**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Konflik Internal Kubu Muslim
Mengendalai Proses Dialog
----------------------------------

Ambon, Siwalima
Momentum dialog yang sema-kin ditemukan titik persesuaian persepsi kedua
kubu sekarang ini, sangat mungkin masih berjalan tersendat-sendat. Karena
di kubu Muslim masih kuat terjadi konflik internal yang cukup serius dan
sangat mungkin akan menghambat proses dialog yang sedang dimediasi oleh
pemerin-tah daerah. Itu dikemukakan Staf Pengajar pada Fakultas Hukum UKIM,
Robert Tutuhatunewa, SH, Msi, dalam perbincangan dengan Siwalima di suatu
kesempatan belum lama ini di Ambon.

"Saya perlu tegaskan disini, bahwa saya tidak subyektif dan tidak apriori
melihat perkemba-ngan paradigma politik dalam masyarakat Indonesia saat
ini. Tidak jelasnya penyelesaian konflik daerah ini, saya harus katakan,
bahwa lebih banyak bersumber dari saudara-saudara kita yang Muslim".
Karena itu, "Maklum, itu bisa terjadi karena di tubuh Muslim Indonesia
termasuk Maluku, ada kelompok-kelompok yang terus aling konflik. Kenapa
antara NU dan Muhammadyah sulit mencapai satu visi bagaimana membangun
bangsan ini ke depan, dus kenapa bisa lahir kelompok baru bernama laskar
jihad dan bebas berekspansi ke kawasan Maluku? Ini tidak mudah
menjawabnya," kata Robert.

Selain faktor paradigma itu, jelas Robert, bahwa kelahiran kelompok baru
tersebut dan sudah semakin  tersosialisasi dalam masyarakat Indonesia dalam
kaitan konflik Maluku, akibat penyebaran informasi yang tidak benar oleh
sejumlah tokoh Muslim baik nasional maupun lokal. Mereka hadir karena
penyebaran informasi yang tidak benar. Banyak media massa yang ada di
Jakarta telah memainkan peranan penting dengan mengangkat isu-isu yang
sangat tidak berimbang.
Misalnya, disebutkan bahwa yang paling banyak mengalami penderitaan hebat
di Maluku hanya umat Muslim. Umat Kristen dianggap sebagai pihak yang
terus-menerus membantai umat Muslim. Isu ini dimainkan habis-habisan oleh
media massa di Ja-karta maupun kelompok-kelompok elite politik di
masyarakat Islam. (aus/fik)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke