'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 31 Juli 2000
================================
* Empat Tokoh Nasional Bersedia Hadiri Pertemuan Yogya
* Mayjen Ryamizard Pangkostrad
* Amin: "Itu Teguran untuk Gus Dur"
* Rapor Presiden Gus Dur Diprediksi Bakal Merah
* Negara Mengizinkan Banser NU Siap Dikirim ke Maluku
* Tiga Jurus PKB Bela Gus Dur
-----------------------------------
Empat Tokoh Nasional Bersedia Hadiri Pertemuan Yogya
--------------------------------------------------------------------
Yogyakarta (Bali Post) -
Rencana pertemuan tokoh-tokoh nasional yang diprakarsai Sri Sultan
Hamengkubuwono X, tampaknya akan menjadi kenyataan. Pasalnya, sampai saat
ini, Gus Dur, Amien Rais, Akbar Tandjung dan Megawati Soekarnoputri sudah
menyatakan kesediaannya. Soal usulan menambah jumlah tokoh yang hadir sulit
dilakukan, karena harus dikonfirmasikan dulu dengan tokoh-tokoh itu.
Hal itu dikemukakan Ketua Panitia Pertemuan Yogya Joyo Kusumo di
Yogyakarta, Minggu (30/7) kemarin. ''Perkembangan sampai hari ini, semua
siap hadir sesuai komitmen awal dua bulan lalu. Kalau ada usulan
dilibatkannya tokoh lain menurut petunjuk ngarso dalem teknisnya agak
susah, karena harus dikonfirmasikan dulu dengan semua, kelima-limanya,''
ujarnya seperti dikutip detik.com.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/7/31/p1.htm
Mayjen Ryamizard Pangkostrad
Agus WK: Selasa Serah Terima Jabatan
------------------------------------------------
koridor.com [31 Jul, 1:23]
Belum lama memegang jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan
Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Agus Wirahadikusuma harus menyerahkan
jabatannya kepada Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu, Selasa (01/08) besok.
Terkait dengan adanya mutasi di tubuh TNI kali ini, Agus telah menerima
kabar penggantian dirinya, Sabtu (29/07). Hari itu juga dirinya diminta
menghadap Wakil KSAD Letjen TNI Endiarto Sutarto tentang kepastian
penggantian dirinya. Dia akan digantikan oleh Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu
yang kini menjabat Pangdam Jaya.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6418
Amin: "Itu Teguran untuk Gus Dur"
------------------------------------------
JAKARTA - Ketua MPR Amien Rais mengatakan, apa yang dinyatakan baru-baru
ini bahwa Presiden Gus Dur tidak bisa "menyandera" 210 juta rakyat
Indonesia untuk mengikutinya menjadi presiden terus sampai tahun 2004,
merupakan teguran untuk Gus Dur. ''Teguran perlu dilakukan agar Presiden
Abdurrahman Wahid berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan, jangan
sampai keluar dari rambu - rambu,'' katanya.
Dia mengemukakan hal itu di sela - sela penyelenggaraan pergelaran wayang
kulit semalam suntuk di Gedung DPR/MPR Jakarta, Sabtu malam lalu.
Penyelenggaraan wayang kulit itu diadakan menyongsong Sidang Umum Tahunan
MPR, yang akan dimulai 7 Agustus. Ki Sumaryono sebagai dalang mengambil
lakon Pendhawa Mbangun Pura Kencana.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/31/nas3.htm
Rapor Presiden Gus Dur Diprediksi Bakal Merah
----------------------------------------------------------
JAKARTA-Berbagai pihak sudah memperkirakan progress report atau laporan
kemajuan pemerintahan presiden yang akan disampaikan Gus Dur pada sidang
umum tahunan (SUT) MPR nanti bakal berwarna ''merah'' alias tidak baik.
Anggota DPR dari FPDI-P Heri Achmadi mengatakan, jika rapor Presiden
Abdurrahman Wahid nanti berwarna merah, maka MPR akan mengucapkan terima
kasih. Dan kemudian sebagai konsekuensinya Gus Dur meletakkan jabatan.
Hal itu dikemukakannya saat berbicara dalam diskusi bertema ''Arah
Pembahasan Laporan Kerja Presiden dan Impeachment'' di Jakarta, Sabtu lalu.
Selain Heri Achmadi, berbicara juga Hatta Radjasa (Fraksi Reformasi),
Syamsul Muarif (FPG), Siswono Jusuf (FKB), dan pengamat politik J
Kristiadi.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/31/nas5.htm
Jika Negara Mengizinkan Banser NU Siap Dikirim ke Maluku
-------------------------------------------------------------------------
Medan (Bali Post) -
Meski menyatakan tidak akan mengirim anggota Barisan Anshor Serbaguna
(Banser) NU ke Ambon dan berbagai wilyah lain di Maluku dan Maluku Utara
untuk turut ambil bagian melerai warga yang terlibat dalam konflik
horizontal berkepanjangan di daerah itu, Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU)
KH Hasyim Muzadi mengatakan, Banser NU siap dikirim ke Maluku jika negara
mengizinkan. ''Sebenarnya kami bersedia saja mengirimkan Banser ke Ambon,
asal diizinkan oleh negara. Sebab, kalau tidak melalui proses izin negara,
itu menambah persoalan, bukan menyelesaikan persoalan. Jadi, Banser tidak
dikirim ke Ambon,'' katanya seusai menghadiri Istighosah Qubro di Lapangan
Benteng Medan, Minggu (30/7) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/7/31/p3.htm
Tiga Jurus PKB Bela Gus Dur
-----------------------------------
29 Jul 2000 21:0:41 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Sekretaris Jenderal DPP PKB, Muhaimin Iskandar,
mengakui, jajaran politisi partainya merasa kedodoran menghadapi
manuver-manuver politik anggota Partai Golkar yang duduk di parlemen.
Termasuk kegagalan membendung gerakan interpelasi beberapa waktu lalu.
Pokok soalnya, karena politisi PKB praktis sebagai muka baru dan tak
sedikit yang masih belajar bermain di pentas politik nasional.
"Iyalah, kesan kedodoran itu tidak salah. Maklum, kami ini minoritas di
DPR. Selain itu, kami juga pendatang baru," tutur Muhaimin menjawab
pertanyaan TEMPO Interaktif di Surabaya, Jumat (28/7).
Meski demikian, menurut keponakan Gus Dur itu, bukan berarti PKB tak punya
strategi alias otak kosong berkaitan upaya mempertahankan kelangsungan
rezim Presiden Abdurrahman Wahid dari goyangan politisi di parlemen. Ada
tiga jurus yang saat ini dilancarkan. "Pertama, kami akan bekerja keras
untuk meluruskan logika konstitusi," tutur Muhaimin.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/29/1,1,14,id.html
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l