************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Jika Dilarang ke Ambon, Laskar Jihad Akan Beraksi di Pulau Jawa dan Sumatra Senin, 24 Juli 2000, @15:33 WIB ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Yogyakarta -- Perintah Penguasa Darurat Sipil kepada Laskar Jihad agar keluar dari Ambon mendapat reaksi keras dari Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Ahlus Sunah Wal Jamaah. Ketua Forum, Ayip Syafrudin menyatakan, bila anggotanya tidak bisa masuk lagi ke Ambon, maka akan ada aksi di Pulau Jawa, Sumatra dan lain-lain. "Kami akan menyerang gereja-gereja yang menjadi penyuplai bahan-bahan yang digunakan untuk berperang di Ambon," katanya kepada pers di Yogyakarta, Senin (24/7). Ayip mengatakan, kedatangan Laskar Jihad di Ambon bukanlah bertujuan mengobarkan konflik menjadi semakin buruk seperti yang dituduhkan oleh Gubernur Maluku Saleh Latuconsina. "Saya kira tidak masuk akal tuduhan bahwa Laskar Jihad adalah pemicu konflik, karena kami datang dengan tujuan berdakwah, dan aksi sosial kemanusiaan," kata Ayip. Pernyataan Saleh tersebut menurut Ayip disebabkan oleh adanya konspirasi karena posisi Kristen yang terpojok dan menggunakan aparat sebagai pelindung. "Saya khawatir dia terjebak konspirasi," kata Ayip. Namun Ayip juga mengemukakan keyakinannya bahwa aparat militer tidak akan sungguh-sungguh mengusir Laskar Jihad yang ada di Ambon. "Saya yakin TNI tidak akan seceroboh itu, karena kalau Laskar Jihad keluar, maka rakyat Ambon akan berontak," katanya seraya meyakinkan bahwa masyarakat Ambon sangat mendukung keberadaan Laskar Jihad di sana. Sampai saat ini ada sekitar 3000 anggota laskar yang sudah berada di Ambon. Sementara telah dipersiapakan 2 (dua) batalion untuk dikirim pada bulan Agustus mendatang. Tentang kemungkinan perdamaian, Ayip mengatakan telah dengan maksimal mengusahakan dialog dengan berbagai pihak, termasuk mengundang gubernur untuk bertemu dengan pemimpin mereka Ja'far Umar. Namun karena kantor gubernur berlokasi di wilayah Kristen, Ayip mengatakan, itu sangat sulit untuk direalisasikan. Sementara itu gubernur juga tidak mungkin untuk datang ke daerah Islam, karena kekhawatiran dituduh berpihak. Sementara untuk upaya dialog dengan pihak Kristen, Ayip mengatakan, memang ada keinginan untuk berdialog dengan organisasi seperti Persekutuan Gereja Indonesia (PGI). Namun ada kehawatiran bahwa mereka akan dianggap berkhianat. "Kami mesti mempertimbangkan kondisi emosi dan psikologis masyarakat di sana," kata Ayip. *** (Berpolitik.com) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
