''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Selasa, 14 November 2000
=====================================
<-> Kekerasan di Aceh terus berlanjut
<-> 65 Koruptor Bisa Terkait Kasus Tommy
<-> Tommy Bikin Repot, Soeharto Sakit
<-> Ruang Bawah Tanah Soeharto Belum Digeledah Lagi
<-> Bukan Saatnya Bicarakan Pergantian Presiden
```````````````````````````````````````````

Kekerasan di Aceh terus berlanjut
------------------------------------------
satunet.com - Kekerasan di provinsi ujung Pulau Sumatera terus berlanjut
menjelang pembicaraan damai antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka
di Swiss pekan ini
Salah satu pimpinan GAM Amni Marzuki mengatakan tidak akan menghadiri
pertemuan sebelum eskalasi kekerasan di Aceh dihentikan, demikian AP
menyatakan.
Ia menuduh polisi dan militer telah membunuh puluhan warga sipil dalam
usahanya untuk menumpas GAM dan usaha untuk mengahalangi arak-arakan yang
menuntut kemerdekaan Aceh pada Sabtu lalu.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/11/14/33762.html

65 Koruptor Bisa Terkait Kasus Tommy
-----------------------------------------------
JAKARTA - Pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid tentang 65 orang yang akan
segera menjalani proses hukum seperti halnya Tommy Soeharto, bisa terkait
dengan kasus buronnya terpidana 18 bulan tersebut atau kasus lain. Demikian
dikatakan Jaksa Agung Marzuki Darusman di Kejaksaan Agung, kemarin.
''Sementara ini yang menjadi fokus adalah Tommy Soeharto. Tapi terbuka
kemungkinan masalah lain, yaitu BLBI,'' katanya seusai melantik Tim
Penyidik Khusus Pelanggaran HAM Tanjung Priok, kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0011/14/nas2.htm

Tommy Bikin Repot,Soeharto Sakit
------------------------------------------
detikcom - Jakarta, Sebuah kabar gawat menyeruak di penghujung Senin malam
(13/11/2000). Isinya, Soeharto terkena serangan anfal yang membuatnya harus
dibantu oksigen. Sementara siangnya, Tommy Soeharto yang buron malah
membuat repot pengacaranya yang terpaksa memenuhi panggilan polisi. Itulah
serangkaian berita penting yang terkumpul sepanjang hari Senin (13/11/2000)
kemarin.
Ikhwal memburuknya kesehatan Soeharto baru diketahui sekitar pukul 20.00
WIB. Saat itu, terdengar isu bahwa Soeharto dilarikan ke RS Pertamina
karena sakit keras. Namun ternyata isu tersebut tak sepenuhnya benar.
Kondisi kesehatan Soeharto memang benar memburuk, namun tak sampai
dilarikan hingga ke rumah sakit.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/14/20001114-052838.shtml

Ruang Bawah Tanah Soeharto Belum Digeledah Lagi
--------------------------------------------------------------
Jakarta -- Rencana polisi menggeledah ruang bawah tanah rumah Soeharto yang
diduga tempat persembunyian Tommy Soeharto belum terlaksana. Hingga sore
ini, hanya ada puluhan polisi menjaga Jalan Cendana.
Perintah penggeladahan langsung disampaikan kemarin oleh Presiden
Abdurrahman Wahid kepada Kapolri. "Sudah ada bungker (ruang bawah tanah)
mereka yang kami geledah. Kalau presiden mengatakan masih ada lagi bungker
lainnya kami akan geledah kembali," jelas Kadispen Mabes Polri Brigjen
Saleh Saaf, Mingu kemarin.
Semua Jalan menuju Cendana, tempat kediaman Soeharto, dijaga sekitar 50
personil dari Polda Metro Jaya. Sementara itu, rumah Tommy hanya dijaga
oleh beberapa body guard nya.
Sedangkan, puluhan wartawan yang menunggu sejak pagi belum melihat
tanda-tanda pihak kepolisian untuk melakukan penggeledahan rumah kediaman
Soeharto.*** (lin)
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/11/13/1712215

Bukan Saatnya Bicarakan Pergantian Presiden
-------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Ketua DPR Akbar Tandjung tampaknya enggan ikut memainkan ''bola api'' yang
dilemparkan Amien Rais mengenai posisi wakil presiden. Bagi Akbar, lebih
baik membicarakan masalah yang lebih penting yang dihadapi bangsa daripada
bicara ''kursi'' wapres. ''Selagi kepemimpinan nasional sedang berjalan,
pembicaraan mengenai figur yang cocok untuk menduduki jabatan RI-2 saat ini
terlalu prematur,'' ujarnya.
''Kita jangan bicara dulu soal itu. Lebih baik kita bicarakan masalah yang
kita anggap penting dan harus segera diselesaikan,'' ujar Akbar di gedung
DPR Senayan, Jakarta, Senin (13/11) kemarin. Ketua DPP Partai Golkar ini
juga menolak berkomentar ketika diminta tanggapannya mengenai kesiapan
menjadi wapres, jika Megawati menggantikan Gus Dur. ''Sebaiknya kita tidak
berandai-andai mengenai masalah ini. Saya tidak pada posisi untuk
menjelaskan sesuatu yang belum jelas,'' ujar politisi kawakan ini
diplomatis.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/11/14/P1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke