'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Rabu, 2 Agustus 2000
==================================
*> Panik di Pasar Uang
*> Wapres Filipina Kutuk Pemboman di Jakarta
*> Bom Berkait Pengadilan HMS?
*> Pengamat Intelijen: Pelaku Pemboman Teroris Asing
*> Kerusuhan Waai Masih Berlanjut, 23 Tewas
*> Penyerahan Soeharto Dilakukan di Cendana
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
.......................................
Panik di Pasar Uang
------------------------
JAKARTA - Bursa Efek Jakarta (BEJ) Selasa kembali dilanda kepanikan,
setelah terjadi ledakan bom di sekitar rumah dinas Dubes Filipina di Jalan
Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
Aksi jual yang terjadi pada sesi perdagangan kedua menyebabkan Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) BEJ ditutup melemah 2,516 poin (0,51%) ke level
489,677 dan indeks LQ-45 turun 0,513 poin (0,53%) menjadi 96,072. Total
volume transaksi mencapai 372,7 juta saham senilai Rp 301,72 miliar.
Ledakan bom yang belum diketahui motifnya itu membuat inves-tor di lantai
bursa panik, sehingga langsung mengambil posisi jual, ka-ta seorang dealer
dari sebuah perusahaan sekuritas swasta di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/02/nas2.htm

WAPRES FILIPINA MENGUTUK PEMBOMAN DI JAKARTA
------------------------------------------------------------------------
Tuesday, August 01, 2000/5:51:59 PM
Manila, 1/8 (AFP/ANTARA) - Wakil Presiden Filipina, Gloria Arroyo, mengutuk
pemboman yang terjadi di kediaman Duta Besar Filipina di Jakarta, Selasa
siang, dan menyebutkan kejadian itu merupakan aksi teroris.
"Saya mengutuk pemboman yang merupakan aksi teroris yang tidak beralasan
itu," kata Arroyo dalam pernyataannya yang disiarkan AFP.
Wapres Filipina itu menyebutkan, ia tidak dapat mengidentifikasi siapa
tokoh di belakang aksi pemboman yang merenggut korban nyawa itu dan ia
masih menunggu laporan selanjutnya dari Jakarta.
Arroyo, yang berbicara atas nama Presiden Joseph Estrada yang sedang mengad
akan perjalanan ke AS, menambahkan, keamanan akan ditingkatkan di tiap
kedutaan dan fasilitas pemerintahan Filipina di luar negeri.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000801175159D010689

Bom Berkait Pengadilan HMS?
Daniel: Sementara Pihak Malah Senang
-----------------------------------------------
koridor.com [2 Aug, 6:55]
Peledakan bom di depan rumah Dubes Filipina, menurut pengamat politik dari
FISIP Unair Surabaya, Daniel Sparingga, terkait dengan poltik. Orang tidak
mungkin lagi berargumentasi bahwa peledakan itu kecelakaan atau suatu
kebetulan. "Karena peledakan yang kerap terjadi merupakan persoalan yang
rumit dan melibatkan politik tingkat tinggi, yang kemudian melibatkan
orang-orang yang mempunyai keahlian," katanya di Jakarta Selasa .
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6513

Pengamat Intelijen: Pelaku Pemboman Teroris Asing
--------------------------------------------------------------
Reporter: Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, Peledakan bom mobil di kediaman Dubes Filipina, Selasa
(1/8/2000) siang, menurut pengamat intelijen Dr. AC. Manullang dilakukan
kelompok profesional yang melibatkan teroris asing dan dilakukan sebuah
tim. Tim ini terbagi tiga fungsi dan peran seperti tim peledak, tim
pengaturan waktu dan tim perencanaan.
Namun AC. Manullang mengakui dirinya tidak begitu mengetahui jenis bom apa
yang digunakan pada peledakan tersebut. "Tapi setiap bom itu pasti ada
daftarnya, itu bisa diselidiki" ujar mantan Direktur Litbang
Bakin ketika ditemui detikcom di Hotel Ambara, Jakarta, Selasa (1/8/2000).
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/02/200082-070011.shtml

Kerusuhan Waai Masih Berlanjut, 23 Tewas
----------------------------------------------------
1 Aug 2000 23:21:16 WIB
TEMPO Interaktif, Ambon: Penyerangan yang terjadi di desa Waai masih terus
berlangsung hingga berita ini diturunkan. Sudah tercatat 23 orang tewas dan
dua lainnya mengalami luka parah terkena tembakan. Sementara itu, sekitar
4.000 warga telah mengungsi ke kaki gunung Salahutu, Kecamatan Salahutu,
Maluku Tengah. Diperkirakan jumlah korban tewas ini akan terus bertambah,
mengingat para warga lanjut usia dan balita yang tidak kuat mendaki gunung
terpaksa ditinggalkan. Padahal para perusuh dengan membabi-buta mengejar
dan membantai warga sampai ke pegunungan. Dan dari ke-23 korban tewas,
empat diantaranya adalah Ny. Mia Hatusupit bersama putranya, Roni
Hatusupit, Moses Bakarbessi beserta isteri, Angeline Bakerbessi. Mereka
tewas tertembak saat penyerangan terjadi.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/1/1,1,23,id.html

Penyerahan Soeharto Dilakukan di Cendana
-----------------------------------------------------
JAKARTA - Penyerahan barang bukti dan tersangka Soeharto ternyata akan
dilakukan di kediaman mantan presiden RI tersebut di Jalan Cendana. Menurut
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Yushar Yahya SH, jika kondisi tidak
memungkinkan, penyerahan barang bukti dan tersangka dapat dilakukan di mana
saja tergantung pada tersangkanya.
Padahal, sehari sebelumnya Yushar mengatakan, Kejakgung akan menjemput
Soeharto agar dapat mengikuti penyerahan berkas dan tersangka di Kejati DKI
Jaya. Namun Yushar menegaskan, meski kesehatan Soeharto tidak memadai, dia
harus menghadiri persidangan karena persidangan tidak mungkin digelar di
kediamannya di Cendana
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/02/nas11.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke