'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 27 Oktober 2000 ==================================== <> Disayangkan, ketertutupan Sidang Sinode XVII GPIB <> Gus Dur Ngotot Tidak Akan Mundur <> Sjahrir Ogah Tanggapi Gus Dur <> Gus Dur Disambut Demo di Bandung <> Presiden: "Saya Sedih Budaya Jawa Dijejal-jejalkan" ``````````````````````````````````````````````` Disayangkan, ketertutupan Sidang Sinode XVII GPIB --------------------------------------------------------------- satunet.com - Komite Keutuhan, Kerukunan, dan Kedamaian GPIB menyayangkan penolakan Majelis Sinode GPIB XVI terhadap kehadiran media untuk meliput kegiatan Persidangan Sinode XVII GPIB, yang akan berlangsung di Wisma Kinasih, Caringin. Sikap ini tertuang dalam keterangan pers yang diterima hari Jumat. "Ditengarai hal ini berkait-erat dengan indikasi penyelewengan keuangan yang merugikan GPIB sebesar Rp52 miliar yang saat ini menjadi issue sentral di tengah-tengah Persidangan Sinode dan kegelisahan Majelis Sinode GPIB," demikian keterangan pers seperti yang disampaikan ketua Komite, M Alex Paath. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/27/31978.html Gus Dur Ngotot Tidak Akan Mundur ------------------------------------------- koridor.com [26 Oct, 15:13] Presiden Gus Dur menegaskan dirinya tak akan mundur dari pemerintahan, walau dirinya dijelek-jelekan dan kinerjanya selalu dipermasalahkan. "Ada orang yang pernah dekat dengan saya, bergelar doktor, dan dipuji-puji HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), selalu menilai kinerja pemerintah buruk. Ia sering mencaci-maki, bahkan meminta saya mundur," kata Presiden Gus Dur, ketika membuka 'Silatuhrami Kader Nasional II HMI Cabang Bandung', seperti dilaporkan koresponden koridor.com dari Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/10) siang. Menurut Gus Dur, orang ini memaksanya meminta maaf karena telah mengangkatnya menjadi presiden. Ia sendiri, tidak peduli dengan kritikan tersebut. "Silahkan saja mengkritik, mudah-mudahan dia sadar dan tahu perkembangan politik selama ini," kata Gus Dur. Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php/103499/293fd52eb3efa1ac29dd893eef82ccc84 /972601634 Sjahrir Ogah Tanggapi Gus Dur -------------------------------------- detikcom - Jakarta, Tuduhan Presiden Gus Dur tak selalu membuat orang reaktif. Buktinya adalah Dr. Sjahrir. Ekonom yang mantan aktivis Malari ini ogah menanggapi tuduhan Gus Dur bahwa pengritiknya dibayar BEJ sebesar Rp 40 juta setiap bulan. Meski Sjahrir telah mengkritik keras Gus Dur, tapi dia tak tertarik meladeni tuduhan Presiden. "Gus Dur kan tidak sebutkan namanya, jadi saya belum mau berkomentar dulu," ujar Sjahrir yang dihubungi detikcom, Kamis (26/10/2000) malam. Senin (23/102000) lalu, Sjahrir membuat pernyataan pedas. Menurut mantan aktivis mahasiswa ini, jasa terbaik Gus Dur bagi negara adalah mengundurkan diri. Di bawah Gus Dur, reformasi jadi mati muda. Selengkapnya: http://202.158.66.10/peristiwa/2000/10/26/20001026-214111.shtml Gus Dur Disambut Demo di Bandung ------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Bandung: Puluhan mahasiswa IAIN Gunung Djati mendemo Presiden Abdurrahman Wahid saat menghadiri acara silaturahmi masyarakat Pasundan di Gedung Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Kamis (26/10). Aksi itu terjadi tiba-tiba sesaat Presiden memasuki gedung. Meski tidak berhasil menerobos barikade Pasukan Dalmas Polwilatbes Bandung, tidak urung aksi ini sempat membuat aparat kewalahan. Para mahasiswa menuntut agar Gus Dur menarik keanggotaannya dari Yayasan Simon Peres. Mereka juga mengutuk keras aksi zionis Israel atas pembantaian rakyat Palestina, selain juga menyerukan agar pemerintah Gus Dur menghentikan dan menolak segala bentuk hubungan dengan Israel. Karena gagal menembus barikade aparat keamanan, mereka kemudian meminta salah seorang anggota pengawal presiden untuk menyampaikan spanduk yang berisikan 1.000 tanda-tangan mahasiswa IAIN kepada Gus Dur. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/52/2,1,10,id.html Presiden: "Saya Sedih Budaya Jawa Dijejal-jejalkan" --------------------------------------------------------------- Bandung, 26/10 (ANTARA) - Presiden Abdurahman Wahid menyatakan keprihatinannya terhadap perkembangan budaya nasional, karena selama 25 tahun dia melihat budaya Jawa dipaksakan untuk diterima masyarakat banyak dan tidak mempedulikan keberadaan budaya lainnya. "Sebagai orang Jawa saya sedih karena sekitar 25 tahun budaya Jawa dijejal-jejalkan," kata presiden ketika berbicara dalam acara silaturahmi masyarakat Jawa Barat yang diselenggarakan Paguyuban Pasundan di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Kamis. Seharusnya, kata presiden, pemerintah--pada saat itu-- dapat menghargai keberadaan berbagai budaya daerah di tanah air karena keberagaman itu adalah kekayaan bangsa. Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001026183827D260690 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
