'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Sabtu, 3 Juni 2000
================================
* Polisi akan Panggil Orang Istana
* Dan Presiden pun Pusing
* Poso Masih Rusuh, Ribuan Mengungsi
* Sapuan: Kunci Buloggate di Gus Dur dan Suwondo
* Pemimpin GAM Tewas Ditembak di Malaysia
* Utang Pemerintah Naik Jadi 134 Miliar Dolar
*Disita 4 Kg Bahan Peledak di Rumah Helta
  - Ada Kaitan Laskar Jihad dan Kasus Nganjuk
* Universitas Surabaya Diancam Bom
* Pemerintah tidak Lagi Menjadi Panglima
============================================

Polisi akan Panggil Orang Istana
---------------------------------------
Jakarta, Kompas
Polisi kemungkinan besar akan segera memanggil "orang-orang" Istana Merdeka
yang diduga terlibat atau mengetahui seputar raibnya Rp 35 milyar dana
Yayasan Bina Sejahtera (Yanatera) Badan Urusan Logistik (Bulog). Sedangkan
dalam kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Markas Besar Kepolisian
RI (Mabes Polri), Provost Mabes Polri akan segera memanggil tiga jenderal
yang diperkirakan terlibat kasus itu. Demikian diungkapkan Kepala Polri
Jenderal (Pol) Rusdihardjo yang ditanya wartawan seputar dua kasus
tersebut, di sela-sela acara syukuran kenaikan pangkat Rusdihardjo, di
rumah dinas Kepala Polri, Jumat (2/6) siang. Sebelum kenaikan pangkat itu,
Rusdihardjo menerima surat keputusan perpanjangan tugasnya di Polri, selama
satu tahun ke depan, sampai Juni 2001.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/03/UTAMA/poli01.htm

Dan Presiden pun Pusing
-----------------------------
CIANJUR -- Apa komentar Presiden Abdurahman Wahid soal Buloggate? ''Jangan
tanya soal Bulog ke saya, tanya saja ke yang lain,'' kata Wahid dengan gaya
khasnya dalam acara Rembug Paripurna Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA)
Nasional di Hotel Setia Cipanas Cianjur, kemarin.
Abdurrahman mengaku kasus ini telah membuatnya pusing kepala. Tak urung,
pengakuan ini membuat peserta pertemuan tergelak.
Boleh jadi, kepala Presiden akan makin pusing mendengar komentar pedas
berbagai kalangan menanggapi kesaksian Sapuan di depan Komisi III DPR
kemarin. Nurcholish Madjid, tokoh yang selama ini sering berbicara lembut
menyangkut Presiden Abdurrahman Wahid, meminta agar jangan ada kompromi
dalam kasus Buloggate.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2006/03/20188.htm

Poso Masih Rusuh, Ribuan Mengungsi
--------------------------------------------
PALU -- Pertikaian antara umat Islam dan Kristen di Poso -- 225 km dari
Palu, Ibukota Sulawesi Tengah -- yang berlangsung sejak Kamis pekan lalu
hingga kemarin terus berlangsung. Informasi yang didapat dari Poso kemarin,
11 nyawa kembali melayang akibat pertikaian itu, sementara ribuan warga
mengungsi.
''Adik saya Syamsuddin menelepon dari Poso, hari ini (2/6) ditemukan empat
mayat di dekat rumahnya dan tujuh mayat yang mengambang di kuala [sungai]
Poso,'' ujar Abbas, warga Poso yang kini tinggal di Palu kepada wartawan.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2006/03/20187.htm

Sapuan: Kunci Buloggate di Gus Dur dan Suwondo
------------------------------------------------------------
JAKARTA -- Sapuan, mantan Wakabulog yang mencairkan dana Rp 35 miliar
akhirnya 'bernyanyi' nyaring mengungkap skandal itu. Dalam pertemuan dengan
DPR di Jakarta kemarin, Sapuan menegaskan bila ingin tahu persis kasus
Buloggate, kuncinya ada pada Presiden Abdurahman Wahid dan Suwondo. ''Kunci
kasus Bulog itu pada Gus Dur dan Suwondo. Jadi tanya saja ke mereka,''
katanya.
Kesaksian Sapuan di depan Komisi III DPR ini berlangsung sejak pukul 10:00
WIB hingga 17:20 WIB.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2006/03/20179.htm

Pemimpin GAM Tewas Ditembak di Malaysia
-----------------------------------------------------
KUALA LUMPUR - Seorang pemimpin Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang hidup dalam
pengasingan di Malaysia, dikebumikan Jumat kemarin di pinggiran Kuala
Lumpur, ibu kota Malaysia.
Teuku Don Zulfahri tewas ditembak orang tidak dikenal pada Kamis lalu,
ketika makan bersama tiga rekannya di sebuah restoran di kota Ampang, tak
jauh dari Kuala Lumpur.
Kantor berita Reuters yang mengutip penjelasan salah seorang rekan korban,
mengatakan, Zulfahri ditembak tiga kali dari jarak sangat dekat. Rekan itu
menduga, pembunuhan tokoh GAM tersebut ''bermotif politik''.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/03/nas7.htm

Utang Pemerintah Naik Jadi 134 Miliar Dolar
-------------------------------------------------------
JAKARTA - Utang pemerintah bertambah dari 53 miliar dolar AS atau 23%
produk domestik bruto (PDB) pada saat sebelum krisis, menjadi 134 miliar
dolar AS (83% PDB) pada awal tahun 2000.
Kenaikan jumlah utang tersebut, menurut ringkasan eksekutif dari laporan
Bank Dunia berjudul "Indonesia: Managing Government Debt and Its Risks" di
Jakarta, Jumat, karena ada gabungan kesalahan kebijakan masa lalu yang
ditambah krisis ekonomi, dan bukan karena pengeluaran baru.
Disebutkan, hampir tiga perempat pertambahan utang tersebut merupakan utang
dalam negeri yang harus dibayar untuk restrukturisasi perbankan.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/03/nas4.htm

Disita 4 Kg Bahan Peledak di Rumah Helta
* Ada Kaitan Laskar Jihad dan Kasus Nganjuk
-------------------------------------------------------
Yogyakarta (Bali Post) -
Penyidikan kasus granat di Nganjuk kini makin terbuka, menyusul
ditemukannya 4 kg bahan peledak di rumah Helta -- korban meninggal kasus
Nganjuk. Bahkan, dari penemuan itu diindikasikan kasus Nganjuk ini ada
kaitannya dengan laskar jihad.
Empat kilogram bahan peledak berupa bubuk mesiu yang terbungkus dalam empat
plastik yang dicampur dengan bahan peledak mercon, Jumat (2/6) kemarin
disita aparat Polres Sleman dari rumah Helta (34), warga Dusun Wulungan
Kecamatan Turi Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/3/p1.htm

Universitas Surabaya Diancam Bom
-------------------------------------------
Surabaya (Bali Post)-
Surabaya kembali diancam bom. Universitas Surabaya (Ubaya) di Jalan
Tenggilis Jumat (2/6) kemarin tiba-tiba mendapat telepon gelap. Telepon
yang diterima operator Ubaya, Siti Syamsi, intinya memberitahukan telah
dipasang bom di ruang PX dan perpustakaan yang segera meledak.
Telepon gelap pertama yang diterima pukul 10.30 semula tidak ditanggapi.
Namun ketika penelepon gelap datang lagi 15 menit kemudian, barulah Siti
Syamsi, memberitahukan kepada petugas satpam, yang kemudian menyampaikan ke
Rektor Ubaya, Drs. Anton Priyatna.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/3/n1.htm

Pemerintah tidak Lagi Menjadi Panglima
------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan, pada dasarnya pemerintah menjadi
pendorong kegiatan masyarakat untuk membangun dirinya sendiri. Pemerintah
tidak lagi menjadi panglima, melainkan menjadi orang tua yang mendorong
masyarakat. Kalau masyarakat ingin dewasa, masyarakat harus berani berbeda
pendapat namun tetap harus bersabar.
Presiden mengatakan hal itu pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
Nasional XIX di Bukit Jabal Nur, Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat
(2/6) malam. MTQ akan berlangsung sampai tanggal 9 Juni 2000. "MTQ
hendaknya dijadikan ajang untuk berbeda pendapat. Ini penting sekali sebab
terkadang kita memahami Al Quran secara tidak tepat," kata Presiden.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/03/utama/peme01.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke