'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 24 Juli 2000
================================
<>'Belum ada agenda MPR untuk Sidang Istimewa'
<>Ada Tanda Menyejukkan di Maluku
Dua Pihak Bertikai Inginkan Perdamaian
<>Laksaman Sukardi:Seminggu, Gus Dur Bisa Jatuh
<>George J. Aditjondro:Maluku Jadi Bola Sepakbola Politik
+++++++++++++++++++++++++++

'Belum ada agenda MPR untuk Sidang Istimewa'
--------------------------------------------------------
satunet.com - Hingga saat ini MPR belum memiliki agenda untuk menggelar
Sidang Istimewa, kecuali kalau pada Sidang Umum MPR tahunan nanti
menganggap perlu meminta pertanggungjawaban Presiden karena "raportnya"
dinilai terlalu rendah.
''Digelar atau tidaknya Sidang Istimewa MPR sangat tergantung kepada
situasi dan kondisinya nanti. Dan memang, hingga saat ini MPR belum ada
agenda untuk menggelarnya,'' kata Wakil Ketua DPR-RI, AM Fatwa, menjawab
pertanyaan wartawan di Banda Aceh, Minggu.
Keberadaan Fatwa ke daerah ''Serambi Mekah'' itu adalah dalam rangka
menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pertimbangan Wilayah
(DPW) PAN Aceh, yang berlangsung di Kota Sabang, Pulau Weh.
Pertimbangan perlu atau tidaknya Sidang Istimewa itu sangat tergantung pada
sidang umum MPR Agustus mendatang.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/24/21638.html

Ada Tanda Menyejukkan di Maluku
Dua Pihak Bertikai Inginkan Perdamaian
--------------------------------------------
Kapolda Maluku, Brigjen Pol Drs Firman Gani mengatakan, situasi Maluku
khususnya kota Ambon dalam tiga terakhir ini sudah mulai membaik
dibandingkan sebelumnya. Masyarakat yang pergi beribadah ke mesjid maupun
gereja, tidak terlihat takut.
"Saya lihat sudah ada tanda-tanda keinginan masyarakat dari dua kelompok
yang bertikai untuk berdamai," tuturnya sambil menambahkan pihaknya
memperkirakan perdamaian itu akan dilaksanakan pekan depan.
"Saya sudah berbicara dengan masyarakat dan beberapa ulama Islam di Mesjid
Al Fatah dan terlihat ada keinginan untuk berdamai," tambahnya. Gubernur
Maluku Saleh Latuconsina juga sudah berbicara dengan masyarakat dan ulama
Kristen agar segera dilaksanakan perdamaian.
Dikatakan perdamaian yang akan dilaksanakan nanti bukan seperti masa lalu,
yakni akar permasalahannya (apinya) hanya dibungkus dengan kain lalu tidak
lama kemudian terbakar lagi yang lebih besar. Tapi perdamaian yang
dilakukan nanti benar-benar apinya dipadamkan sehingga tidak muncul lagi.
"Kami sedang memikirkan secara cermat bagaimana perdamaian itu bisa
dilaksanakan dengan baik," katanya kepada Pembaruan, di Ambon, Minggu.
Lengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6051

Laksaman Sukardi:
Seminggu, Gus Dur Bisa Jatuh
------------------------------------
detikcom - Jakarta, Meski sudah memaafkan Gus Dur, namun Laksamana Sukardi
memprediksi Gus Dur bisa jatuh dalam waktu seminggu. Tak main-main, ramalan
Laksamana itu disampaikan ke Wapres Mega.
Pernyataan Laksamana Sukardi itu mencuat dalam diskusi Opini Live Radio
Trijaya FM di Hotel Shangri-La, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin
(24/7/2000) pukul 08.45 WIB. Ramalan Laksamana itu berkaitan dengan data
KKN Laksamana Sukardi yang dituduhkan Gus Dur. Data yang dikeluarkan Gus
Dur ada 2 halaman dan diberikan kepada Laks, panggilan akrab mantan Menneg
Investasi/PBUMN dan diberikan pada Mega. Sedang laporan KKN yang diberikan
kepada Jusuf Kalla mencapai 100 halaman dan mayoritas berkaitan dengan
Bukaka Group.
Setelah membaca laporan KKN-nya, Laks berujar pada Mega. "Saya senang kalau
data ini dibacakan. Dalam seminggu Presiden akan jatuh," kata Laks. Mantan
bankir itu juga menyatakan data KKN itu tidak cocok dengan kasusnya.
"Isinya kasar dan tidak relevan dengan kasus saya," tegas Laks. Laks
menyesalkan data yang dikirim Gus Dur. "Kok Gus Dur mendapat masukan yang
kotor seperti itu," kata Laks. Karena itu, Laks menuduh di sekitar Istana,
banyak nyamuk bertebaran.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/24/2000724-092350.shtml

George J. Aditjondro:
Maluku Jadi Bola Sepakbola Politik
----------------------------------------
detikcom - Den Haag, Lama tak terdengar suaranya, George Junus Aditjondro
yang populer dengan inisial GJA ini membuat pernyataan yang menarik
perhatian di Belanda mengenai kerusuhan di Maluku. Ia mengibaratkan
sepakbola sebagai permainan politik, dan rakyat Maluku jadi bolanya.
Menurut GJA, para konglomerat yang korup berada di belakang kerusuhan
berdarah di kepulauan kaya rempah-rempah yang kini telah berjalan 2 tahun
itu. Indikasi yang ditemukan semakin kuat bahwa kerusuhan antaragama yang
berdarah-darah di Maluku dilecut oleh para konglomerat yang kini terjerat
utang triliunan rupiah itu.
"Mereka menggunakan kerusuhan tersebut untuk alasan supaya mereka tidak
perlu membayar utangnya" demikian pernyataan George Junus Adtjondro (GJA),
seperti dikutip harian Rotterdams Dagblad, Minggu (23/7) dinihari.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/24/2000724-092319.shtml
+++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke