'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Rabu, 15 November 2000 ===================================== <>PKB Bersiasat Jerat Amien Adu Domba NU dan PDIP? <>Hasyim Muzadi: Amien Suka Ngecer <>Akbar Tandjung: Golkar Belum Ingin Meng-SI-kan Gus Dur <>SIRA-RAKAN HASILKAN TUJUH KETETAPAN ======================================= PKB Bersiasat Jerat Amien Adu Domba NU dan PDIP? ---------------------------- koridor.com [14 Nov, 20:09] Sekertaris Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), Abdul Kholik Ahmad, menilai pernyataan-pernyataan politik Amien Rais dalam perjalanan safarinya ke Sumatera semakin membuktikan kepada rakyat bahwa Amien punya ambisi pribadi yang sangat besar. Kholik menambahkan, pernyataan Amien Rais juga semakin membingungkan masyarakat. "Awalnya dia menyatakan tidak punya ambisi menjadi wakil Presiden tapi tiba-tiba dalam safari politiknya, dia bersedia menjadi wakil Presiden jika Megawati menjadi presiden menggantikan Gus Dur," ujarnya kepada Wartawan di Gedung DPR/MPR RI Selasa (14/11). Menurut Kholik, pernyataan Amien tersebut membawa implikasi yang sangat dalam. "Amien telah mencoba mengurai ikatan-ikatan historis antara kelompok Islam inklusif seperti NU dengan kelompok nasionalis," katanya. Jadi, lanjutnya, secara tidak langsung ada upaya mengadu domba diantara dua kelompok tersebut. "Kalau itu terjadi akan berbahaya terhadap kelangsungan hidup bangsa, karena secara objektif dua kelompok itulah yang menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia," ujarnya. Lengkapnya: http://koridor.com/artikel.php/104472/600d769784ea50dd6eccb5ddbc5709944/974 243172 Hasyim Muzadi: Amien Suka Ngecer --------------------------------------- JAKARTA, Mandiri - Pernyataan ketua MPR Amien Rais beberapa waktu lalu yang menginginkan dirinya menjadi wakil presiden RI sebagai pasangan Megawati, belakangan mendapat tanggapan Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi. "Dulu ingin jadi presiden, setelah nggak terpilih, jadi ketua MPR. Sekarang malah mau jadi wakil presiden, padahal jabatan ketua MPR itu kan elegan. Tapi dia (Amien--Red) sendiri yang malah ngecer (bicara di sana sini--Red)," ujar Hasyim usai bertemu dengan wakil PMII di kantor pusat PB NU di Jakarta, Selasa (14/11) . Lengkapnya: http://www.mandiri.com/?826773713172877878858681849108807189854338311923231 926 Akbar Tandjung: Golkar Belum Ingin Meng-SI-kan Gus Dur ---------------------------------------------------------------- Sampai saat ini Partai Golkar masih memberi kesempatan kepada Gus Dur untuk menjalankan tugasnya sebagai kepala negara, sekalipun sementara pihak mengatakan Gus Dur sudah waktunya mundur sebagai presiden. "Dari partai kami (Golkar-red) sampai saat ini belum sampai pada kesimpulan untuk mengganti posisi Gus Dur sebagai presiden, termasuk mengarah pada SI (sidang istimewa)," kata Ketua Umum DPP Golkar, Akbar Tandjung menjawab pertanyaan wartawan di Denpasar, Selasa (14/11) malam. Ditemui seusai acara temu kader dan peresmian renovasi gedung DPD Golkar Bali, Akbar mengatakan, kendati partainya saat ini belum sampai pada kesimpulan untuk mengganti posisi Gus Dur sebagai presiden, namun Golkar akan tetap mencermati ada tidaknya perubahan-perubahan sikap dan kinerja yang ditunjukkan oleh pemerintahan Gus Dur. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,40614,00.html SIRA-RAKAN HASILKAN TUJUH KETETAPAN ---------------------------------------------------- Banda Aceh, 14/11 (ANTARA) - Sidang Raya Rakyat Untuk Kedamaian Aceh (SIRA-RAKAN) di lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Selasa, melahirkan tujuh ketetapan yang dibacakan Ketua Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Muhammad Nazar di hadapan ribuan peserta. Ketetapan yang ditandatangani 12 komite pengarah dari semua Kabupaten/Kota di Aceh itu menyatakan, pertama menuntut pemerintah RI agar menarik pasukan TNI/Polri secara total dari Aceh dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kedua, meminta masyarakat internasional dan PBB atau negara-negara asing agar segera melakukan intervensi mediasi resmi terhadap penyelesaian masalah politik, keamanan dan kemanusiaan di Aceh. Ketiga, menuntut pemerintah Indonesia agar segera mengembalikan kedaulatan Aceh sebagai sebuah bangsa dan negara. Keempat, menuntut pemerintah Kerajaan Belanda agar segera mencabut maklumat "prang" (perang) yang dideklarasikan pada 26 Maret 1873, serta bertanggung jawab terhadap penyerahan kedaulatan Aceh secara ilegal sebagai sebuah bangsa dan negara kepada pemerintah baru Indonesia dalam konferensi meja bundar 27 Desember 1949 di Denhaq Belanda. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001114165632D140428 ++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
