'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 2 Juni 2000
================================
- Presiden: Pertahankan Pancasila Habis-habisan
- Presiden: Bung Karno Penggali Pancasila
- Wapres Megawati: Kondisi Indonesia sangat Kritis
- Megawati: Rakyat makin Bingung
  * Elite Politik Jalan Sendiri-sendiri
- Marzuki Darusman Akui Memberi Masukan Sapuan
- Alwi Shihab Akui Pernah Telepon Kalla
- Pemerintah tak Akui Kongres Papua

---------------------- Luar Negeri -----------------------------
Clinton Berharap Indonesia Segera Membangun Ekonomi
-------------------------------------------------------------------

Presiden: Pertahankan Pancasila Habis-habisan
---------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid mengajak seluruh bangsa Indonesia agar secara
bersama-sama mempertahankan dasar negara Pancasila habis-habisan. Ajakan
ini disampaikan karena Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia sekaligus
dasar atau pokok kehidupan berbangsa. Dengan menggunakan Pancasila sebagai
jiwa bangsa dan titik tolak kehidupan bernegara, sebagai bangsa, kita bisa
memaksa orang lain untuk menghormati kita.
"Inilah yang dikehendaki Bung Karno. Kalau saya tak salah tafsir dan salah
paham tentang dia dan kalau memang ini yang benar, mari kita periksa semua
ini dengan hati jujur. (Dan) kalau ini memang benar yang dikehendaki Bung
Karno, ya, marilah kita pertahankan (Pancasila) habis-habisan karena Bung
Karno adalah milik kita semua," kata Presiden pada peringatan Hari Lahirnya
Pancasila di Gedung Pancasila Departemen Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/6).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/02/UTAMA/pres01.htm

Presiden: Bung Karno Penggali Pancasila
Ribuan Umat Islam Tasyakuran
-------------------------------------------------
JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan Bung Karno adalah penggali
Pancasila. Namun Pancasila bukan karya Bung Karno semata-mata, melainkan
hasil kerja kolektif. Bung Karno hanya mencarikan konsep para cendekiawan
Indonesia, seperti Muhammad Yamin dan Supomo, termasuk pendapat Bung Karno.
"Jadi kalau Bung Karno dikatakan sebagai penggali Pancasila benar,"
katanya.
Gus Dur juga menekankan kedudukan Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
dan bukan sekadar falsafah bangsa. Karena itu pemikiran atau paham apa pun
sesungguhnya tak bisa dipertentangkan dengan Pancasila.
Jadi, kata Gus Dur, Pancasila adalah akar dari negara kesatuan yang harus
ditempatkan pada jiwa setiap warga Indonesia. Selengkapnya:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/02/nas8.htm

Wapres Megawati: Kondisi Indonesia sangat Kritis
-------------------------------------------------------------
SEMARANG -- Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri mengatakan kondisi
Indonesia saat ini sangat kritis, khususnya dalam bidang ekonomi, politik,
dan keamanan. Sedangkan ancaman disintegrasi nasional sudah mencapai
tahapan sangat serius.
''Karena itu, [kondisi] ini harus ditangani secara mendasar dan lebih
bersungguh-sungguh,'' ujar Wapres saat membuka Munas II Forum Komunikasi
Nasional Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (FKMA-GMNI) di
Semarang kemarin. Selengkapnya:
http://www.republika.co.id/2006/02/20049.htm

Megawati: Rakyat makin Bingung
* Elite Politik Jalan Sendiri-sendiri
-------------------------------------------
Semarang (Bali Post) -
Wacana yang digulirkan elite politik akhir-akhir ini membuat masyarakat
bingung. Bahkan, banyak elite yang sekarang memimpin, dalam bidang dan
tingkat apa pun, seakan-akan mempunyai aspirasi dan kepentingan sendiri
yang berbeda dengan aspirasi masyarakat biasa.
Demikian sorotan Wakil Presiden Hj. Megawati Soekarnoputri ketika membuka
Munas Forum Komunikasi Nasional Alumni GMNI di Semarang, Kamis (1/6)
kemarin. Ia mengatakan, terjadinya konflik dan pertentangan di antaraelite
yang naik pada pascareformasi, mengakibatkan masyarakat makin hari kian
bingung, ke arah mana bangsa dan negara ini akan dibawa. Kebingungan
masyarakat itu, juga tampak mengenai bagaimana wujud penyelesaian demikian
banyak masalah berat yang sedang dihadapi dewasa ini.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/2/p5.htm

Marzuki Darusman Akui Memberi Masukan Sapuan
Rekening Penerima Dana Bulog Diblokir
-----------------------------------------------
JAKARTA - Setelah didesak terus-menerus oleh wartawan, Jaksa Agung Marzuki
Darusman SH akhirnya mengakui ''terlibat'' dalam pencairan dana yayasan
karyawan Bulog. Hal itu dikatakan Marzuki di sela-sela acara peluncuran
tabloid Ombudsman, Rabu malam lalu.
Mantan Ketua Komnas HAM itu menjelaskan, telah terjadi beberapa kali
pertemuan dengan Sapuan yang menjabat Wakil Kepala Bulog sebelum pencairan
dana Rp 35 miliar. Dalam beberapa pertemuan itu, kata Kiki -panggilan akrab
Marzuki, dia terlibat sebatas memberikan konsultasi atau masukan ke Sapuan.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/02/nas2.htm

Alwi Shihab Akui Pernah Telepon Kalla
-----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab, Rabu (31/5), membenarkan pengakuan
mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Jusuf Kalla bahwa dirinya
pernah menelepon Kalla untuk menanyakan rumor soal pencairan dana yang
dilakukan oleh Wakil Kepala Bulog Sapuan. Namun, ia juga kembali
menandaskan dirinya sama sekali tak terlibat dalam kasus korupsi dana Bulog
Rp 35 milyar itu.
Namun, pengakuan Shihab soal waktu dilakukannya hubungan telepon ini agak
kontradiktif dengan pengakuan Kalla. Sebab, menurut Kalla, ia dihubungi
Shihab beberapa pekan sebelum masalah tersebut sempat menjadi rumor atau
meledak ke permukaan.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/02/utama/alwi01.htm

Pemerintah tak Akui Kongres Papua
------------------------------------------
JAKARTA -- Pemerintah Indonesia tidak mengakui Kongres Nasional Papua 29
Mei-3 Juni 2000 di Jayapura. Alasan pemerintah, penyelengaraan kongres itu
bertentangan dengan prinsip-prinsip negara kesatuan Republik Indonesia.
''Pemerintah tidak mengakui segala kegiatan yang bertentangan dengan
prinsip itu,'' tutur Sekretaris Kabinet Marsilam Simanjuntak dalam jumpa
pers usai sidang kabinet yang dipimpin Presiden Abdurrahman Wahid Rabu
(31/5) di Bina Graha.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2006/02/20052.htm

---------------------- Luar Negeri -----------------------------
Clinton Berharap Indonesia Segera Membangun Ekonomi
-------------------------------------------------------------------
Lisabon, Kompas
Presiden Clinton dari AS mengharapkan Indonesia dapat segera mengatasi
persoalan politik di Indonesia agar bisa segera melakukan pembangunan
ekonomi. "Akan menjadi nilai tambah bila Indonesia segera bisa memulai
membangun ekonominya," kata Bill Clinton dalam jumpa pers bersama PM
Portugis Antonio Guterres yang juga Ketua Dewan Eropa dan Ketua Komisi Uni
Eropa Romano Prodi di taman dari Istana Nasional di Queluz, sekitar 15 km
dari Lisabon, hari Rabu (31/5) lalu.
"Dan perlu Anda ketahui bahwa sebelum jumpa pers ini, Menlu Portugal Jaime
bertolak ke Jakarta," sambung Guterres dalam jumpa pers yang menyampaikan
hasil-hasil pertemuan puncak AS-Uni Eropa.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/02/LN/clin02.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke