************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Para pembaca yang budiman, Kerusuhan di Galela - Halmahera terjadi kembali pada hari ini (19/06/2000). Berikut ini kami sampaikan berita yang kami terima dari Crisis Center GMIH (Halmahera) tentang peristiwa penyerangan oleh pasukan Jihad terhadap warga Kristen di Duma, Kecamatan Galela. Tetaplah berdoa atas penderitaan yang dialami oleh saudara-saudari kita di sana. Salam dan doa, Eskol Net ------------ TRAGEDI DUMA KEC. GALELA Senin, 19 Juni 2000 Pukul 10.00 WIT pasukan Jihad menyerang pemukiman Kristen di desa Duma, Kec. Galela, Maluku Utara. Penyerangan dilakukan Jihad yang berkekuatan 5000-7000 personil itu, melewati arah timur daerah pekuburan masyarakat Duma. Pertempuran terjadi pada kedua belah pihak, namun karena jumlah yang tidak seimbang, maka pihak Kristen (Pasukan Merah) tidak dapat bertahan mengakibatkan pasukan Jihad dapat menguasai sebagian desa dan membakar perumahan penduduk dan rumah ibadah. Keterangan operator HT yang ada di desa Dokulamo, Galela, J. Letfaar bahwa ada ibu-ibu dan anak-anak yang ditawan pasukan jihad. "Ibu-ibu dan anak-anak di bawa pasukan jihad denga mobil truk ke Soa-Sio", ungkapnya. Selain itu keterangan Letfaar bahwa pada saat pertempuran berlangsung aparat keamanan Brawijaya 512 yang bertugas mengamankan daerah Galela tidak bertindak netral dan tegas. Buktinya perusuh seenak saja memasuki daerah pemukiman Merah. "Kalau mereka (aparat) netral dan tegas tidak mungkin Jihad bisa lolos karena aparat sebagian besar ada di Soa Sio dan perbatasan Merah dan Putih" tambah Let. Pukul 12.00 WIT kurang lebih 100 (seratus) warga Galela yang mengungsi di Tobelo mengadakan demonstrasi kepada komandan Brawijaya 512 di Kompi C-732 Tobelo. Massa yang terdiri dari ibu-ibu, pemuda, anak-anak dan lansia itu menuntut agar tawanan yang dibawa ke Soa Sio itu segera diamankan dan dievakuasi ke Tobelo. Selain itu mereka juga menuntut agar pasukan jihad yang datang dari luar Galela/Halmahera segera ditindak tegas dan diperintahkan angkat kaki dari tanah Galela/Halmahera. Jika hal itu tidak dilakukan aparat, biarkan pasukan Merah dari Tobelo dan Kao membantu saudara-saudari kami yang korban di Galela. "Kami minta agar aparat membiarkan pasukan kami dari Tobelo dan Kao membantu saudara-saudari kami yang dibantai; kalau aparat tidak mampu mengusir jihad, biarkan kami yang membantu" tutur ibu-ibu dan pemuda dihadapan aparat Brawijaya dan Kompi C-732 sambil menangis. Selain itu ungkap seorang Bapak asal Galela, H. Thomas, sangat menyesali tindakan aparat keamanan yang tidak mampu menghalau jihad dari luar Galela. "Kalau jihad dari luar masuk, tidak dihalau. Tetapi kalau Merah dari Tobelo datang untuk membantu saudara-saudarinya yang korban di Galela dihalau malah ditembak. Dimanakah keadilan itu dan kebenaran ?" cetusnya. Menyangkut kehadiran pasukan Jihad di Galela sesuai keterangan Komandan Satgas Intel, Paulus Pasaribu di Tobelo, bahwa mereka berada di Galela sejak tanggal 18 Juni 2000 yang diperkirakan 500 (lima ratus) orang dan bermukim di Restika, perumahan PT GAI, Galela. Ssebenarnya langkah yuang tepat untuk memblokade mobilisasi Jihad dari luar Halmahera adalah operasi perairan dengan kapal perang seperti yang pernah dilakukan beberapa minggu yang lalu. Kerugian akibat penyerangan ini: 1. Gedung Gereja satu unit 2. Perumahan penduduk diperkirakan 200 unit. 3. Korban jiwa belum dapat dipastikan namun menurut operator yang disampaikan lewat HT bahwa cukup banyak korban di gedung Gereja karena mereka berlindung disana. Laporan Crisis Centre GMIH Ketua ttd Pdt. S. Puasa P.M.Th Sekretaris ttd Pdt. Jerda Djawa, M.Th "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
