''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 09 Juni 2000 ================================ @ Tim penyelamat Taiwan menuju Bengkulu @ Presiden akan Bubarkan BI @ Panda Nababan: Syahril Tak Punya Rasa Malu @ Dewi Soekarno Diperiksa Polisi @ Mahasiswa Papua di DIY Dukung Hasil Kongres Papua @ Presiden Ajak Bangsa Asia Bersatu @ Menyakitkan, Banyak Korban untuk Goyang Bapak ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ------------------------------------------------- Tim penyelamat Taiwan menuju Bengkulu ------------------------------------------------ satunet.com - Regu penyelamat dari Taiwan hari Jumat diharapkan tiba di Bengkulu yang hari Minggu lalu dilanda gempa mematikan. Tim yang terdiri dari ahli bedah, dokter gigi, perawat dan relawan tersebut diorganisir oleh Luchu Club, organisasi dokter swasta di Taiwan. Organisasi sudah lama menawarkan bantuan kepada orang-orang tidak mampu di pulau tersebut maupun para pengungsi di seluruh dunia. Liu Chi-chun, pemimpin kelompok ini, mengatakan bahwa pihaknya hanya menawarkan layanan medis tambahan kepada para korban gempa karena mereka hanya membawa peralatan serta obat-obatan. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/09/17546.html Presiden akan Bubarkan BI --------------------------------- JAKARTA -- Ketua DPR RI Akbar Tanjung mengakui dan membenarkan pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ingin membubarkan BI, seperti dipaparkan dalam catatan Gubernur BI Syahril Sabirin. Pernyataan itu disampaikannya ketika pergelaran Wayang Kulit di Gedung DPR RI, 20 Mei lalu. ''Gus Dur bilang, kalau persoalan BI tidak cepat diselesaikan, saya akan bubarkan BI,'' kata Akbar menirukan pernyataan Abdurrahman saat itu. Tapi, menurut Akbar yang ditemui wartawan di Jakarta kemarin, pernyataan Presiden itu tidak ditanggapinya karena saat disampaikan sambil menonton pergelaran wayang. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2006/09/20607.htm Panda Nababan: Syahril Tak Punya Rasa Malu ------------------------------------------------------- Reporter: Budi Santosa detikcom - Jakarta, Guna mempercepat dan mempermudah penyelesaian kasus Buloggate Syahril Sabirin harus mundur dari jabatan Gubernur BI. Kalau Syahril tak mau mundur, selain akan mengganggu pemeriksaan juga menunjukkan Syahril tak punya rasa malu. "Syahril harus mundur, karena dia saat ini statusnya sudah tersangka," kata Panda Nababan, anggota komisi II DPR RI kepada detikcom, Jum'at(9/6/2000). Selengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/06/09/200069-080807.shtml Dewi Soekarno Diperiksa Polisi -------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Istri mendiang mantan Presiden Soekarno, Dewi Soekarno, Kamis (8/6) kemarin memenuhi panggilan polisi di Polda Metro Jaya. Dewi diperiksa sebagai saksi pelapor atas gugatan penganiayaan oleh Warsito -- pemilik majalah Indonesian Watch On. Dewi yang mengenakan baju renda coklat muda datang ke Polda Metro Jaya didampingi pengacaranya, Petrus Balla Patyona, Kamis kemarin. Wanita yang banyak membawakan acara TV di Jepang tersebut diperiksa Kanit Kejahatan dan Kekerasan Mayor Darmo Parenkum. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/9/n5.htm Mahasiswa Papua di DIY Dukung Hasil Kongres Papua ----------------------------------------------------------------- Reporter: Nenden NF detikcom - Yogyakarta, Siapa saja boleh menolak hasil Kongres Papua, tapi tidak bagi Mahasiswa Papua di Yogyakarta. Mereka yang berjumlah sekitar 3000 orang dan tersebar di berbagai perguruan tinggi, mendukung sepenuhnya hasil Kongres Papua. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Gerakan Mahasiswa Pemuntut Pelanggaran Hak Azasi Manusia Timotius You kepada detikcom di Asrama Mahasiswa Papua di Jl. Kusumanegara, Yogyakarta, Kamis (8/6/2000). "Kami mahasiswa Papua, khususnya yang berada di Yogyakarta, dan umumnya di Indonesia mendukung 100 % hasil Kongres Papua. Kami menuntut pengakuan kedaulatan Papua 1 Desember 1961," ujar Timotius mantap Selengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/06/09/200069-051205.shtml Presiden Ajak Bangsa Asia Bersatu ------------------------------------------ GUS DUR - HOWARD : Presiden KH Abdurrahman Wahid bertemu PM Australia John Howard kemarin di Tokyo, Jepang. Pertemuan itu berlangsung setelah keduanya menghadiri pemakaman mantan PM Jepang Keizho Obuchi. (Foto:Suara Merdeka/rtr-55b) TOKYO - Negara-negara di Asia, menurut pendapat Presiden Abdurrahman Wahid, harus segera bersatu dan saling membantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat ini. Berpidato sebagai pembicara kunci dalam seminar bertema "Masa Depan Asia, Kebangkitan Asia: Tantangan Milenium Baru" di Tokyo, kemarin, Gus Dur juga mengatakan, bangsa-bangsa di Asia memerlukan cara kolektif untuk bekerja sama di tengah perbedaan. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/09/nas2.htm Menyakitkan, Banyak Korban untuk Goyang Bapak ----------------------------------------------------------- AGAK sulit sekarang mewawancarai keluarga Istana. Apalagi menanyakan soal kasus Bulog. Suara Merdeka beruntung bisa bertemu dan berdialog akrab dengan Alisa Qortrunnada Munawarah atau Lisa, putri sulung Gus Dur, di Studio TPI, Jakarta, di sela-sela syuting Jaya Suprana Show, Selasa lalu. Apa komentar sarjana psikologi yang juga aktif menyelesaikan soal Maluku itu mengenai kondisi psikologis Gus Dur saat diguncang kasus Suwondo? Berikut petikan perbincangan dengannya. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/09/nas13.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
