**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Media Indonesia - Nusantara (5/29/00)
Kerusuhan Poso Merambat di Tiga Kecamatan. Kapolri Diminta Berlakukan Siaga
I
PALU (Media): Kerusuhan Poso, Sulawesi Tengah semakin membesar. Hingga
Minggu siang dilaporkan kerusuhan mulai merambat dan menjangkau tiga
kecamatan di wilayah kabupaten tersebut. Kapolri diminta memberlakukan
status Siaga I di kota itu.
Sumber-sumber {Antara] menyebutkan kontak fisik antara Kelompok Merah dan
Kelompok Putih semakin meluas, bahkan sepanjang pagi hingga siang hari,
selain terjadi di Kelurahan Sayo--di dalam Kota Poso--kerusuhan juga
merambat ke wilayah Kecamatan Lage dan Poso Pesisir.
Bentrok fisik terbesar terjadi di Kelurahan Sayo dan di Kasiguncu, ibu kota
Kecamatan Poso Pesisir, melibatkan ribuan massa dari kedua kelompok yang
bertikai.
Beberapa saksi mata mengatakan kerusuhan yang berlanjut pada Minggu pagi
itu terus membesar hingga siang hari. Masing-masing pihak bertikai saling
melemparkan batu dan bom molotov serta melepaskan anak panah. Bahkan di
lokasi-lokasi kerusuhan tersebut sering terdengar rentetan letusan senjata
api.
Menurut sejumlah kalangan, eskalasi ketegangan meningkat karena ribuan
massa Kelompok Merah dari Kecamatan Pamona Utara, Mori Atas, Lembo, dan
Lore Utara terus berdatangan dan membantu rekan mereka di lokasi-lokasi
kerusuhan. Massa kelompok merah ini dilaporkan telah memblokade semua ruas
jalan masuk ke Kota Poso.
[Siaga I]
Sementara itu, tokoh masyarakat dan pemuka agama di Palu mendesak Kapolri
Letjen Rusdihardjo segera memberlakukan Siaga I di Kota Poso dan
sekitarnya, menyusul semakin meluasnya kerusuhan massal bernuansa SARA di
kota itu sejak Minggu pagi.
"Saya berharap Kapolri segera memberlakukan Siaga I di Kota Poso dan
sekitarnya, sebab ribuan warga muslim yang masih berdiam di dalam kota itu
jiwanya dalam ancaman," pinta Nawawi Kilat SH, anggota DPRD Sulawesi Tengah
asal Kabupaten Poso di Palu, Minggu.
Menurut Nawawi yang juga Wakil Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sulteng,
berdasarkan laporan terakhir yang diterima pihaknya dari Poso, kondisi kota
itu hingga Minggu petang semakin mencekam.
"Bentrok fisik antara massa Kelompok Merah dan Kelompok Putih semakin tak
terkendali, bahkan kini berlangsung di berbagai tempat dan melibatkan
ribuan massa dari kedua kelompok yang bertikai," katanya.
Permintaan pemberlakuan Siaga I juga disampaikan H Adnan Arsal, pemuka
agama di Kabupaten Poso. Arsal mengatakan ribuan jiwa warga muslim,
terutama wanita dan anak-anak yang masih menetap di rumah-rumah mereka dan
sejumlah lokasi penampungan di Kota Poso sedang terancam sebab ribuan massa
Kelompok Merah terus berdatangan dari sejumlah kecamatan di luar kota dan
melakukan penyerangan dari berbagai arah. "Semua jalan masuk ke Kota Poso
telah diblokade Kelompok Merah dan umat Islam setempat semakin terjepit,"
ujarnya.
Menurut Arsal, situasi tersebut terjadi selain karena aparat keamanan yang
ditugaskan mengatasi kerusuhan bersifat pasif, sebagian dari ribuan massa
Kelompok Merah melakukan penyerangan dan menusuk masuk ke dalam kota dengan
menggunakan senjata api.
Pjs Kapolres Poso Letkol Drs Andi Ahmad Abdi yang dihubungi per telepon
dari Palu mengakui kesulitan mencegah meluasnya kerusuhan di daerahnya,
sebab selain massa dari luar kota terus mengalir, masing-masing pihak yang
bertikai enggan menyelesaikan masalahnya secara musyawarah.
"Kami sudah berulang kali mengajak tokoh-tokoh mereka duduk satu meja
menyelesaikan secara musyawarah, namun hingga kini belum membuahkan hasil,"
katanya.
Abdi yang juga Kepala Direktorat Reserse Polda Sulteng mensinyalir adanya
konspirasi pihak luar untuk mengacaukan Kota Poso, seperti adanya pemasukan
senjata api rakitan, sehingga proses penyelesaian kerusuhan di daerah itu
berlarut-larut.
Kota Poso sejak pecah kerusuhan Selasa pekan lalu (23/5) dikuasai Kelompok
Putih. Kerusuhan ketiga kalinya ini dipicu oleh perbuatan sekelompok
"ninja" yang melakukan penyerangan mendadak ke kantong-kantong permukiman
muslim Selasa dini hari, mengakibatkan tiga warga tewas seketika dan enam
lainnya mengalami luka serius. (N-2)
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l