''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Rabu, 5 Juli 2000 ================================ <>Empat Lagi Tewas Dalam Pertikaian di Halmahera <>PBHI Kutuk Peledakan Bom di Kejagung: 'Gus Dur Diteror Kekuatan Lama' <>Yusril: Gus Dur bisa kena impeachment <>AL Tangkap 17 Kapal Pengangkut Ribuan Senjata ke Maluku ++++++++++++++++++++++++++ Empat Lagi Tewas Dalam Pertikaian di Halmahera ------------------------------------------------- Pemberlakuan keadaan darurat sipil bagi wilayah Maluku dan Maluku Utara sejak 27 Juni lalu rupanya tidak mampu sepenuhnya meredam pertikaian antarkelompok di kedua propinsi itu. Pertikaian antarkelompok kembali terjadi di Desa Doitia Kecamatan Loloda Pulau Halmahera, Kabupaten Maluku Utara, Senin (2/7) sekitar pukul 06.00 WIT. Dalam bentrok itu tercatat empat warga tewas, dan delapan luka berat dan ringan. Peristiwa pertikaian antarkelompok yang juga mengakibatkan 34 rumah rusak terbakar, satu gedung sekolah dan satu tempat ibadah, dilaporkan warga Loloda, Hendra Karyanga, saat mengikuti pertemuan antara Bupati Maluku Utara Gahral Syah, Panitia Khusus (Pansus) Kerusuhan DPRD II Maluku Utara dengan wakil pengungsi Maluku Utara di Manado (Sulawesi Utara) di Manado, Selasa (4/7). Tim Pansus kerusuhan yang diketuai Kapten Pol Mochtar Marsabessy, selain mengadakan pertemuan dengan wakil dari sekitar 20.800 jiwa lebih pengungsi asal Kab Maluku Utara dan Kotamadya Ternate di Sulawesi Utara, juga bertemu dengan Walikota Manado Lucky Korah. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,23264,00.html PBHI Kutuk Peledakan Bom di Kejagung: 'Gus Dur Diteror Kekuatan Lama' ------------------------------------ detikcom - Jakarta, Banyak reaksi atas pemboman di Gedung Bundar, Kejagung. Salah satunya dari Pusat Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI). Dengan tegas, Ketua Badan Pengurus PBHI Hendardi PBHI mengutuk keras peristiwa pemboman gedung Kejaksaan Agung yang terjadi pada hari ini, Selasa petang itu. Menurut Hendardi dalam pernyataannya yang dikirim melalui e-mail, kejadian itu menunjukkan betapa dalam mandat publiknya untuk menegakkan supremasi hukum. Dan, pemerintah Abdurrahman Wahid harus berhadap-hadapan dengan kekuatan-kekuatan lama yang selalu mampu dan tak pernah segan menggunakan teror dan kekerasan. PBHI mendesak semua pihak, termasuk para politisi di DPR dan MPR, untuk membuka mata dan menyadari, betapa sekarang ini bukanlah waktu yang tepat bagi perselisihan yang cerewet dalam rangka rebutan kekuasaan. Tugas pemulihan keadaan pada masa transisi ini terus menerus dihalang-halangi oleh anasir-anasir kekuatan politik lama; dan tugas ini tidak dapat dibebankan kepada Presiden Wahid dan kabinetnya semata Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/05/200075-062758.shtml Yusril: Gus Dur bisa kena impeachment ------------------------------------------ satunet.com - Presiden Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid bisa terkena impeachment bila sungguh-sungguh melanggar konstitusi, GBHN serta melanggar ketentuan hukum pidana. Pendapat tersebut disampaikan Menteri Hukum dan Perundang-undangan (Menkumdang) Prof Dr Yusril Ihza Mahendra dan pakar hukum tata negara Ismail Sunny dalam acara diskusi yang digelar Jakarta Lawyers Club di Jakarta, Selasa malam. Menurut Yusril seorang presiden bisa saja dikenakan impeachment bila sungguh-sungguh terbukti melanggar konstitusi negara. "Kalau pelanggaranya sangat serius bisa saja dikenakan impeachment," ujarnya sambil menambahkan alasan lain untuk menjatuhkan impeachment adalah kalau presiden melanggar pidana. Untuk mengajukan impeachment, tambah Yusril, bisa saja melalui beberapa pentahapan. Mulai dari Sidang Umum, Sidang tahunan hingga Sidang Istimewa. Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/05/19850.html AL Tangkap 17 Kapal Pengangkut Ribuan Senjata ke Maluku -------------------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri- TNI AL berhasil menangkap 17 kapal motor yang diketahui membawa ribuan senjata dari Ternate ke Tobelo Maluku. Operasi dilakukan Satuan Tugas Laut Komando Armada Wilayah Timur (Koarmatim) yang dipimpin Laksma TNI Joko Maryono. Di kapal itu juga ditangkap Kapolsek Daruba Inspektur Polisi I Seinima bersama 900 warga Maluku. Dari 17 kapal motor tersebut, TNI Angkatan Laut menyita 797 senjata api rakitan dan organik TNI dan Polri dari berbagai jenis, 550 senjata tajam, 2.348 butir peluru berbagai kaliber beserta enam kotak peluru lain yang diperkirakan berjumlah ribuan butir. Selain itu, terdapat 50 buah bom molotov, 327 buah bom rakitan, 2.466 anak panah berikut satu karung lain, granat, peluru hampa, detonator, dan racun. Kapal yang mengangkut Kapolsek dan 900 warga itu kini diamankan TNI AL pada sejumlah pangkalannya di kawasan Maluku. "Warga yang menumpang kapal itu kami kembalikan ke alamat masing-masing, sedangkan Kapolsek Daruba, Morotai, diamankan dan diserahkan kepada atasannya," kata Pangkoarmatim Laksda TNI Drs Adi Hariyono di depan wartawan setelah menutup gladi latihan gabungan TNI AL dan TNI AU di Armatim sebagaimana dikutip Jawa Pos Lengkapnya: http://www.mandiri.com/ASPs/Fullstory1.asp?NewsID=POL200007050004 ++++++++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
