'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 26 Mei 2000
================================
@ Ada Sinyalemen Kebebasan Pers untuk Hancurkan DPRD
@ SKB Tiga Menteri Dicabut
    Resimen Mahasiswa Resmi Dihapus
@ Gus Dur, Mundur atau Maju Tak Gentar
@ Faisal Tanjung Ditunggu di Mabes Polri, Hari Ini
@ Tap MPRS No II/1950 Harus Dicabut, Usulan Gamatpol kepada F-Reformasi DPR
@ Temuan Baru Rizal Ramli Soal Kasus Bulog Rp. 35 M
    Kader PDI-P Diduga Terlibat
-------------- Luar Negeri --------------------
**Anggota DPR Sahkan Status PNTR, Amerika Buka Pintu Dagang Cina
**Lebanon Rayakan Kemenangan
--------------------------------------------------

Ada Sinyalemen Kebebasan Pers untuk Hancurkan DPRD
--------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Pers belakangan ini bukan hanya digunakan sebagai kontrol sosial, melainkan
ada sinyalemen kebebasan pers dewasa ini secara sistematis digunakan untuk
menghancurkan lembaga DPRD beserta anggotanya.
Hal itu mengemuka dalam dengar pendapat antara Komisi A DPRD Jawa Timur
dengan wartawan anggota PWI, AJI dan Lembaga Konsumen Pers (LKP), Kamis
(25/5) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/26/n1.htm

SKB Tiga Menteri Dicabut
Resimen Mahasiswa Resmi Dihapus
---------------------
Jakarta, Kompas
Resimen mahasiswa (menwa) akhirnya secara resmi akan dihapus, menyusul
segera dicabutnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yaitu Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Pertahanan Keamanan
(Menhankam)/Pangab, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), mengenai
keberadaan menwa.
Kesepakatan pencabutan SKB ini disampaikan Menteri Pendidikan Nasional
(Mendiknas) Yahya A Muhaimin setelah pertemuan bersama antara Menhan Juwono
Sudarsono dan Mendagri yang diwakili Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan
Perlindungan Masyarakat (Kesbang dan Limas) Kementerian Dalam Negeri Ermaya
Suradinata di Jakarta, Kamis (25/5).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/26/UTAMA/resi01.htm

Gus Dur, Mundur atau Maju Tak Gentar
-----------------
MANUSIA memang makhluk yang aneh. Kalau sudah bingung dalam memilih, hilang
akal sehatnya. Dia cari seekor tokek untuk menemukan jawab bagi
kebingungannya. Begitu sering bertanya kepada tokek, sehingga dia tidak
menyadari bahwa jawaban tokek itu bisa mencla-mencle. Tetapi memang sudah
jadi wataknya untuk tidak selalu bersedia arif dan cakap belajar dari
pengalaman orang lain. Kisah bertanya kepada tokek ini terjadi lagi ketika
seseorang bertanya kepadanya. Apakah Presiden Abdurrahman Wahid akan
diberhentikan oleh MPR dalam sidangnya pada bulan Agustus 2000?
Daripada repot-repot menjawabnya, dia ajak temannya itu yang dianggapnya
seorang pakar, ke sudut rumah, buat main tebak-tebakan dengan tokek, hewan
tunggonnya, yang selama ini bertengger di situ. Opsi yang disediakan cuma
dua: berhenti atau tidak. Nasib mujur bagi keduanya, karena segera sang
tokek bersuara nyaring. Mengikuti irama suara tokek, maka dia mengucap
"Berhenti... Tidak;... Berhenti... Tidak; ... Berhenti... Tidak''. Setelah
ditunggu tak ada lagi suara tokek, dia dengan cengengesan menyimpulkan
bahwa dalam sidang MPR bulan Agustus mendatang, Presiden RI tidak akan
diberhentikan. Mendengarkan kesimpulan "empirik hewani'' ini, kawannya -
yang dianggap pakar - ini cuma mbatin "Pintere ngarang gak mari-mari.''
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/26/nas2.htm

Faisal Tanjung Ditunggu di Mabes Polri, Hari Ini
Reporter: Lukmanul Hakim
------------------------
detikcom - Jakarta, Para jenderal terus akan diperiksa atas keterlibatannya
dalam Kasus 27 Juli. Pemanggilan mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn)
Faisal Tanjung semakin melengkapi daftar nama jenderal yang berurusan
dengan Serse Mabes Polri.
Kepastian pemanggilan Faisal Tanjung, pada Jumat (26/5/2000) sudah bisa
dipastikan oleh penyidik dari Mabes Polri dan dari Babinkum TNI beberapa
hari sebelumnya. Memang, Faisal Tanjung, yang saat kejadian menjabat
sebagai Panglima ABRI, akan diperiksa sebagai saksi.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/05/26/2000526-080039.shtml

Tap MPRS No II/1950 Harus Dicabut, Usulan Gamatpol kepada F-Reformasi DPR
------------------------
JAKARTA (Media): Sidang Tahunan MPR diminta mencabut Ketetapan (Tap) MPRS
No II/1950, yang menyatakan Polri merupakan bagian dari ABRI. Untuk itu,
Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR diminta segera membahas dan menggodok
usulan tersebut.
Desakan itu disampaikan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (Gabungan
Pengamat Polri/Gamatpol) Athar kepada Wakil Ketua Fraksi Reformasi DPR
Patrialis Akbar SH di Jakarta, kemarin.
Menurut Athar, keberadaan Tap MPRS No II/1950 tersebut sudah tidak relevan
lagi dengan semangat reformasi, yang menginginkan adanya supremasi hukum.
"Tap MPRS tersebut telah membuat lembaga Polri sebagai lembaga militer.
Padahal prinsip dan tugas-tugas kepolisian negara sangat jauh berbeda
dengan dunia militer," ungkap Athar.
Selengkapnya:
http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000052600110465

Temuan Baru Rizal Ramli Soal Kasus Bulog Rp. 35 M
Kader PDI-P Diduga Terlibat
----------------
JAKARTA- Siapa-siapa yang bermain di balik skandal Bulog mulai terkuak.
Kasus hilangnya dana Yanatera (Yayasan Bina Sejahtera) karyawan Bulog Rp 35
miliar itu tidak hanya melibatkan Wakabulog Dr Ir Sapuan dan Suwondo,
tukang pijat Presiden Abdurrahman Wahid, tapi menyeret juga beberapa tokoh
penting. Salah satu nama yang juga disebut adalah Wakil Ketua Litbang PDI
Perjuangan Suko Sudarso. Keterlibatan Suko sebetulnya tidak diungkap secara
langsung oleh Kabulog Rizal Ramli. Dia hanya menyebut inisial ''SS'' saat
memberikan keterangan pers di gedung DPR, kemarin.
Selengkapnya:
http://www.jawapos.co.id/dailynews/200005/26/Berita_Utama/1-BULOG.asp

-------------- Luar Negeri --------------------

Anggota DPR Sahkan Status PNTR, Amerika Buka Pintu Dagang Cina
---------------------------
WASHINGTON (AFP): DPR Amerika Serikat memutuskan memberi status hubungan
dagang normal permanen (PNTR) bagi Cina. Status ini akan menghilangkan
sejumlah hambatan dagang antarkedua negara.
DPR mengesahkan PNTR dengan suara 237 mendukung dan 197 menolak. Dengan
keputusan ini, PNTR hanya tinggal dibawa ke Senat dan diperkirakan hasilnya
bahkan akan lebih baik dibandingkan dengan di DPR. Senat akan membahas
masalah ini dalam sidang yang direncanakan pada Juni mendatang.
Sebelumnya, pada pertengahan bulan ini, Uni Eropa juga telah menyelesaikan
semua hambatan perdagangan kedua pihak, sehingga membuka jalan bagi Beijing
untuk bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Hari ini Majelis Perwakilan telah mengambil langkah historis untuk bisa
terus melanjutkan kemakmuran di Amerika, reformasi di Cina, dan perdamaian
di dunia," kata Presiden AS Bill Clinton menyambut pengesahan tersebut.
Selengkapnya:
http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000052600105825

Lebanon Rayakan Kemenangan
------------------
Cairo, Kompas
Pemerintah dan rakyat Lebanon hari Kamis (25/5) merayakan kemenangan atas
Israel, dan meresmikan hari itu sebagai hari besar nasional yang akan
diperingati setiap tahun. Kantor pemerintah, sekolah, dan toko-toko
dinyatakan libur pada hari tersebut. Pemerintah Lebanon menamakan hari
nasional itu sebagai Hari Kebebasan dan Perlawanan. Sementara itu, ribuan
warga Lebanon selatan mulai berbondong-bondong pulang ke kampung halaman
yang ditinggalkannya selama 22 tahun terakhir ini. Mereka selama ini
mengungsi ke kota-kota lain di Lebanon, menyusul pendudukan Israel di
wilayah Lebanon selatan. Setiba di depan rumah kediamannya, mereka tak
tahan meluapkan kegembiraan dan menari berjingkrak-jingkrak sambil
mengangkat bendera Lebanon dan Hezbollah. Demikian dilaporkan wartawan
Kompas Musthafa Abd Rahman dari Cairo (Mesir).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/26/LN/leba03.htm


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke