**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
"Ulama Harus Jadi Penyejuk Ummat,
Bukan Penyulut Kerusuhan"
````````````````````````````````
Sunday, November 05, 2000/10:08:52 AM
New York, 5/11 (ANTARA) - Ketua Orsat ICMI New York, Amerika Serikat, M
Syamsi Ali memperihatinkan pertentangan di antara elit politik yang semakin
keras bahkan cenderung saling menghujat demi kepentingan kelompok dan
golongannya sendiri.
"Tragisnya, para ulama yang seharusnya berperan sebagai waashithan atau
penengah dalam kerangka kedudukan mereka sebagai syuhada, cenderung
ikut-ikutan menjadi penyulut api permusuhan di antara ummat," katanya
kepada ANTARA New York, Sabtu malam (Minggu pagi WIB).
Menurut anggota Dewan Muslim Amerika itu, ulama harus menempatkan diri
sebagai "waratsah an Nabi" (pewaris nabi) yang berkedudukan sebagai
penyejuk dan pembawa damai di tengah-tengah ummat, serta tegar dalam
mengemban amanah " amar ma`ruf dan nahi munkar".
Untuk itu, lanjutnya, kaum ulama harus menghilangkan sikap keberpihakan
politik kepada pihak tertentu karena ikatan golongan dan kelompok.
"Hendaknya keberpihakan politik didasarkan kepada kebenaran dan keadilan,"
katanya.
Wakil Ketua Dewan Pengurus Masjid Indonesia New York itu juga mengatakan
semestinya ulama memberikan pendidikan yang cukup kepada ummat agar lebih
terbuka, bertanggung jawab serta mampu melihat perbedaan dengan pandangan
yang lebih dewasa.
"Ulama perlu melakukan upaya perekatan hubungan antar kelompok yang ada di
tengah ummat, bukan justru membenturkan kekuatan-kekuatan riil ummat.
Mereka harus mengintensifkan tradisi "silaturrahim" di antara ummat, baik
pada tingkat elit maupun pada tingkat awam," katanya.
M Syamsi Ali juga mengaku sedih dengan timbulnya arogansi kepemimpinan yang
mempergunakan kekuatan massa untuk meloloskan keinginan pihak-pihak
tertentu. Massa dari masing-masing pihak yang dianggap bertentangan saling
"unjuk kekuatan" dengan mempergunakan simbol-simbol keagamaan.
"Pada akhirnya agama Islam dan ummat yang justru dikorbankan," katanya.
Orsat ICMI New York juga menyerukan kepada semua unsur kepemimpinan bangsa
baik itu Gus Dur, Amien Rais, Megawati, Akbar Tanjung dan lain-lain, untuk
lebih bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi segala multi permasalahan
yang ada.
Elit politik itu juga didesak untuk mendidik massa masing-masing untuk
dewasa dalam menyikapi perbedaan pendapat dalam kerangka proses
demokratisasi. Tidak melabelkan diri sebagai pemimpin dari kalangan
tertentu dari ummat Islam dan menempatkan diri sebagai pemimpin bangsa yang
sifatnya lintas golongan dan kelompok.
"Elit politik perlu lebih serius dan bertanggung jawab dalam upaya
menyelesaikan krisis-krisis panjang yang dialami bangsa Indonesia,"
katanya.
Kepada masyarakat awam, Syamsi menyerukan agar tidak melakukan fanatisme
buta dalam membela figuritas tertentu.
"Pakailah nilai kebenaran dan keadilan sebagai acuan dalam melakukan
pembelaan terhadap figur idolanya," demikian M. Syamsi Ali. (E-mail.LNY01/
5/11/:0 10:06/ND08/B.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l