'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Kamis, 6 Juli 2000
================================
<> Max Tamaela: Aparat TNI Terlibat Kerusuhan Maluku
<> Lobby Usul Darurat Militer
<> Widodo AS: Ada Anggota TNI yang Desersi
<> Habib Idrus: Saya Tidak Takut Hadapi Gus Dur
<> Gus Dur Anggap DPR Dimanfaatkan Orang untuk Adili Dirinya
<> TEROR BERKAITAN DENGAN KASUS KORUPSI
<> Diduga, Bom di Kejagung Terkait Kasus Soeharto
<> Ada Skenario Pisahkan Amien-Gus Dur
<> Clinton ikut tanda tangani
perjanjian perlindungan hak-hak anak
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Max Tamaela: Aparat TNI Terlibat Kerusuhan Maluku
-----------------------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Bandung: Mayjen Max Tamaela, mantan Pangdam
XVI/Pattimura, menolak tegas memberikan keterangan soal adanya keterlibatan
para tokoh politik, antara lain Amien Rais, Akbar Tandjung, dan Arifin
Panigoro, dalam konflik antar agama di Maluku dan Maluku Utara. "Terus
terang saja kalau masalah itu saya no comment!" tandas Max yang sejak dalam
mutasi TNI lalu dipindah menjadi Komandan Pusat Teritorial (Dan Puster)
Mabes TNI AD. Pernyataannya ini sekaligus menjernihkan sinyalir media massa
beberapa waktu lalu.
Namun ia mengakui adanya keterlibatan oknum aparat TNI dan sipil dalam
kerusuhan itu. Ketika ditanya lebih lanjut soal keterlibatan aparat Polri,
menurut dia tidak ada. Hanya ia mengaku belum bisa memastikan nama-nama
aparat yang terlibat. "Kami sedang mengumpulkan bukti-buktinya dulu,"
ujarnya menjelaskan seusai acara serah terima jabatan Dan Sesko AD dan Dan
Kodiklat AD, Rabu (5/7), di Bandung.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/5/1,1,19,id.html

Lobby Usul Darurat Militer
---------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah sebaiknya segera memberlakukan
keadaan darurat militer di Maluku untuk mengatasi kerusuhan. Alasannya,
memburuknya kondisi di provinsi tersebut tidak bisa diatasi hanya dengan
memberlakukan darurat sipil. Jika pertikaian antarkelompok masih terus
berlangsung, kemungkinan ras Maluku bisa hilang. Hal tersebut diungkapkan
pakar hukum, Prof. Dr. Lobby Loekman, di Jakarta, Rabu (5/7) siang.
Menurut Lobby, pemberlakukan darurat sipil di Maluku, mulai diberlakukan 26
Juni, sudah tidak bisa mengatasi berbagai bentrokan yang masih terjadi.
Terakhir kampus Universitas Pattimura hangus dibakar dalam bentrokan yang
terjadi kemarin, Selasa (4/7). Ia mengkhawatirkan, bentrokan antarpihak
yang bertikai akan terus berlanjut di Maluku. Lobby tak menyinggung, soal
kerusuhan beberapa hari terakhir adalah akibat ditariknya seluruh pasukan
TNI dan Polri ke kesatuannya masing-masing untuk mendataan ulang. (Erwin
Z.)
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/5/1,1,11,id.html

Widodo AS: Ada Anggota TNI yang Desersi
-----------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima TNI Laksamana Widodo AS, mengakui, ada
anggota TNI dan Polri di Maluku yang hingga kini belum kembali ke
kesatuannya. Ia juga mengakui, ada senjata organik milik aparat keamanan
yang belum ditemukan. Saat ini, pihak aparat keamanan masih kesulitan untuk
meredakan kerusuhan yang masih di terjadi di Maluku. Hal tersebut dikatakan
Widodo kepada pers usai Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu
(5/7) siang.
Seperti diberitakan pekan lalu, Jumat (30/6), untuk mendata ulang prajurit
yang bertugas di Maluku, khususnya sejak diberlakukannya darurat sipil, TNI
menarik seluruh prajuritnya yang bertugas di lapangan ke kesatuan
masing-masing. Namun, hingga beberapa hari sejak perintah kembali ke barak
dikeluarkan, tercatat sejumlah anggota TNI dan Polisi yang tidak kembali ke
kesatuannya. Menurut laporan resmi Kodam Pattimura, tercatat 18% pasukan
TNI dan 45% anggota polisi yang tidak kembali ke kesatuannya.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/5/1,1,10,id.html

Habib Idrus: Saya Tidak Takut Hadapi Gus Dur
----------------------------------------------------------
Jakarta -- Penegasan kembali ihwal mau dicabutnya Tap MPRS No.XXV/1966
tentang pelarangan komunisme/marxisme oleh Presiden Abdurrahman Wahid,
beberapa hari lalu di Medan; membuat gerah Habib Idrus Jamalul Lail. Ia,
bahkan mengancam Gus Dur bila benar-benar Tap itu dicabut. "Kita akan bikin
kacau," katanya.
Alasannya, Idrus mengemukakan bahwa mencabut Tap tersebut sama dengan
melakukan sebuah pelecehan. Yang ironis, menurut Idrus, ketika yang
berkuasa Soeharto saja yang bukan dari kalangan kiai, membekukan atau
melarang PKI. Tetapi, Gus Dur yang kiai malah menghidupkan PKI. "Kiai apa
itu?" tanya Idrus.
Karena itu, demi mempertahankan bebasnya negara ini dari PKI, Idrus
menyatakan bahwa dirinya tidak takut pada Gus Dur. Apa pun yang terjadi,
katanya, akan saya hadapi. Sebab, bagi Idrus, persoalan ini menyangkut
akidah.
Sayangnya, jelas Idrus, umat islam yang umumnya baik-baik itu kurang
berani. Sebaliknya, PKI itu tidak baik tetapi mereka berani-berani.
Masalahnya, "Kenapa umat Islam yang baik ini kok tidak berani?" kata Idrus,
di Jakarta, malam ini. *** (nul)
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/07/06/007236

Gus Dur Anggap DPR Dimanfaatkan Orang untuk Adili Dirinya
--------------------------------------------------------------------------
detikcom - Jakarta, Setelah kasus pemelintiran 'Biang Kerok', Gus Dur
kembali menuduh DPR. Di depan para ulama di Cirebon, Gus Dur menuduh DPR
telah diperalat orang tertentu untuk menjatuhkan dirinya. Caranya?
"Ada orang-orang yang berusaha menggenjot eksekutif, mengadili pemerintah
di Sidang Umum MPR mendatang aar menjadi Sidang Istimewa. Ya, silakan
saja," kata Gus Dur saat membuka Forum Komunikasi Alim Ulama dan Kiai
se-Jabar dan Jateng di Ponpes Buntet, Cirebon, Rabu (5/7/2000) malam.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/06/200076-020801.shtml

MARZUKI DARUSMAN:
TEROR BERKAITAN DENGAN KASUS KORUPSI
-----------------------------------------------------------
Jakarta, 5/7 (ANTARA) - Jaksa Agung Marzuki Darusman menilai peledakan bom
di Gedung Bundar Kejaksaan Agung Selasa petang (4/7) dan penemuan dua unit
bom di gedung yang sama tetapi di tempat terpisah Rabu siang, merupakan
aksi teror berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.
"Tindakan peledakan maupun penanaman bahan peledak yang ditemukan tersebut
terkait satu sama lain dan dinyatakan sebagai tindakan aksi teror," kata
Jaksa Agung usai bersama dengan seluruh Jaksa Agung Muda (JAM) meninjau
Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang mengalami kerusakan akibat peledakan,
Rabu.
Ia mengatakan, sebagai konsekuensi perkembangan peristiwa peledakan
tersebut, pihak Kejaksaan Agung secara fisik meningkatkan prosedur
pengamanan kompleks bangunan dan lalu lintas publik di lembaga ini.
Upaya penyelidikan latar belakang dan tujuan serta perkiraan tentang
sasaran aksi teror tersebut terus dilakukan dan seluruh jajaran Kejaksaan
Agung tidak sedikitpun terpengaruh dengan kejadian ini, tegasnya.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000705184708D050691

Diduga, Bom di Kejagung Terkait Kasus Soeharto
-----------------------------------------------------------
JAKARTA, Suara Merdeka CyberNews. Bukan tidak mungkin peledakan Gedung
Bundar Kejagung terkait kasus-kasus besar. Salah satunya, bisa jadi,
menyangkut kasus KKN Soeharto. Benarkah?
Demikian dikatakan Jaksa Fungsional Direktur Penyidikan Pudji Utomo, Selasa
4/7/00 usai kejadian. Menurutnya, kemungkinan aksi peledakan itu merupakan
psi war untuk menciptakan rasa cemas bagi para penegak hukum. "Saya
menganalisa bahwa pemboman di Kejagung ini berkaitan erat dengan
kasus-kasus besar seperti kasus KKN Soeharto yang sedang disidik oleh
Kejagung," papar pejabat Kejagung yang berkantor sekitar lima meter dari
lokasi ledakan itu.
Apakah itu berarti juga terkait dengan pemeriksaan Tommy oleh Kejagung yang
berlangsung satu jam sebelum kejadian? "Saya tidak berasumsi seperti itu,
tapi silakan masyarakat menilai sendiri," jawabnya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0007/04/nas6.htm

Ada Skenario Pisahkan Amien-Gus Dur
----------------------------------------------
JAKARTA, Suara Merdeka CyberNews. Hubungan Amien Rais-Gus Dur hari-hari ini
kian memanas. Keduanya saling serang di media. "Ini skenario orang-orang
yang ingin memisahkan keduanya," kata Dr Din Syamsudin. Benarkah?
Menurut mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu, kalau pertentangan kedua
tokoh itu dibiarkan, maka imbasnya akan mempengaruhi hubungan
NU-Muhammadiyah, Ormas Islam terbesar di Indonesia. "Kalau itu terjadi,
maka ongkos sosial politiknya akan sangat mahal," paparnya, Rabu 5/7/00.
Din menyayangkan, kalau kedua tokoh itu tak bisa berjalan bersama. Karena,
keduanya sudah menjadi semacam penjuru stabilitas politik dalam negeri.
"Kalau mereka berada dalam suasana kurang mesra seperti itu dan berlangsung
terus-menerus, maka akan membawa kejelekan pada bangsa ini."
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0007/05/nas2.htm

Clinton ikut tanda tangani
perjanjian perlindungan hak-hak anak
---------------------------------------------
satunet.com - Presiden AS Bill Clinton menandatangani dua perjanjian PBB
tentang perlindungan anak-anak dari eksploitas seksual dan pertempuran di
masa perang di Markas Besar PBB, Rabu.
Perjanjian tersebut memuat kepastian agar tak ada anak-anak dibawah usia 18
tahun yang ikut serta dalam sebuah pertempuran atau secara paksa direkrut
untuk terlibat dalam penjualan anak-anak, prostitusi anak-anak dan
pornografi terhadap anak-anak.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/06/19951.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke