**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Salam sejahtera,
Para Netters yth, berhubung ada kesalahan teknis di server Eskol Net yang
menyebabkan berita-berita terbaru kami tidak sampai kepada pelanggan
sekalian, maka kami postingkan ulang berita-berita tersebut.  Untuk itu
kami mohon maaf.
Terima kasih,
Redaksi Eskol Net
----------------------

Ustad Ja'far Umar Tholib:
"INSYA ALLAH KAMI MULAI BERPERANG"
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Berbeda dari penampilannya di podium yang lantang, sehari-hari Ustad Ja�far
Umar Tholib ternyata cukup ramah. Ketika berbincang-bincang dengan FORUM,
Panglima Laskar Jihad Ahlussunnah Wal Jamaah itu juga sering tersenyum dan
kadang-kadang tertawa terbahak-bahak. Apa sebenarnya yang mendorongnya
menyerukan jihad? Kepada FORUM, ia membeberkan seruannya itu. Berikut
petikannya.

Apa latar belakang ustad mengadakan tablig akbar di Jakarta?
Tablig akbar haruslah mempunyai nilai pressure yang tinggi. Agar punya
nilai pressure yang tinggi, kami mengadakan di tempat strategis di Ibu
Kota, Senayan. Tablig ini punya dua misi. Pertama, membangkitkan semangat
kaum muslimin untuk berjihad dan menjelaskan misi jihad. Kedua, dengan
tablig akbar saya melakukan psywar (perang urat saraf) agar mereka tidak
terlalu menganggap enteng umat Islam.

Jadi, aksi itu sekadar perang urat saraf?
Itu adalah tahapan menuju perang fisik. Setelah mental mujahidin utuh dan
mental musuh menciut, insya Allah kami akan memulai peperangan. Itu sudah
kami canangkan. Saat ini kami masuk ke pematangan laskar.

Kalau pemerintah menghalangi...
Kami tidak peduli. Pemerintah ataupun nonpemerintah, siapa pun yang memihak
mereka, berarti [kelompok] mereka. Kalau sampai pemerintah menghalangi dan
melukai pasukan mujahidin demi membela Kristen, kami akan mengobarkan
perang terhadap Kristen yang ada di Jawa dan di luar Jawa. Itu menjadi
sasaran berikutnya. Tapi, sesungguhnya, kami hanya mempunyai satu sasaran:
Maluku.

Jika jihad dikobarkan, bukankah pertikaian akan merembet ke berbagai
daerah?
Sesungguhnya bencana nasional itu sudah terjadi, tapi dikemas sedemikian
rapi. Dengan demikian, wilayah yang belum mendapat giliran tidak merasakan
adanya bencana nasional itu. Maka, kalau sampai pemerintah memihak Nashara,
kami akan bangkitkan kaum muslimin seluruhnya, bahwa kita dalam situasi
darurat perang.

Mengapa setelah bertemu Anda, Gus Dur marah?
Tujuan kami bertemu itu supaya ia mendengar langsung ultimatum-ultimatum
yang kami utarakan. Waktu itu saya katakan kepadanya: "Kamu sebelum jadi
presiden sampai menjadi presiden, selalu berpihak kepada Nashara." Setelah
dimaki-dimaki, ia marah. Tapi, makian yang kami sampaikan itu langsung
mengena kepadanya. Ini bukan makian tanpa etika, tapi kritikan.

Bagaimana bila massa NU tidak terima?
Insya Allah hal itu tak terjadi karena kami punya lobi dengan kiai-kiai NU
di berbagai tempat. Keresahan itu terjadi juga di kalangan kiai NU terhadap
berbagai sikap Gus Dur.

Jika dihalangi dan terjadi pertempuran di Jawa, apa targetnya?
Sasaran yang masuk dalam daftar kami, pertama tokoh-tokoh gereja. Kedua,
fasilitas dalam bentuk gereja atau gedung-gedung yang mereka miliki. Kami
pilih tokoh-tokoh karena tidak boleh seluruh Nashara harus disalahkan.

[diambil dari wawancara Jafar Umar Tholib [panglima laskar jihad] dengan
majalah FORUM edisi tahun IX No. 02 - 16 April 2000].

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke