'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita : Rabu, 21 Juni 2000
================================
*Bikin pusing, Gus Dur akan copot semua menteri dari parpol
*Pangdam Pattimura: Warga Jangan Terprovokasi Pers Pusat
*Gus Dur: Kekayaan Pak Harto Mencapai US$45 Miliar
*APARAT KEAMANAN SITA 500 SENJATA RAKITAN DI PULAU OBI
*Arbi: Poros Tengah Bingung
+++++++++++++++

*Bikin pusing, Gus Dur akan copot semua menteri dari parpol
----------------------------------------------------------------
satunet.com - Gus Dur memastikan akan mereshuffle menteri-menterinya yang
berasal dari partai politik pasca Sidang Umum Tahunan MPR, Agustus depan.
Pernyataan itu dikatakan Gus Dur, Selasa malam saat berdialog dengan
masyarakat Indonesia di Mesir sebagaimana dilaporkan SCTV, Rabu pagi ini.
Sebelumnya, sebagaimana kita ketahui, mengenai reshuffle itu disampaikan
Ketua DPR Akbar Tanjung. Dia mengaku, saat sarapan pagi dengan Gus
Dur --ikut pula Wapres Megawati dan Wakil Ketua MPR Mathori Abdul Djalil--
telah menyampaikan kepada presiden mengenai kemungkinan reshuffle. Akbar
saat itu menyatakan, kalau memang presiden menginginkan reshuffle atas
kabinetnya, dipersilahkan.
Gus Dur sendiri di Mesir menyatakan, menteri yang akan digantinya tak lain
yang disuplai partai-partai. Seperti diketahui, mereka ini masuk kabinet
sebagian besar atas garansi masing-masing partai. Misalnya, garansi Akbar,
Amien Rais, Hamzah Haz dan Megawati.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/21/18599.html

*Pangdam Pattimura: Warga Jangan Terprovokasi Pers Pusat
---------------------------------------------------------------
Pangdam XVI/Pattimura Brigjen Max Tamaela mengingatkan masyarakat Maluku,
khususnya Kodya Ambon dan sekitarnya, untuk tidak terprovokasi pemberitaan
pers pusat yang dinilainya cenderung melansir pernyataan elit yang justru
memperkeruh situasi keamanan. "Begitupun para tokoh maupun elit masyarakat
di Maluku, hendaknya jangan membuat pernyataan yang memperkeruh keamanan.
Apalagi saling menanggapi di media massa sehingga masyarakat mudah
terprovokasi sehingga kerusuhan tetap berlangsung," imbaunya, di Ambon,
Selasa (20/6).
Pada kesempatan itu Pangdam juga menjelaskan tentang kebijakan Panglima TNI
melaksanakan penyegaran personil di Bawah Komando Operasi (BKO) Kodam
XVI/Pattimura. Ini dimaksudkan agar anggota pasukan tidak terlalu lama
bertugas mengamankan kerusuhan.
"Personil keamanan nantinya hanya paling lama hanya bertugas enam bulan
kemudian dirotasikan agar tidak jenuh, karena bisa berdampak pada adanya
oknum-oknum yang terkontaminasi," katanya menambahkan.
Ia mengakui, satu batalyon dari 403 dalam waktu dekat akan tiba di Ambon
guna menggantikan aparat keamanan yang telah bertugas lebih dari enam
bulan, tanpa merinci kesatuannya. "Yang terpenting aparat keamanan dalam
melaksanakan tugas dan kewajibannya menceminkan nasionalis sebagai cerminan
TNI/Polri 'merah putih' sehingga tidak dinilai kurang tegas maupun netral,"
demikian Tamaela. (antara)
(sumber: Astaga.com)

*Gus Dur: Kekayaan Pak Harto Mencapai US$45 Miliar
------------------------------------------------------
Ribut-ribut soal misteri harta kekayaan mantan Presiden Soeharto, kali ini
Presiden Abdurrahman Wahid bicara blak-blakan. Gus Dur -sapaan akrab Kepala
Negara- ytang biasanya terkesan 'melindungi' Soeharto, memperkirakan jumlah
kekayaan penguasa Orde BAru itu mencapai sekitar 45 miliar dolar AS. "Harta
Pak Harto mencapai 45 dolar AS. Untuk itu, kita sedang berupaya untuk
mengembalikannya kepada negara sekitar 95 persen di antaranya," kata
Presiden dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Kairo,
Mesir, Selasa (20/6) petang.
Seperti pernyataan sebelumnya, Gus Dur kembali menyatakan bahwa keluarga
Pak Harto sudah menyetujui untuk mengembalikan harta itu kepada negara.
Untuk itu, sekarang sedang dilakukan tawar menawar, tapi belum diketahui
berapa banyak yang akan dikembalikan.
Secara bergurau Gus Dur menuturkan bahwa ia meminta negosiator pemerintah
dengan keluarga Soeharto (dalam hal ini Soesilo Bambang Yudhoyono) agar
pengembalian kekayaan Pak Harto jangan dilakukan sekaligus, tapi bertahap.
"Pertama, pemerintah akan meminta 50 persen dulu. Lalu mahasiswa yang nggak
puas, akan demontrasi. Pak Harto akan ketakutan. Kita lantas bilang sama
Pak Harto, boleh kita lindungi, asal tambah (kembalikan sebagian lagi
hartanya). Lama-lama jadi 95 persen juga kan?" tutur Gus Dur enteng.
Kendati demikian, Gus Dur tetap mengakui kesulitan mengambil alih harta
kekayaan Pak Harto yang diperoleh secara tidak wajar. Namun, upaya tersebut
dilakukan secara perlahan-lahan tapi pasti.
(sumber : Astaga.com)

APARAT KEAMANAN SITA 500 SENJATA RAKITAN DI PULAU OBI
--------------------------------------------------------------------
Ternate, 20/6 (ANTARA) - Batalyon 511 Kodam Brawijaya yang ditugaskan ikut
memulihkan konflik di Propinsi Malukui Utara berhasil menyita 500 buah
senjata rakitan, 500 anak panah, 20 buah parang serta 14 buah bom molotov,
dalam operasi pembersihan senjata tajam di Desa Bobo Kecamatan Obi,
Kabupaten Maluku Utara.
"Ribuan senjata rakitan dan bom molotov milik kedua kelompok yang bertikai
itu disita aparat keamanan dari batalyon 511 Brawijaya," kata Komandan
Batalyon Infantri 511, Mayor (Inf) Rusman di Labuha Pulau Bacan, Selasa.
Berbagai jenis senjata rakitan itu, disita pada saat terjadi konflik 7 Juni
lalu di Desa Bobo Kecamatan Obi. Konflik antar warga itu mengakibatkan 17
tewas, 17 luka berat dan ringan, sementara 19 orang lainnya disandera oleh
kelompok di desa tersebut.
Untuk menyelesaikan konflik di daerah itu, aparat keamanan akan bertindak
tegas dalam melaksanakan tugas-tugas di lapangan, termasuk penyitaan
senjata tajam dan senjata rakitan.
Jumlah itu belum termasuk yang disita aparat keamanan di Kotamadya Ternate
dan sekitarnya.
Senjata rakitan dan senjata tajam itu, katanya, dibuat oleh warga setempat,
guna mengantisipasi adanya isu-isu penyerangan balik dari kelompok
tertentu.
Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000620185704D200502

*Arbi: Poros Tengah Bingung
---------------------------------
detikcom - Jakarta, Poros Tengah yang diharapkan menjadi oposisi saat ini,
justru sedang kebingungan. Para elit politik hanya memperjuangkan
kepentingan masing-masing, seakan lupa akan tujuan perjuangannya. "Amien,
tampaknya takut ditinggal dalam kabinet pemerintahan" jelas Arbi Sanit.
Arbi menilai, para elit politik sekarang ini sudah tidak bersih lagi.
Mereka sekarang sudah bermain kotor. Melihat pernyataan Amien Rais kemarin
yang mengatakan bahwa harus dibentuk UU Kesehatan Jasmani dan Psikis
Presiden adalah hal yang ngawur. "Saya berbicara bukan tentang Gus Dur-nya,
tapi lembaga Kepresidenannya" tegas Arbi Sanit kepada detikcom, Rabu
(21/6/2000) pukul 07.00 WIB.
Kalau memang itu yang dimaksudkan oleh Amien, seharusnya nanti setalah
Sidang Umum lima tahun mendatang. Menurut Arbi, apabila UU tersebut
dibentuk adalah hal yang mendahului MPR. "Itu melanggar aturan dan
ketentuan-ketentuan yang ada" tegas dia lagi.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/21/2000621-080921.shtml

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke