'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Sabtu, 8 April 2000
================================
@ Matori: Pengiriman Laskar Jihad Inkonstitusional
@ Jihad tak Selesaikan Masalah
@ FUI Tolak Pencabutan Tap MPRS XXV/1966
@ Soerjadi Resmi Tersangka Kasus 27 Juli
@ Letda Agus Isrok Diadili di Mahkamah Militer
@ Gus Dur: Ekonomi Indonesia Segera Pulih
@ Soeharto Sakit Lagi Pemeriksaan Gagal
------------- Luar Negeri ----------------------
* Kelaparan Tewaskan Anak-Anak Ethiopia
* Aborigin Makin Tak Sabar
-------------------------------------
S E L A M A T   ME M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Matori: Pengiriman Laskar Jihad Inkonstitusional
------------------------------------------------------------
JAKARTA, Mandiri - Wakil Ketua MPR Mathori Abdul Djalil mengatakan rencana
pengiriman laskar jihad ke Maluku merupakan tindakan inkonstitusional.
Seperti diberitakan, Laskar Jihad Ahlu Sunnah wal Jamaah tengah
mempersiapkan 10.000 orang untuk diberangkatkan ke Maluku. Tujuan mereka
adalah membela umat Islam disana yang menjadi korban tindak kekerasan dan
pertikaian yang berkepanjangan.
Menyikapi hal tersebut, Mathori mengatakan bahwa pemerintah tidak
menghalangi bila ada masyarakat yang ingin membantu menyelesaikan masalah
yang dihadapi pemerintah. Tetapi menurutnya, langkah yang ditempuh
masyarakat itu tidak boleh melawan konstitusi.
"Kalau kita ingin menegakkan hukum, tidak boleh dengan pemaksaan kehendak
dan penggunaan kekerasan," ujarnya kepada Mandiri Online. Selengkapnya:
www.mandiri.com

Jihad tak Selesaikan Masalah
------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Demonstrasi dengan membawa senjata tajam seperti dilakukan Laskar Jihad
dikecam banyak pihak. Kecaman antara lain datang dari pengamat LIPI Dr.
Mochtar Pabottingi, Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil dan Sekjen PKB
Muhaimin Iskandar. ''Saya tidak suka cara yang kemarin itu (Kamis,
6/4-red). Bawa golok, bawa senjata tajam, itu menurut saya primitif,'' kata
Mochtar kepada wartawan, Jumat (7/4) kemarin.
Ia mengatakan, kalau mau berunjuk rasa mengapa harus membawa senjata tajam.
Sebab, hal itu menunjukkan cara-cara yang tidak beradab. ''Demo enggak usah
bawa golok,'' tandasnya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/4/8/p4.htm

Front Umat Islam Tolak Pencabutan Tap MPRS XXV/1966
----------------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ribuan orang yang bergabung dalam Front Umat Islam Indonesia (FUII)
mendatangi Istana Merdeka, Jakarta, seusai salat Jumat. Kumpulan massa yang
memenuhi sepanjang Jalan Merdeka Utara hingga arah Masjid Istiqlal itu
mengecam keinginan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mencabut
Ketetapan (Tap) MPRS XXV/ 1966 tentang pelarangan PKI dan ajaran marxisme.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/08/UTAMA/fron01.htm

Soerjadi Resmi Tersangka Kasus 27 Juli
-------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang juga mantan Ketua Umum Partai
Demokrasi Indonesia (PDI) Soerjadi akhirnya resmi menjadi tersangka dalam
kasus penyerbuan 27 Juli 1996. Demikian isi surat yang dikeluarkan Mabes
Polri, Jumat (7/4) kemarin.
Mabes mengeluarkan surat bernomor SPGL/392/4/2000/pidana untuk Soerjadi di
Jl. Denpasar Raya C7 nomor 4. Dalam surat itu, Soerjadi dinyatakan sebagai
tersangka.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/4/8/p1.htm

