''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 1 Mei 2000 ================================ *Ambon Rusuh Lagi, 5 Tewas *Aparat Lakukan Sweeping di Ambon *Fadli Tuduh Yusril Curang *M Panggabean Dirawat di RSCM *Lawan Komunisme dengan Menghapus Kemiskinan *Masih Bergaya Kiai, Bukan Politisi *Gus Dur Jangan Injakkan Kaki di Sulsel *Gus Dur Tidak Akan Mundur ------------ Luar Negeri -------------- @ Deplu AS: Peta Terorisme Berubah @ Palestina Mendapat Dua Desa Penting ------------------------------------------ Ambon Rusuh Lagi, 5 Tewas ---------------------------------- AMBON - Kerusuhan berdarah bernuansa SARA kembali merebak di kota Ambon, khususnya di kawasan perbatasan Mardika-Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, yang menimbulkan korban lima tewas dan 25 orang luka ringan dan berat akibat tertembak aparat keamanan. Kerusuhan dimulai sekitar pukul 15.30 WIT, yaitu massa dari kedua belah pihak saling berkonsentrasi di kawasan itu dan berupaya mendesak aparat keamanan, sehingga aparat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun massa tak menggubris peringatan itu, masing-masing kelompok tak mau mundur, bahkan terus maju mendesak aparat keamanan. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/01/nas7.htm Jam Malam Diberlakukan Aparat Lakukan Sweeping di Ambon ------------------------------------------- Reporter: Arifin A detikcom - Jakarta, Ketegangan kota Ambon, setelah terjadi baku tembak di Batu Merah mengakibatkan Ambon tegang. Akhirnya Pangdam Maluku Pattimura memberlakukan jam malam. Aparat pun terus siaga melakukan sweeping di jalan-jalan raya. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/05/01/200051-001226.shtml Fadli Tuduh Yusril Curang -------------------------------- JAKARTA- Suasana panas terus menyelimuti detik-detik terakhir Mukatamar Partai Bulan Bintang di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta tadi malam. Belum lagi Gonjang-ganjing soal dana Rp 1,5 Milliar reda, muncul lagi konflik baru diantara Kubu Yusril dan Kelompok 16. Kelompok 16 beranggotakan nama-nama seperti Fadli Zon, Hartono Mardjono, Abdul Qodir Djaelani, dan Farid Prawiranegara menuduh Kubu Yusril sengaja menutup akses informasi kelompoknya. Fadli Zon yang mewakili Kelompok 16 ini mengungkapkan, kecurangan Kubu Yusril dilakukan dengan menyita selebaran yang terkait dengan masalah dana Rp 1,5 Milliar. Selebaran yang jumlahnya ratusan, dan dia biayai sendiri, disita beberapa orang panitia dan peninjau liar. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/ M Panggabean Dirawat di RSCM --------------------------------------- Jakarta, Kompas Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Jenderal (Purn) Maraden Panggabean (72) sejak Sabtu (29/4) malam dirawat di Paviliun Cenderawasih III Kamar 10 Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta akibat gejala stroke. Dokter pribadi Panggabean, dr Sibarani yang ditemui wartawan di RSCM, Minggu siang, mengemukakan, pihak rumah sakit telah membentuk tim dokter yang terdiri dari dokter bedah syaraf, ahli syaraf, ahli jantung, ahli penyakit dalam, dan ahli penyakit dalam darah. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/01/nasional/mpan06.htm Lawan Komunisme dengan Menghapus Kemiskinan ----------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Anggapan bahwa orang yang memperjuangkan kehidupan yang baik, membela rakyat kecil dan miskin adalah komunis, harus dihilangkan karena agama pun mengajarkan untuk mengangkat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Jika diyakini bahwa kemiskinan adalah tempat yang baik untuk suburnya komunisme, semua pihak hendaknya melawan komunisme itu dengan perbuatan nyata untuk menghapus kemiskinan. Hal tersebut ditegaskan sejarawan Anhar Gonggong, ketika berbicara pada seminar mengenai Komunisme, Militerisme dan Demokratisasi, Sabtu (29/4), di Jakarta. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/01/nasional/lawa06.htm Masih Bergaya Kiai, Bukan Politisi ----------------------------------------- Enam bulan sudah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden keempat Republik Indonesia. Selama itu, ada anggapan bahwa dia lebih banyak menuai kritik daripada pujian. Bagaimana sebetulnya model manajemen kepemimpinan Gus Dur? Inilah analisis Laode Ida, pakar politik yang sedang menulis disertasi di Universitas Indonesia tentang Nahdlatul Ulama. Pernyataan, tindakan, dan kebijakan yang diambil Gus Dur bukan saja sulit dipahami, tetapi juga kontroversial. Bahkan, sering menimbulkan sejumlah reaksi keras, baik berupa kritikan tajam dan pedas maupun gerakan demonstrasi kelompok masyarakat. Itulah sebabnya Gus Dur lebih banyak mendapat kritik dan serangan daripada pujian dan pembelaan. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/ Gus Dur Jangan Injakkan Kaki di Sulsel - Sebelum Jelaskan KKN Jusuf Kalla ------------------------------------------------- Makassar, Kompas Reaksi terhadap pencopotan M Jusuf Kalla semakin keras menyusul kepulangan mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini ke kampung halamannya, Makassar. Dalam rapat konsultasi Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel dengan sejumlah anggota DPR Fraksi Partai Golkar asal Sulsel, Sabtu (28/4), tercetus sejumlah usulan yang akan didesakkan kepada Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di antaranya sikap tegas agar Gus Dur jangan menginjakkan kaki ke Sulsel sebelum mengklarifikasi tuduhan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/01/NASIONAL/gusd06.htm Gus Dur Tidak Akan Mundur Gus Mus: Tak Ada di Kamusnya Kiai Langitan Tetap Mendukung -------------------------------------- JAKARTA - Dua orang dekat Presiden Abdurrahman Wahid, yakni Menlu Alwi Shihab dan Rais Syuriah PBNU KH Mustofa Bisri, memastikan Gus Dur tidak akan mundur sebelum masa jabatannya berakhir tahun 2004. Namun mereka mengakui Gus Dur cukup lelah. Sebab, kendati telah bekerja keras, dia terus dihujat. Sesuai dengan karakter dan perilakunya, KH Mustofa Bisri yakin Gus Dur tidak akan mundur dari jabatannya September mendatang, sebagaimana diberitakan koran Australia Australian Financial Review, Jumat. Dia juga menyebutkan, para kiai Langitan tetap mendukung mantan ketua umum PBNU itu. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/01/nas1.htm ------------ Luar Negeri -------------- Deplu AS: Peta Terorisme Berubah ------------------------------------------ New York, Minggu Asia selatan, menurut laporan tahunan resmi Departemen Luar Negeri AS tentang "terorisme" internasional, diidentifikasi sebagai sumber utama terorisme internasional. Laporan Deplu AS setebal 107 halaman yang akan dikeluarkan, Senin (1/5) ini, mengungkapkan bahwa saat ini terjadi pergeseran peta "terorisme", dari Timur Tengah kini berpindah ke Asia selatan. Menurut surat kabar New York Times yang mendapat salinan laporan tersebut, Minggu, Afghanistan yang terletak di Asia selatan dikatakan dalam laporan itu sebagai "ancaman teroris terbesar". Alasannya karena negeri itu melindungi Osama bin Laden, jutawan Arab Saudi yang dicari-cari AS dengan tuduhan terlibat aksi pemboman Ke-dutaan Besar AS di Nairobi dan Tanzania 1998. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/01/LN/depl03.htm Palestina Mendapat Dua Desa Penting --------------------------------------------- ANGKUT BAYI: Seorang polisi wanita Israel menggendong seorang bayi Yahudi ketika polisi Israel memindahkan paksa para pemukim Yahudi di dekat kawasan Hebron itu ke kompleks Tel Rumieda, Minggu kemarin.(Foto:Suara Merdeka/rtr-52) EILAT - Israel, yang sedang bersiap-siap memulai tahap kruial perundingan damai Minggu kemarin, berencana menyerahkan wewenang penuh kepada Palestina atas sebuah desa di dekat Jerusalem. Penyerahan tersebut berimplikasi penting, karena desa itu terletak di kawasan yang dipertimbangkan sebagai bakal ibu kota Palestina merdeka. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/01/int4.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
