''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 12 Juni 2000 ================================ *Gus Dur Dapat Melihat dengan Bantuan Microchip *Siklus Gempa Dahsyat di Bengkulu tiap Satu Abad *Dua Tewas, Dua orang luka-luka dalam insiden Hative Kecil *Anggota DPRD Tewas Mengenaskan ++++++++++ Gus Dur Dapat Melihat dengan Bantuan Microchip ---------------------------------------------------- Presiden Abdurrahman Wahid, pekan lalu, kembali melakukan pemeriksaan mata untuk kelima kalinya di AS. Dua pemeriksaan sebelumnya dilakukan sebelum ia menjabat presiden. Menurut Yusuf Misbach, salah satu dokter kepresidenan yang menyertai Gus Dur, pemeriksaan kali ini dilakukan guna menindaklanjuti pemeriksaan sebelumnya. Saat pemeriksaan terakhir, Nopember 1999, tim dokter dari klinik mata Moran Eye Center menyimpulkan, 20 persen penglihatan Gus Dur masih dapat disembuhkan. "Jadi, sekarang, Gus Dur kembali mengecek kemungkinan itu," ujar Yusuf. Selain ke Moran Centre, Gus Dur juga akan melakukan pemeriksaan ke Wilmar Eye Institute, John Hopkins Hospital, Baltimore, dan Maryland. Wilmar Institute dikabarkan sedang mengembangkan teknologi baru, yang memungkinkan orang buta dapat kembali melek. Cukup dengan menanamkan sebuah microchip di otak dan kamera di mata, pasien pun dapat melihat lagi. Menurut informasi, pemasangan alat penglihatan buatan tersebut sudah berhasil menyembuhkan 15 pasien. Kabarnya, Gus Dur juga tertarik untuk mencobanya. "Itu yang akan kita cek di sana," ujar Yusuf. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,20084,00.html SIKLUS GEMPA DAHSYAT DI BENGKULU TIAP SATU ABAD --------------------------------------------------------- Bengkulu, 11/6 (ANTARA) - Siklus gempa dahsyat di Bengkulu terjadi setiap satu abad dan menimbulkan jiwa serta kerugian materi cukup besar. Pada buku Sejarah Bengkulu periode 1500-1990 yang ditulis Abdullah Saleh terbitan Balai Pustaka di halaman 74 disebut pada 1818, seminggu sebelum kedatangan Thomas Stanford Rafles terjadi gempa dahsyat yang mengakibatkan seluruh bangunan di Bengkulu rata dengan tanah, kata Dosen Universitas Bengkulu, Tantawi Jauhari, di Bengkulu, Minggu. Persis 96 tahun kemudian, tepatnya 26 Juni 1914 terjadi lagi gempa dahsyat. Saat itu, tulis Abdullah, pada halaman 134, Kantor Residen, toko buku, dan rumah jaksa roboh. Akibat gempa pada 1914 itu sedikitnya 23 orang meninggal. Kemudian pada 4 Juni 2000 pukul 23.28 Wib Minggu, sedikitnya mengakibatkan 96 korban meninggal, ratusan luka berat dan ribuan luka ringan, serta ribuan bangunan rumah, kantor, rumah ibadah, jalan jembatan, irigasi, dan infrastuktur lainnya rusak. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000611140241D110057 DUA TEWAS, DUA ORANG LUKA-LUKA DALAM INSIDEN HATIVE KECIL --------------------------------------------------------------------------- - Ambon, 12/6 (ANTARA) - Sedikitnya dua warga sipil meninggal dunia dan dua lainnya menderita luka-luka ketika terjadi kerusuhan antar warga di kawasan Desa Hative Kecil Atas, Kecamatan Sirimau (kodya Ambon), Senin subuh. Sesuai pemantauan ANTARA Ambon, dua warga sipil yang tewas namun belum teridentifikasi itu akibat mengalami luka bacok dan dan luka panah, sementara dua korban lainnya mengalami luka tembak di kaki kiri dan teridentifikasi bernama Steven Usmany. "Memang ada satu korban yang dibawa ke sini tapi identitasnya tidak ada, dan kami juga menerima satu korban yang menderita luka tembak di kaki, namun satu korban luka lainnya tidak dibawa ke Rumah Sakit," kata dr. Yanto dari Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Halong Ambon. Insiden di Hative Kecil Atas itu "pecah" sejak Senin sekitar pukul 04.30 WIT, dimana sekelompok massa melakukan aksi penyerangan dari Kampung Wara dan kawasan Aster Tantui sehingga sempat terjadi kontak fisik antara warga selama beberapa saat. Namun kontak fisik itu akhirnya dapat dihentikan dengan masuknya pasukan keamanan dari satuan Brimob dan Marinir dengan menggunakan kendaraan lapis baja untuk menghalau para penyerang. "Korban luka-luka agaknya lebih banyak dari yang diperkirakan karena rentetan tembakan aparat keamanan yang melakukan penghalauan, namun yang disayangkan adalah petugas keamanan dari Yonfi 733 BS yang melakukan penjagaan di kawasan Wara tidak menghalau aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok massa," kata beberapa saksi mata. Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di lokasi kejadian sudah agak mereda dengan masuknya aparat keamanan, dan kelompok massa yang melakukan penyerangan telah kembali mendaki kawasan perbukitan. Situasi dalam kota Ambon pun mulai menghangat dengan adanya konsentrasi massa di kawasan jalan A.Y Patty dan jalan Said Peintah (sumber: Antara) Anggota DPRD Tewas Mengenaskan ------------------------------------------ TEMPO Interaktif, Tapaktuan: TEMPO Interaktif, Tapaktuan: Seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aceh Selatan, Harun Aldi, 57, ditemukan masyarakat tewas dalam keadaan mengenaskan. Tubuh Harun didapati warga desa di kawasan desa Ruak, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, Minggu (11/6) pagi. Harun, yang juga Ketua DPC PDIP Aceh Selatan, diduga tewas ditembak anggota GBPK (istilah kepolisian untuk GAM). Pada tubuh korban terdapat luka tembak di bagian pelipis dan sejumlah luka tusuk pada bagian punggung. Menurut Waka Polres Aceh Selatan, May. Drs. Supriadi Djalal, korban hari Minggu kemarin mengendarai sepeda motornya dan diperkirakan bermaksud pergi ke Kotafajar. Kebetulan hari itu merupakan hari pekan (hari pasar rakyat). Namun sekitar pukul 07:00 WIB, beberapa warga menemukan korban tewas berlumuran darah di pinggir jalan kawasan setempat, dekat sepeda motor Kawasaki yang sebelumnya ia kendarai, sekitar satu kilometer dari rumahnya. Aparat keamanan yang menerima laporan, kata Kapolres, segera meluncur ke TKP dan bersama masyarakat melakukan evakuasi korban untuk divisum di Puskesmas Kotafajar dan selanjutnya diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan. ''Motifnya masih dalam penyelidikan," ucap Supriadi. (sumber: Tempo Online) ++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
