'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Sabtu, 24 Juni 2000
================================
<> Pertikaian di Ambon 11 meninggal, 36 luka-luka
<> Ambon Kian Mencekam, 20 Orang Tewas
<> Hari-hari Ini, Batas Kesabaran untuk Pengacau Ambon
<> F-PDIP minta pemerintah berlakukan darurat sipil di Ambon
<> Pemerintah harus tindak tegas provokator di Porsea, SUMUT
<> Korban gempa Bengkulu butuh bahan bangunan

PERTIKAIAN DUA HARI DI
AMBON 11 MENINGGAL, 36 LUKA-LUKA
--------------------------------------------------
Ambon, 23/6(ANTARA)- Pertikaian antarwarga bernuansa SARA di Ambon selama
dua hari terakhir ini mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, 36 luka
berat/ringan.
Sedangkan asrama Brimob/Polisi, Rumah Sakit (Polisi), Rumah Kaditlog Polda
Maluku, Kantor Kanwil BPN, tiga tempat ibadah dan puluhan rumah penduduk di
kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau (Kodya Ambon), terbakar.
ANTARA Ambon yang melakukan pemantauan, Jumat dini hari, melaporkan 11
orang meninggal terdiri atas lima aparat keamanan yakni dua personil Brimob
dan tiga lainnya anggota TNI serta enam warga sipil.
Dua dari 11 meninggal dan delapan lainnya yang merupakan warga sipil
meninggal saat menggunakan transportasi speedboat di teluk dalam Ambon,
Kamis siang (22/6), sekitar pukul 13:00-13:30 WIT.
Korban tidak hanya terjadi saat pertikaian di kawasan Tantui tapi juga di
Perigilima, Kecamatan Nusaniwe (Kodya Ambon), Kamis siang. Mereka yang
cedera yakni anggota polisi, Tuan Robinus Suryadi (23) dengan luka robek
lengan kiri tembus dada kiri dan tangan kanan bagian atas terluka serpihan
bom rakitan sehingga menjalani perawatan di RSUD Dr Haulussy.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000623105300D230155

Ambon Kian Mencekam, 20 Orang Tewas
-------------------------------------------------
 Ambon - 24 Jun 00 07:00 WIB (Astaga.com)
Sedikitnya 20 orang tewas dan seratus orang lainnya menderita luka berat
dan ringan sepanjang kerusuhan antarkelompok secara sporadis di kota Ambon,
Jumat dinihari(23/6), sekitar pukul 04.30 WIT hingga malam hari. Keduapuluh
orang tewas ini sebagian besar terkena tembakan aparat keamanan yang
menghalau kedua kelompok untuk saling menyerang. Sebagian lainnya tewas
tertembak saat terjadi kontak fisik.
Di RSUD Dr Haulussy korban tewas teridentifikasi 10 orang dan 50 lainnya
mengalami luka berat atau ringan. Sedangkan di RS Pangkalan TNI-AL (Lanal)
Ambon, dua orang tewas dan 30 luka. Sementara di RS Bersalin Al-Fatah
Ambon, tercatat delapan orang tewas dan 20 orang mengalami luka berat dan
ringan.
Situasi mencekam ini diperuncing dengan pembakaran puluhan rumah penduduk,
sejumlah unit perkantoran, tempat ibadah dan sebagian ruangan kampus di
kawasan Talake, Perigilima dan Tantui. Aksi ini praktis membuat kota Ambon
tertutup asap. Selengkapnya:
http://www.astaga.com/Article/0,4536,21876,00.html

Hari-hari Ini, Batas Kesabaran untuk Pengacau Ambon
-----------------------------------------------------------------
 Jakarta - 23 Jun 00 14:20 WIB (Astaga.com)
Presiden Abdurrahman Wahid mengingatkan, tindakan pengacau di Maluku sudah
terlalu jauh dan pemerintah mempunyai batas kesabaran untuk menghadapi.
Apabila kesabaran sudah hilang, pemerintah akan mengambil tindakan tegas.
Hari-hari ini batas kesabaran pemerintah untuk pengacao di Ambon. Kepala
negara menegaskan itu, pada dialog setelah jumatan di masjid Jami Al
Munawwaroh, di Ciganjur, Jumat (23/6), di Jakarta.
Pernyataan Gus Dur ini berkaitan dengan pertanyaan seorang umat Ujang yang
hadir dalam dialog tersebut. Ujang menanyakan, mengapa Maluku sekarang
menjadi ladang pembantaian umat manusia. Apa yang sesungguhnya terjadi di
sana? Siapa yang mengambil keuntungan dari kerusuhan itu dan apakah
pemerintah mempunyai formula khusus untuk mengatasinya?
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,21822,00.html

F-PDIP MINTA PEMERINTAH
BERLAKUKAN DARURAT SIPIL DI AMBON
--------------------------------------
Jakarta, 23/6 (ANTARA) - Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) DPR mendesak
pemerintah segera mengambil sikap tegas dengan memberlakukan darurat sipil
di Propinsi Maluku, terutama di kota Ambon.
"Sikap ini kami ambil setelah mencermati memburuknya keadaan terakhir di
Ambon serta dalam upaya mencegah jatuhnya korban lebih besar lagi," kata
Sekretaris Fraksi PDIP Heri Akhmadi dalam jumpa pers di Gedung DPR/MPR
Jakarta, Jumat.
Menurut Heri yang didampingi empat anggota F-PDIP lainnya, Yosep Umar Hadi,
Cahyo Kumolo, Saur De Ornay, dan Amien Aryoso, situasi keamanan khususnya
di kota Ambon Maluku semakin memburuk menyusul terjadinya bentrokan besar
sejak Jumat dinihari (23/6).
Berdasarkan laporan yang diterima F-PDIP, peristiwa kerusuhan tersebut
telah menelan belasan penduduk dan melukai puluhan warga termasuk aparat
keamanan, serta mengakibatkan sejumlah bangunan terbakar, termasuk sebuah
Universitas.
F-PDIP menilai, memburuknya kembali situasi di Ambon sebagai akibat tidak
adanya keterpaduan kebijaksanaan pemerintah dalam mengatasi krisis yang
telah berlangsung lebih dari dua tahun itu.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000623183520D230495

PEMERINTAH HARUS TINDAK TEGAS
PROVOKATOR DI PORSEA, SUMUT
-------------------------------------------------
Jakarta, 23/6 (ANTARA) - Pemerintah harus menindak tegas para provokator
yang memecah-belah masyarakat di Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumut,
yakni mereka-mereka yang terlibat dalam Forum Bona Pasogit, Parbato, dan
Surat Rakyat Bersama.
"Mereka melakukan provokasi, mengadu domba, bahkan intimidasi dibarengi
pengrusakan hak milik penduduk, bahkan menghilangkan nyawa masyarakat,"
kata Ketua Umum Persaudaraan Masyarakat Porse se-Jabotabek, Jorang Sirait,
kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Kerusuhan terakhir terjadi Rabu (21/6) dan menewaskan seorang pelajar STM
Yayasan Parulian, Hermanto Sitorus, yang tertembak kepalanya oleh aparat
kepolisian.
Menurut Sirait, para provokator yang terlibat dalam ketiga LSM (lembaga
swadaya masyarakat) tersebut memaksakan kehendaknya untuk menutup
keberadaan pabrik pulp dan rayon PT Inti Indorayon Utama (IUU) dengan cara
menteror masyarakat untuk menyetujui pemaksaan kehendak tersebut.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000623103258D230105

KORBAN GEMPA BENGKULU BUTUHKAN BAHAN BANGUNAN
---------------------------------------------------------------------------
--
Bengkulu, 23/6 (ANTARA) - Korban gempa bumi di Bengkulu saat ini lebih
membutuhkan bahan bangunan untuk Memperbaiki rumah mereka yang rusak,
ketimbang obat-obatan dan bahan makanan.
"Kalau terus-terusan diberi bahan makanan warga tidak akan mandiri. Mereka
akan kembali beraktivitas bila rumah-rumah sudah layak huni," kata Ketua
Harian Satkorlak PB, Iskandar Ramis, Kamis, sambil menjelaskan persediaan
obat-obatan dan bahan makanan sudah memadai.
Fase tanggap darurat yang diberlakukan terhadap korban gempa, akan
dialihkan kepada fase rekonstruksi dan pemulihan. Pada fase ini kegiatan
akan lebih ditekankan pada perbaikan fasilitas umum dan rumah penduduk.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000623103151D230106

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke