'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Senin, 4 Desember 2000 ======================================== - Pemahaman Agama, Benteng Tangguh Hadapi Krisis Moral - Antisipasi Situasi Buruk Tiga KRI Merapat di Jaya Pura - Amien Usulkan Lima Solusi - Gus Dur-Pansus Makin Memanas - Enam Sipil Tewas Tertembak di Merauke - Rakyat Aceh Agar Tidak Menyerah ```````````````````````````````` Pemahaman Agama, Benteng Tangguh Hadapi Krisis Moral -------------------------------------------------------------- Mataram (Bali Post) - Menyikapi krisis moral yang cenderung berkepanjangan dan dirasakan masyarakat, pemahaman dan pengamalan ajaran agama hendaklah lebih ditekankan dan dikedepankan, sehingga mampu sebagai benteng yang tangguh untuk menghadapi tantangan dari dampak krisis tersebut. ''Peningkatan sradha dan bakti merupakan keharusan yang dijalankan umat Hindu khususnya dalam menyikapi kondisi itu, sehingga kita terlepas dari krisis moral yang menghantui kehidupan kita belakangan ini,'' ujar Dirjen Bimas Hindu Drs. Wayan Suarjaya, M.Si. ketika membuka seminar ''Busana Upacara Yadnya'' di Mataram, Minggu (3/12) kemarin. Seminar yang dilakukan PHDI NTB menurut dia, merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan dan memulihkan nilai-nilai moral yang sudah mencemaskan ini. Melalui kegiatan itu diharapkan lebih menyemarakkan kehidupan dan toleransi umat beragama yang sudah berjalan baik di daerah ini. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/12/4/NT8.htm Antisipasi Situasi Buruk Tiga KRI Merapat di Jaya Pura ------------------------------------------------------------- Jayapura (Bali Post) - Tiga kapal perang milik TNI-AL yang merapat di Pelabuhan Lantamal V Porasko, Jayapura, Minggu (3/12) kemarin, menjadi perhatian dan tontonan masyarakat. Sementara satuan Brimob masih memblokade Posko Satgas Papua yang direbut dan dikuasai aparat keamanan Minggu dini hari kemarin. Ketiga KRI tersebut masing-masing dengan nomor lambung 541, 373, dan 536 merapat di Porasko, Jayapura, sekitar 200 meter dari Posko Induk Satgas Papua di gedung Dewan Kesenian Irian Jaya (DKIJ) yang menjadi tempat upacara peringatan Kemerdekaan Papua, 1 Desember 2000. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/12/4/P6.htm Amien Usulkan Lima Solusi ----------------------------- YOGYAKARTA - Ketua MPR RI Prof Dr Amien Rais mengusulkan lima solusi untuk mengatasi krisis di Indonesia saat ini, yaitu keadilan sosial, establish justice, pembangunan keperca yaan baik ke dalam maupun ke luar negeri, membentuk pemerintahan yang bersih, dan tawadhu'. Usulan tersebut diungkapkan Amien dalam acara dialog Ramadan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu kemarin. Menurut dia, dari berbagai kejadian yang pernah dialami negeri ini, seperti pemberontakan DI/TII, Permesta, PKI, dan Malari, justru yang dinilai paling gawat adalah krisis moneter yang melanda Indonesia saat ini. Dengan lima langkah penyelesaian krisis tersebut, diharapkan pula pemerintah bisa melaksanakan empat agenda reformasi dan dua masalah besar di Indonesia saat ini, yaitu masalah Aceh dan Papua. Atas pertanyaan tentang masalah Aceh, Amien mengatakan, dirinya hanya sebagai ketua MPR yang hanya bertugas memimpin sidang untuk menetapkan GBHN dan ketetapan MPR, sehingga tidak bisa menuntut kebijaksanaan eksekutif. http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/04/nas3.htm Gus Dur-Pansus Makin Memanas ----------------------------------- � Menuding Ada Konspirasi � Bachtiar: Presiden Tak Bijak JAKARTA-Hubungan Presiden Abdurrahman Wahid dengan Pansus Buloggate makin memanas, setelah muncul tuduhan bahwa pimpinan Pansus DPR melakukan konspirasi dengan oknum untuk menjatuhkan dirinya. Sementara itu Ketua Pansus Bachtiar Chamsyah membantah tuduhan bahwa pimpinan pansus berkonspirasi untuk menjatuhkan Presiden. Bahkan dia menilai pernyataan itu sebagai tindakan yang tidak bijaksana dan tidak layak diucapkan. Presiden Abdurrahman Wahid secara terang-terangan mengungkap ada konspirasi untuk menjatuhkan dirinya oleh para pemimpin Pansus DPR Buloggate. Bahkan dia menyebut tempat pertemuan tidak resmi mereka dengan para oknum yang terlibat dalam konspirasi itu. http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/04/nas1.htm ENAM WARGA SIPIL TEWAS TERTEMBAK DI MERAUKE ----------------------------------------------------------------- Saturday, December 02, 2000/10:34:38 AM Jayapura, 2/12 (ANTARA) - Enam warga sipil di kota Merauke, Kabupaten Merauke, Irja, Sabtu pagi tewas tertembak sementara dua orang lainnya mengalami luka sesaat setelah penurunan Bendera Bintang Kejora di Lapangan Pemda Setempat. Peristiwa itu bermula dari pengibaran bendera Bintang Kejora yang dilakukan sekelompok masyarakat pro kemerdekaan Papua Barat di Lapangan Pemda Merauke pukul 07.00 WIT dan diturunkan sendiri pukul 08.45 WIT. Setelah bendera Bintang Kejora itu diturunkan, masyarakat secara berangsur-angsur membubarkan diri kembali ke rumahnya masing-masing. Tetapi beberapa saat kemudian ada sekelompok masyarakat yang kembali ke Lapangan Pemda sambil membawa senjata tradisional berupa panah dan parang. Kelompok masyarakat pro kemerdekaan itu menantang aparat kemanan sehingga terjadi bentrok fisik yang mengakibatkan enam penduduk sipil tewas tertembak, sementara dua orang lainnya menderita luka tembak http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001202103438D020089 Rakyat Aceh Agar Tidak Menyerah -------------------------------------- koridor.com [4 Dec, 2:04] Hari ini, 4 Desember, genap 24 tahun usia Gerakan Aceh Merdeka. Wali Negara Aceh (Wilayah Meudeelat) Tengku Hasan M Di Tiro yang bermarkas di Norsborg, Swedia, mengirim sambutan tertulis, yang intinya mengajak seluruh rakyat Aceh untuk tetap tidak mengenal menyerah. Dalam sambutan dalam bahasa Indonesia bercampur bahasa daerah Aceh yang diterima koridor.com Minggu (3/12) malam tersebut, Hasan Tiro mengajak rakyat Aceh untuk terus memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan kemerdekaan dan kedaulatan tanah pusaka nenek moyang. Sambutan di atas lembar kertas dengan kop surat Acheh/Sumatra National Liberation Front itu pada dasarnya meminta rakyat Aceh agar tetap mempertahankan apa yang disebut sebagai Proklamasi Acheh Merdeka dari belenggu penjajahan Indonesia-Jawa pada 4 Desember 1976. "Wahai bangsa Acheh yang dizalimi Indonesia! Ingatlah selalu kepada kebesaran sejarahmu. Ingatlah bahwa kita adalah keturunan endatu, pahlawan gagah perkasa. Seperti endatu, kita tidak pernah tunduk, apalagi menyerah kalah kepada negara kolonial Indonesia," demikian Hasan. Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php/105351/a29b89d6a8f6e704024ba86cf3bd01224 /975887010 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