Letda Agus Isrok Diadili di Mahkamah Militer
-------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Terdakwa perkara narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) dan
psikotropika, Letda (Inf) Agus Isrok, Jumat (7/4), diadili di Mahkamah
Militer Jakarta. Datang ke ruang sidang tepat pukul 09.00 dan mengenakan
seragam militer, Agus dikawal dua petugas Polisi Militer.
Dipadati pengunjung, sebagian berseragam militer, sidang dipimpin Ketua
Majelis Hakim, Kolonel (CHK) Sarman Mulyana, dan Letkol (CHK) Tampubolon
SH, serta Mayor (CHK) Anton Saragih SH (anggota). Terdakwa hadir di
persidangan didampingi enam penasihat hukumnya, di antaranya Kolonel (CHK)
AB Setiawan SH MBA (koordinator/ ketua tim), Letkol (CHK) Ponten Sinuraya
SH, dan Kapten (CHK) N Sirait SH.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/08/utama/let01.htm

Gus Dur: Ekonomi Indonesia Segera Pulih
--------------------------------------------------
Demak, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan optimistis perekonomian
Indonesia akan pulih secepatnya. Bahkan, Presiden berani menjamin bahwa
krisis ekonomi yang dialami Indonesia akan bisa diatasi beberapa bulan
lagi. Hal itu diutarakan Presiden ketika berdialog dengan masyarakat Demak,
Jawa Tengah Jumat (7/4), seusai salat Jumat di Masjid Agung Demak. Menurut
Gus Dur, pada sidang kabinet Rabu lalu, telah dilaporkan bahwa ekspor
Indonesia sudah mulai pulih. Mulai membaiknya kegiatan ekspor tersebut,
kata Presiden, berdampak pada banyaknya dana yang masuk ke Indonesia, yang
juga disalurkan untuk proses penanaman modal. Jika ditambah dengan masuknya
uang dari luar negeri, hal itu menciptakan peluang kerja baru di Indonesia.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/08/utama/gus01.htm

Soeharto Sakit Lagi Pemeriksaan Gagal
------------------------------------------------
JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Agung yang akan melakukan pemeriksaan
lanjutan terhadap Soeharto, gagal melaksanakan tugas itu. Kegagalan
pemeriksaan tersebut karena mantan presiden RI itu sakit. Informasi tentang
kondisi Soeharto diberikan tim kuasa hukumnya yang menelepon Kejaksaan
Agung pada Rabu lalu.
Menurut penjelasan Direktur Tindak Pidana Korupsi Chairul Imam SH,
Kejaksaan Agung sebenarnya memang menjadwalkan untuk melanjutkan
pemeriksaan kemarin (Jumat). Setelah keterangan tentang sakitnya Soeharto
yang sudah diketahui Rabu lalu ternyata benar, maka kegiatan tersebut
dibatalkan.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/08/nas10.htm

------------- Luar Negeri --------------------
Kelaparan Tewaskan Anak-Anak Ethiopia
-------------------------------------------------
 Danan, Ethiopia - 08 Apr 00 05:38 WIB (Astaga.com)
Kelaparan hebat akibat kekeringan berkepanjangan yang menerpa Ethiopia,
sebuah negara di Afrika Selatan, telah menewaskan beberapa anak dan
menyebabkan jutaan penduduk negeri itu terancam menderita berbagai penyakit
mematikan.
Miyir Mohammed, bocah berumur 3 tahun, merupakan korban kelaparan ketiga
yang meninggal pada Jumat (7/4), di sebuah kota kecil yang terkenal sangat
kering di selatan Ethiopia.
Safia, ibunya, mengenakan pakaian pada kerangka tubuhnya yang mungil,
tulang rusuknya menonjol ke luar, pipinya terlihat cekung, mulutnya
terbuka, kelihatan sangat menderita. Ini adalah gambaran klasik korban
krisis pangan yang dialami 12 juta manusia di negeri yang dijuluki 'Tanduk
Afrika' itu.
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,8181,00.html

Aborigin Makin Tak Sabar
--------------------------------
SYDNEY -Penduduk pribumi Australia kelihatannya makin tidak sabar terhadap
sikap rasis pemerintah kepada mereka. Salah seorang anggota Komisi Aborigin
kemarin minta kepada pemerintah agar menghapuskan UU Penjara Otomatis
(mandatory jailing).
Berdasarkan UU Penjara Otomatis, para penjahat kambuhan otomatis akan
terkena hukuman penjara apabila melakukan tindak kejahatan lagi.
PM John Howard dipaksa keluar oleh ratusan demonstran yang menggelar unjuk
rasa penuh dengan suasana kemarahan. Para demonstran meneriakkan kata
protes ''Memalukan, Howard, Memalukan'' dan ''Keadilan, Ya. Rasisme,
tidak''.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/08/int1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke