**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

PIKIRAN RAKYAT (24/6/2000)

"Perusuh Bobol Gudang Senjata di Asrama Brimob"
                  Maluku Tertutup

JAKARTA, (PR).-
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan Maluku tertutup bagi orang
luar atau dari daerah lain. Langkah itu diambil guna menghentikan
pertikaian bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan) di daerah
tsb.

Sejauh ini orang luar itulah yang diduga menjadi biang kerusuhan di Maluku
hingga banyak menelan korban jiwa. Gus Dur mengatakan hal itu menjawab
pertanyaan jemaah shalat Jumat di Masjid Al Munawaroh Ciganjur Jakarta,
Jumat (23/6).

Dalam kaitan itu Gus Dur menyatakan, pemerintah akan menindak tegas orang
Jakarta yang disinyalir "bermain" di Maluku dan membuat wilayah itu terus
bergolak.

"Selain itu, Polri dibantu TNI sekarang kembali melakukan pembersihan
senjata-senjata di masyarakat. Kemarin sudah diadakan razia, tetapi datang
lagi senjata-senjata dari luar," kata Kepala Negara dalam acara yang
dipandu Kepala Biro Protokol Istana, Wahyu Muryadi.

Menurut Presiden, keputusan untuk melarang orang-orang luar Maluku memasuki
daerah itu serta razia senjata, diambilnya setelah mengadakan pertemuan
dengan Wakil Presiden Megawati, Panglima TNI Laksamana Widodo, Kapolri
Jenderal Pol. Rusdihardjo dan Kepala Bakin Arie J. Kumaat, sesaat setelah
Gus Dur tiba dari perjalanan
ke luar negeri, Rabu lalu.

Presiden mensinyalir adanya campur tangan orang berduit dari luar Maluku --
khususnya Jakarta -- yang tidak ingin ada ketenangan dan perubahan dengan
tetap mempertahankan status quo.

Gus Dur mengingatkan, jika orang yang dimaksudkannya itu tidak bisa
mengendalikan tindakan-tindakannya, dalam beberapa waktu, pemerintah akan
menindak dengan tegas.

Kepala Negara mengatakan, tidak mudah mengamankan Maluku yang sudah lebih
dari setahun bergejolak. "Tidak gampang memang, sebab dari Jakarta banyak
yang punya duit yang tidak mau melihat perubahan, ingin mempertahankan
status quo, lalu ngaco di sana," kata Gus Dur dalam nada tinggi.

Menurut Gus Dur, mereka yang ingin mempertahankan status quo itulah yang
membiayai segala keributan di Maluku. "Terus terang saja, nama tidak saya
sebut, nggak enak, habis Jumat nyebut nama orang," ujar Presiden.

Pada kesempatan itu Kepala Negara mengingatkan orang-orang status quo
tersebut agar segera menghentikan perbuatannya sebelum kesabaran pemerintah
habis. "Saya ingatkan, tindakan Anda sudah terlalu jauh. Kalau kita sampai
kehabisan sabar, awas," ancam Gus Dur.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) DPR mendesak pemerintah
segera mengambil sikap tegas dengan memberlakukan darurat sipil di Provinsi
Maluku, terutama di kota Ambon.

"Sikap ini kami ambil setelah mencermati memburuknya keadaan terakhir di
Ambon serta dalam upaya mencegah jatuhnya korban lebih besar lagi," kata
Sekretaris Fraksi PDIP Heri Akhmadi dalam jumpa pers di Gedung DPR/MPR
Jakarta, Jumat.

Perusuh bobol gudang senjata
------------------------------------
Kapolri Jenderal Pol. Roesdihardjo menyatakan keprihatinnya terhadap aksi
pembobolan gudang senjata di asrama Brimob Polda Maluku di Tantui,
Kecamatan Sirimau (Kodya Ambon) oleh penyerang saat pertikaian di kawasan
ini, 21-22 Juni.

Keprihatinan Kapolri itu disampaikan oleh Kapolda Maluku Brigjen Pol. Dewa
Astika kepada pers di Ambon, Jumat. "Saya selanjutnya diminta melaksanakan
koordinasi dengan Pangdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Max Tamaela selaku
Dansat Banmil Maluku dan Maluku Utara untuk menangani kasus itu," katanya.

Gudang yang dibobol itu menyimpan berbagai jenis senjata dengan aneka
kaliber serta pakaian dinas Polisi/Brimob.
Sedikitnya 20 orang tewas dan 100-an lainnya luka berat/ringan dalam
kerusuhan antar-kelompok secara sporadis di kota Ambon, Jumat dinihari
(23/6), sekitar pukul 04.30 WIT hingga malam hari.

Dari 20 orang tewas ini sebagian besar terkena tembakan aparat keamanan
yang menghalau kedua kelompok saling menyerang maupun tertembak saat saling
kontak fisik.

Data di RSUD Dr. Haulussy korban meninggal teridentifikasi 10 orang dan
50-an lainnya luka berat/ringan, RS Pangkalan TNI-AL (Lanal) Ambon dua
meninggal dan 30-an luka dan RS Bersalin Alfatah Ambon delapan meninggal
dan 20-an luka berat/ringan.

Hingga berita ini diturunkan, demikian dikutip Antara, kota Ambon masih
diguncang ledakan bom rakitan, granat tangan dan dentuman mortir, diselingi
tembakan aparat keamanan, senjata api rakitan dan standar.***

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke