''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Sabtu, 15 Juli 2000 ================================ <>Hefner sinyalir ada operasi politik 'bawah tanah' <>KOMARUDDIN: JATUHNYA GUS DUR, JATUHNYA KEKUATAN ISLAM <>Oknum Polisi Picu Pertikaian di Ponogoro <>Warga Luar Maluku Ditarik Darurat Sipil di Poso Belum Perlu ++++++++++++++++++++++++++++++++++ Hefner sinyalir ada operasi politik 'bawah tanah' ----------------------------------------------------- satunet.com - Presiden Gus Dur tidak akan jatuh dalam SU MPR Tahunan selama proses politik berjalan di permukaan. Yang dikhawatirkan adalah operasi politik bawah tanah seperti kekerasan di berbagai daerah sekarang. Hal ini diutarakan pengamat politik-Islam Prof Robert W Hefner pada bedah bukunya "Islam, Pasar, Keadilan" di Perpustakaan Nasional, Jakarta menanggapi fenomena mengerasnya konflik politik antarelite menjelang SU MPR Tahunan, Agustus mendatang. "Saya kira Gus Dur tidak akan jatuh. Bukan porsi saya membicarakan Gus Dur, tapi peta politik sekarang menunjukkan proses dialog (kepentingan) yang kadang sulit. Tapi tidak akan sampai Gus Dur dikeluarkan (dari kekuasaan)," ujar Hefner yang juga Guru Besar di Boston University, AS tersebut. Dikatakannya, kendati ada indikasi sebagian kelompok di DPR/MPR yang dulu mendukung Gus Dur kini berbalik arah, tapi setidaknya di Poros Tengah sebagian masih bersikap hati-hati. Selama proses politik berjalan di permukaan, semuanya masih bisa dikendalikan. Namun demikian, ia mengingatkan agar wacana politik tidak cuma difokuskan pada figur presiden, seperti era otoritarian Soeharto. Di Indonesia, ada banyak partai dan tokoh yang ikut mewarnai proses politik Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/15/20787.html KOMARUDDIN: JATUHNYA GUS DUR, JATUHNYA KEKUATAN ISLAM ---------------------------------------------------------- Jakarta, 14/7 (ANTARA)- Jatuhnya pemerintahan Abdurrahman Wahid pada Sidang Umum Tahunan MPR Agustus nanti mencerminkan juga jatuhnya kekuatan Islam. "Jika Gus Dur jatuh maka sebenarnya kekuatan Islam sendirilah yang jatuh. Sebab Gus Dur sendiri naik banyak disokong kekuatan Islam," kata pengamat politik Dr Komaruddin Hidayat di Jakarta Jumat malam, usai peluncuran buku "Islam Pasar Keadilan: Artikulasi Lokal, Kapitalisme dan Demokrasi" karya Robert W Hefner. Karena itu, kata dia, kekuatan Islam yang ingin menjatuhkan Gus Dur harus berpikir jernih. "Karena persoalan bangsa bukan problem Gus Dur sendiri. Ini persoalan yang kolektif," katanya. Dalam konteks itu, dosen Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah itu menilai, kolektivitas itu juga menyangkut peran MPR, DPR dan elit politik. Sementara itu,pengamat politik dan agama Universitas Boston , Prof Dr Robert W Hefner mengakui sebagian "Poros Tengah" tidak lagi mendukung Gus Dur Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000714192713D140777 Oknum Polisi Picu Pertikaian di Ponogoro ----------------------------------------------- Salah seorang oknum polisi anggota Polres P. Ambon dan P.P Lease, bintara L diduga sebagai pemicu pertikaian di kawasan Ponogoro, Ambon, Kamis (13/7) hingga Jumat (14/7) sore, setelah ia beraksi dengan senjata jenis MK-3. Sejumlah saksi mata kepada Antara di sekitar lokasi pertikaian Ponogoro, mengatakan, mereka melihat L beraksi dengan senjata api guna memudahkan aksi pembakaran rumah penduduk dan satu tempat ibadah. Aksi edan oknum polisi L itu menghambat kegiatan sweeping yang dilakukan aparat keamanan gabungan di kawasan Ponogoro, sehingga Jumat sore sekitar pukul 16.45 WIT daerah itu bagaikan diguyur hujan rentetan tembakan senjata organik dan sesekali diselingi ledakan granat dan bom rakitan Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,2124,24930,00.html Warga Luar Maluku Ditarik Darurat Sipil di Poso Belum Perlu ----------------------------------------- Orang dari luar Maluku secepatnya akan ditarik dan dipulangkan ke daerah masing-masing. Demikian kesepakatan rapat konsultasi antara pimpinan DPR dan pemerintah membahas soal Maluku dan Poso. Rapat konsultasi antara legislatif dan eksekutif membahas perkembangan pemberlakuan darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara berlangsung kemarin, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Sementara untuk Poso, rapat konsultasi menyepakati belum perlu diberlakukan darurat sipil. Tetapi razia senjata perlu ditingkatkan. Darurat sipil diberlakukan di Maluku dan Maluku Utara mulai 28 Juni. Langkah itu diambil guna mengendalikan kerusuhan yang terjadi di dua daerah itu sejak dua tahun lalu. Lengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=5617 ++++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
