**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Panglima Laskar Putih Maluku Ceramah di Yogya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Reporter: Bagus Kurniawan (16-07-2000)
detikcom - Yogyakarta, Sedikitnya 1.000 orang sudah bersiap menunggu
ceramah Panglima Pasukan Putih Tidore, Maluku Utara, H. Abubakar Wahid al
Banjari dalam tabligh akbar Forum Komunikasi Ahlu Sunnah wal Jamaah di
gedung PDHI, Jl. Alun-alun Utara, Yogyakarta sejak Minggu (16/7/2000)
siang.

Dengan mengenakan baju putih-putih, mengenakan sorban dan mengusung bendera
putih bergambar pedang menyilang dan kaligrafi, ratusan simpatisan lainnya
pun berkonvoi keliling kota untuk kemudian bergabung dengan rekan-rekan
mereka yang lain yang sudah siaga sejak siang di lokasi tabligh.

Al Banjari sendiri baru naik mimbar pukul 16.00 WIB, yang disambut tepuk
riuh para jamaah. Suasana pun sempat hening seketika saat panglima perang
itu memimpin doa untuk rekan-rekan mereka yang meninggal dalam pertikaian
Ambon.

Menurut ceramah Abubakar Wahid al Banjari, dalam enam bulan perjuangan
kelompok yang mereka sebut sebagai kaum Mujahidin itu, pihaknya telah
kehilangan 116 rekan. Dari 50 ribu yang terdaftar, 116 pasukan mereka telah
gugur menyusul kerusuhan bernuansa sentimen agama sejak awal 1999 itu.

Menurut Al Banjari, konflik yang mereka sebut sebagai pembantaian umat
Islam itu telah menewaskan 1.800-an jamaah masjid di Tobelo, tanggal 26
Desember tahun lalu.

Lebih tegas, Abubakar Wahid al Banjari menuduh Amerika Serikat dan pihak
asing lain sebagai kelompok yang berada di belakang kasus itu. Bahkan,
kasus Ambon dan Maluku disebutnya sebagai �proyek Kristenisasi�.

Hingga pukul 16.55 WIB, acara masih berlangsung untuk mendengarkan ceramah
Panglima Laskar Jihad Ahlu Sunnah wal Jamaah, Ustadz Ja'far Umar Tholib.
Ribuan massa dari Solo, Klaten, Semarang, Banjarnegara, Purwokerto dan
Cilacap masih terus berdatangan.

Sementara, di hampir seluruh penjuru kota, tampak polisi berjaga-jaga untuk
mengamankan kota. Tak luput, hampir setiap gereja di kota gudeg itu dijaga
sekitar 20-an polisi, seperti bisa dijumpai GKI Ngupasan, gereja Katholik
Jetis dan gereja Kidul Loji di Jl. Senopati. (blt)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke