*Yusril: Wapres tak lebih dari ban serep
*Amandemen Tidak Berkaitan dengan Mega
Tosari: Harus Ada Pemilihan Presiden Baru
*Dari Mubes Wehrkreis, Wiyogo Atmodarminto:
"Soeharto Bohong, Soal Serangan 1 Maret"
--------------------
*Boy, 6, shoots girl dead in class
++++++++++++

Gaji PNS dan TNI/Polri Naik Rata-rata 30 Persen
-------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum pegawai negeri sipil (PNS) dan
TNI/Polri, DPR dan pemerintah, Selasa (29/2), sepakat untuk menaikkan gaji
PNS dan TNI/Polri golongan terendah sampai tertinggi secara berjenjang
rata-rata sebesar 30 persen. Selain itu, juga disepakati untuk memberikan
kenaikan tunjangan fungsional khusus untuk guru dan paramedis sebesar 100
persen. Kenaikan itu sendiri akan dilakukan secara bertahap, yakni dua
kali, yakni bulan April dan Oktober.
Anggota Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN), Aberson Marle Sihaloho, dan Ketua Panja RUU APBN
H Abdullah Zainie, usai rapat tertutup Panja RUU APBN, Selasa petang,
menjelaskan, untuk gaji, besaran kenaikan antara PNS guru dan paramedis
dengan PNS non-guru dan nonparamedis juga berbeda.
Kenaikan gaji untuk guru dan paramedis ditetapkan lebih besar, dengan
pertimbangan karena selama ini besaran nominal gaji PNS guru dan paramedis
dinilai yang paling kecil, sedangkan beban tugas dan tanggung jawab yang
dipikulnya dianggap relatif lebih besar.
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/01/UTAMA/gaji01.htm

Yusril: Wapres tak lebih dari ban serep
-----------------------------------------------
satunet.com - Menkumdang Prof Dr Yusril Ihza Mahendra berpendapat,
peraturan hukum tentang pembagian tugas antara presiden dan wapres di
Indonesia memang tidak begitu jelas.
Hal tersebut diungkapkan Yusril kepada pers di Jakarta, Selasa. Dalam
sistem pemerintahan presidensil, menurut Yusril kedudukan seorang wapres
juga tidak begitu penting.
"Tidak salah jika disebut sebagai ban serep. Meskipun agak kurang enak
disebut, tapi ada benarnya," tuturnya.
Yusril yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu menyatakan, memang
wapres dapat menjalankan tugas-tugas tertentu yang diserahkan oleh
presiden. Tetapi, keputusan akhirnya tetap di tangan presiden. Karena itu,
menurut Yusril memang tidak perlu ada pelimpahan wewenang dari presiden
kepada wapres sebab presiden dapat mendelegasikan wewenangnya kepada para
menteri yang langsung mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada
presiden.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/03/01/8209.html

Amandemen Tidak Berkaitan dengan Mega
Tosari: Harus Ada Pemilihan Presiden Baru
---------------------------------------------------
JAKARTA - Amandemen Pasal 8 UUD 1945 tidak ditujukan untuk menjegal Wakil
Presiden Megawati Soekarnoputri, tapi untuk kepentingan yang lebih luas,
agar tidak muncul perdebatan karena masih memunculkan penafsiran yang
berbeda.
Hal itu diungkapkan Ketua DPP PPP H Tosari Wijaya di sela-sela peluncuran
buku 60 Tahun Hamzah Haz di Bawah Panji-panji Kakbah, di Jakarta, kemarin.
"Tak ada hubungan dengan Wapres sekarang,'' ujarnya.
Seperti diketahui, Ketua MPR Amien Rais belum lama ini mengusulkan, jika
Presiden berhalangan tetap perlu dilakukan pemilihan presiden baru, bukan
langsung wapres menggantikan tugas presiden seperti yang selama ini
berlaku.
Amien mengatakan, presiden dipilih, begitu juga dengan wapresnya. Sehingga
ada pendapat, jika presiden meninggal atau berhalangan tetap juga harus ada
pemilihan presiden yang baru. Itu argumen yang dinilai masuk akal.
Pendapat Amien Rais memperoleh reaksi berbagai pihak, sehingga muncul
tudingan terhadap poros tengah yang berusaha menghalang-halangi Wapres
Megawati. Berbagai pengamat juga berpendapat hal yang sama, menuduh hal itu
sebagai upaya menghalang-halangi Mega.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/01/nas8.htm

Dari Mubes Wehrkreis, Wiyogo Atmodarminto:
"Soeharto Bohong, Soal Serangan 1 Maret"
-----------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Selama Orde Baru berkuasa, Soeharto mengklaim
bahwa dirinyalah penggagas peristiwa enam jam di Yogya, padahal bukan.
Selama itu pula tidak ada yang berani mengatakan dengan sesungguhnya,
kebenaran peristiwa itu. "Sopo sing wani ngomong pada waktu jaman pak Harto
(Siapa yang berani ngomong pada jaman pak Harto", ujar Wiyogo Atmodarminto,
Pjs Ketua Umum Wehrkreis III yang menggantikan almarhum Soesilo Sudarman.
"Hayo aku tak takon sopo sing wani ngomong ? Walau dalam hati kita juga
terus terang mengatakan lho kok begitu. Kabeh (maaf ya) di pek dewe (semua
diambil sendiri)", lanjut Wiyogo.
Diluar masalah suka atau tidak suka, Wiyogo mengaku tetap menghargai
Soeharto sebagai seniornya. Namun, saat menyetir pemerintahan Orde Baru
menyimpang. "Nah itu kan tanggungjawab beliau, ''katanya. Untuk meluruskan
sejarah, sejak dua tahun lalu, dibentuk tim di P & K yang terdiri dari para
pakar. Wehrkreis III membantu untuk klarifikasi. Jadi memang masalah ini
masih perlu disaring. "Wehrkreis ini hanya sebagai salah satu fasilitator
saja", ujar Wiyogo.
Lebih lanjut, Wiyogo juga mengatakan bahwa Sultan itu membawa peranan yang
besar, itu harus diakui. Selama masa perjuangan, Sultan Hamengkubuwono IX
yang bisa membiayai republik ini. "Sing mbayari republik selama perjuangan
siapa kalau tidak Sultan ? Jadi jasa beliau itu sangat besar. Terhadap
penduduk Yogya, kalau enggak karena Sultan mana mau mereka berjuang", tegas
Wiyogo.
Terhadap keberhasilan SU 1 Maret itu, Wiyogo mengatakan, secara politis
memang berhasil. Karena tujuannya memang politis, yaitu untuk menarik
perhatian dunia Internasional. Yang tadinya Belanda mengatakan bahwa
Republik ini sudah habis semuanya, ternyata masih ada yang menduduki
Yogyakarta, yang pada waktu sebagai ibukota. "Kalau bukan ibukota
barangkali enggak kelihatan", ujar Wiyogo. (Ida)
____________________
Boy, 6, shoots girl dead in class
-------------------------------------
A six-year-old boy pulled a gun from his pants and shot a girl dead today
in front of their horrified first-grade teacher and classmates in Michigan.
One child said the boy loaded the gun with a single bullet and opened fire
after the girl yelled at him for spitting on her desk.
"I don't like you," the boy was quoted as telling six-year-old Kayla
Rolland, who was struck in the neck and died 30 minutes later.
The boy, whose name was not released, was taken into the custody of the
state child welfare agency after the shooting at Buell Elementary near
Flint, 100km from Detroit.
It was the latest in a series of school shootings around the US, this one
made especially disturbing by the age of the youngsters.
More: http://www.smh.com.au/news/0003/01/update/news1.html
++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke