************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Buntut Pertikaian Ambon Korban Tewas Jadi 23 Orang -------------------------------- Reporter: Tri Hartanto detikcom - Jakarta, Korban tewas akibat pertikaian di Ambon terus bertambah menjadi 23 orang. Saat ini, suasana Ambon masih genting. Kontak senjata antara pihak yang bertikai masih terus berlangsung. Menurut sumber AJI di Ambon, sampai pukul 20.35 WIT, korban tewas bertambah menjadi 23 orang, termasuk salah seorang aparat TNI. Konflik di Kotamadya Ambon sendiri, saat ini sudah meluas sampai ke daerah Wayhoka Karang Panjang Kecamatan Sirimawu. Sementara Komandan Batalyon 303 Kostrad Kolonel Irfan Koesnaedi yang nyaris tewas akibat peluru nyasar dari anggotanya sendiri, kini telah dikirim ke Jakarta pada pukul 15.00 WIT. Kolonel Irfan terkena tembakan di bagian kepalanya dan dalam keadaan kritis. Menurut sember AJI, konflik tersebut bermula dari dihadangnya mobil polisi yang bermuatan tiga orang perwira polri, Selasa (16/5/2000) pukul 16.50 WIT. Penghadangan itu, akhirnya mengundang bentrok massa antara kelompok hijau dan merah di kawasan Mahardika. Bentrokan massa terus berkepanjangan. Bahkan sampai jam 23.00 WIT, bentrokan berbau SARA ini masih belum dapat ditenangkan. Bahkan, terus berlanjut sampai Rabu (17/5/2000). Konflik senjata saat itu, berlangsung di sekitar Jl. AM Sangaji, Jl. AY Pati, Jl. Tamaela, Jl. Pahlawan Revolusi, Jl. Anthoni Ribok dan seputar kawasan Merdeka Batu Merah. Masalah lain yang timbul dari konflik tersebut, menurut sumber tersebut, gara-gara aparat 509 dan 405 Kostrad mengerahkan 6 buah panser yang berusaha mengisolir daerah konflik. Masing-masing sebanyak tiga panser menghadang pengumpulan massa di kawasan Ayepatti dan AM. Sangaji serta massa yang berada di Jl Anthoni Ribok, JL. Pahlawan Revousi dan Jl. Tamaela. Sementara itu, saat ini anak-anak dan wanita telah diungsikan ke pinggiran kota Ambon. Dan pada saat berita ini diturunkan, telah terjadi bentrokan sesama aparat Linud 7033 BS Brimob dengan kesatuan organik yang ditugaskan mengamankan tempat kejadian. Namun, sampai saat ini, penyebab pertikaian itu masih belum diketahui. ========================== SUARA PEMBARUAN DAILY Bentrokan Antarwarga di Ambon Terjadi Lagi ------------------------------------------------------- Jakarta, 17 Mei Situasi kota Ambon kembali mencekam setelah terjadi bentrokan antarwarga yang dimulai Selasa (16/5) sore. Dalam bentrokan yang berlangsung sampai Rabu (17/5) siang, tercatat 17 orang luka kena tembak, dua di antaranya petugas Kodam Pattimura dan Polda Maluku. Staf Dinas Penerangan Kodam XVI Pattimura, Kapten Sutarno ketika dihubungi Pembaruan lewat telepon Rabu (17/5) siang mengakui, situasi Ambon kembali mencekam dengan terdengarnya suara tembakan di beberapa bagian kota. Tembakan tersebut belum diketahui dari mana asalnya karena pemantauan sedang dilakukan oleh aparat keamanan. '' Kami belum bisa menjelaskan, apakah tembakan itu dari masyarakat atau dari petugas,'' kata Sutarno sambil menambahkan bahwa korban yang terkena tembakan tercatat 17 orang, dua di antaranya petugas. Dikatakan, aparat keamanan dari Polda Maluku dan Kodam Pattimura masih terus berupaya untuk menenangkan massa yang bertikai. Apa penyebab pertikaian tersebut, belum diketahui. Yang pasti, suara tembakan terdengar gencar dan tidak diketahui apakah dari petugas keamanan atau masyarakat. Sementara itu, laporan koresponden Pembaruan dari Ambon menyebutkan, ratusan warga kembali mengungsi ke tempat-tempat aman seperti gereja dan mesjid untuk menghindar dari sasaran amukan massa yang bertikai. Kawasan yang sampai Rabu pagi masih menjadi lokasi bentrokan adalah simpang empat Sultan Haruku-AJ Patty, Jalan Antony Ribok, Jalan AM Sangaji, simpang empat Tugu Trikora. Suara tembakan yang gencar menyebabkan warga Kota Ambon mengungsi ke tempat aman. Mereka tidak ingin menjadi korban dari tembakan yang tidak diketahui dari mana asalnya. (WM/U-2) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
