'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''" SARI BERITA : Rabu, 6 Desember 2000 ====================================== <> Syahril Bebas, Ada Bargaining dengan Pemerintah <> WIBPBHI protes Kapolri atas teror terhadap ketua SIRA <> Alex B. Riatmodjo: "Rusdihardjo Bohong" <> Jika Lengser Mengecewakan Banyak Orang <> "Ngono yo Ngono Ning Aja Ngono" `/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`/`` Revrisond: Syahril Bebas, Ada Bargaining dengan Pemerintah ------------------------------------------------------ detikcom - Jakarta, Penangguhan tahanan rumah Gubernur Bank Indonesia non aktif Syahril Sabirin dinilai tidak begitu saja dilakukan. Diduga pembebasan itu merupakan politisasi hukum yang dilanjutkan dengan bargaining position oleh pihak-pihak yang berkepentingan. "Akhirnya kita akan melihat tawar-menawar lebih lanjut, baik antara pemerintah dengan Syahril maupun antar kelompok-kelompok politik yang terlibat dalam sengketa BI," kata analisis pengamat ekonomi UGM, Revrisond Baswir, kepada detikcom, Rabu (6/12/2000). Seperti diketahui, Syahril Sabirin dibebaskan statusnya sebagai tahanan rumah pada Selasa siang kemarin (5/12/2000). Pembebasan Syahril untuk sementara bertujuan untuk menunggu jadi tidaknya pelimpahan berkas Syahril, tersangka Baligate, ke pengadilan. Menurut Revrisond, pembebasan Syahril diduga akan dilanjutkan dengan pengangkatan deputi senior dan deputi-deputi lain di BI. "Negosiasi merupakan jalan paling mudah untuk mengisi kekosongan di BI atau setidaknya tetap bisa membuka peluang bagi orang baru yang bisa saja mewakili suatu kelompok politik," kata dosen Fakultas Ekonomi UGM itu. Nasib Syahril selanjutnya akan tergantung pada negosiasi itu. "Bagaimanapun Syahril tidak berjalan sendiri. Pasti ada kelompok politik di belakangnya untuk menutupi borok BI di masa lalu," kata Revrisond. Sedangkan mengenai kemungkinan adanya tekanan dari IMF dalam rangka pembebasan Syahril, Revrisond menilai alasan itu tidak terlalu signifikan. "Justru yang lebih signifikan adalah kekhawatiran berbagai kalangan terhadap merosotnya nilai rupiah," demikian Revrisond Baswir. Seperti diketahui, BI saat ini hanya dikendalikan 2 deputi gubernur yaitu Aulia Pohan dan Achjar Iljas. Sedang anggota Dewan Gubernur lainnya mengundurkan diri. Boleh dibilang, banyak pihak tengah berebutan untuk menguasai BI. Diperkirakan untuk mempermulus penguasaan itulah, Syahril dibebaskan dari tahanan dan diajak negosiasi. Siapa tahu? (dit) URL : http://www.detik.com/peristiwa/2000/12/06/2000126-071025.shtml WIBPBHI protes Kapolri atas teror terhadap ketua SIRA ---------------------------------------------------------------- Laporan Kleofas Klewen satunet.com - Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) selaku kuasa hukum dari Ketua Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Muhammad Nazar mengecam dan memprotes atas munculnya teror terhadap kliennya. Menurut PBHI, dalam keterangan tertulisnya yang ditandatangani ketuanya, Hendardi, Rabu, pihaknya memperoleh informasi tentang perlakuan buruk terhadap kliennya selama di tahanan Mapolda Aceh serta keluarganya untuk mengunjungi Nazar.Dikatakan PBHI, perlakuan buruk itu dalam kategori tindakan fisik seperti pelemparan air dan batu serta intimidasi berupa ancaman pembunuhan, ancaman dengan mengarahkan moncong senjata, caci maki dengan kata-kata kotor dan juga menggedor-gedor pintu ruangan tahanan. Hal itu diinformasikan dilakukan pada 4 Desember oleh petugas kepolisian dari kesatuan Brimob, yang merupakan pasukan yang di-BKO-kan.Oleh karena itu, PBHI melakukan protes kepada kapolri Jenderal S. Bimantoro serta mengecam segala tindakan intimidasi mental dan fisik, yang dinilai sebagai teror terhadap Nazar. PBHI juga memprotes atas pembatasan ruang komunikasi Nazar dengan keluarganya, yang sering terganggu dengan lalu lalangnya petugas kepolisian untuk mendengarkan pembicaraan mereka.PBHI menilai tindakan teror tersebut merupakan tanggungjawab Polda Aceh dan PBHI menunut kapolri untuk melakukan penyelidikan serius atas masalah ini dan menjatuhkan sanksi yang setimpal baik administratif maupun hukum terhadap penaggungjawab dan pelaku tindakan teror tersebut.(trm) URL : http://satunet.com/artikel/isi/00/12/06/35879.html Alex B. Riatmodjo: "Rusdihardjo Bohong" -------------------------------------------- 5-12-2000 / 23:32 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: "Rusdihardjo bohong," demikian pernyataan Direktur Pidana Umum Polri, Brigjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/12) sore. Alasannya, banyak pernyataan mantan Kapolri itu di hadapan Panitia Khusus Bulog mengenai penyidikan kasus dana Yanatera Bulog bertentangan dengan kenyataan. Sedikitnya ada tiga hal dalam pengakuan Rusdihadjo-seperti yang dilansir Majalah TEMPO edisi minggu ini-yang dinilai Alex tidak benar. Pertama, pernyataan Rusdjihardjo bahwa dia tidak hadir dalam pemeriksaan Gus Dur. Menurut Alex, selain dia dan Harry Montolalu, ikut hadir dalam pemeriksaan itu adalah Rusdihardjo, Nurfaizi, Chairuddin Ismail, Marsilam Simanjuntak, dan putri Gus Dur, Yeni. "Bahkan pak Rusdihardjo mengikuti pemeriksaan sampai selesai," ujar Alex. Kedua, pernyataan Rusdihardjo bahwa dia yang memerintahkan tim penyidik memeriksa Gus Dur. "Saya yang pertama kali melontarkan gagasan tersebut," ujar Alex. Namun, karena tidak ditanggapi, ia lalu berinisiatif untuk melontarkan gagasan tersebut kepada publik pada 14 Juni selepas membahas perkembangan kasus Bulog. Terakhir, soal pernyataan Rusdihardjo bahwa nama Aris Junaedi baru dimunculkan setelah penyidik bertemu dengan Gus Dur. "Saya sudah memeriksa Aris jauh sebelum memeriksa presiden," ujar Alex. Ketika itu dia masih menjabat sebagai Kaditserse Polda Metro Jaya. Keterlibatan Aris ini diketahui dari pengakuan Siti Farika sendiri. Sementara itu, Kaditserse Polda Metro Jaya, Senior Superintenden Harry Montolalu, yang ditemui di ruang kerjanya juga menceritakan hal yang sama. Ketika memeriksa Gus Dur pada 23 Juni, Harry baru lima hari menggantikan Alex sebagai Kaditserse Polda. "Karena saya baru, saya minta dibantu Pak Alex yang menyidik kasus ini dari awal," cerita Harry. Dan, Rusdihardjo pun turut dalam pemeriksaan itu. "Dia ada di ruang Presiden, di belakang saya dan Pak Alex," tegas Harry. Pemeriksaan Gus Dur, menurut Harry, berlangsung selama hampir satu jam. Dalam pemeriksaan itu, Gus Dur, antara lain, mengaku kenal dengan Sapuan dan Suwondo. Tapi, tidak ada indikasi Gus Dur terlibat dalam penyalahgunaan dana tersebut. Selain itu, Gus Dur juga tidak mengatakan bahwa dia yang menyerahkan cek senilai Rp 5 miliar seperti yang dikatakan Rusdihardjo. Mengenai isu BAP ganda, Harry menegaskan hal itu tidak benar. Sebagai penyidik yang bertugas memeriksa Gus Dur, ia hanya sekali menandatangani BAP yang kini sudah diserahkan ke pihak kejaksaan. "Jadi tidak benar ada dua BAP," ujar Harry. (Philipus Parera) URL : http://tempo.co.id/harian/fokus/22/2,1,97,id.html Gus Dur Bukan Tak Mau Mundur Jika Lengser Mengecewakan Banyak Orang ---------------------------------------------- koridor.com [6 Dec, 9:54] Persepsi Gus Dur mendapat dukungan masyarakat, merupakan pegangan yang dimiliki Presiden Gus Dur saat dirinya mendapatkan tekanan tuntutan untuk mundur. "Presiden Gus Dur sebagai orang yang berpuluh-puluh tahun hidup di tengah masyarakat, tahu kapan dia didukung masyarakat dan kapan tidak didukung," kata Juru Bicara Kepresidenan Wimar Witoelar kepada wartawan di Jakarta, Selasa, usai pertemuan Kampanye Rembuk Nasional (KRN). "Soal Gus Dur disuruh mundur, bukan Gus Dur tidak mau, tapi tidak bisa. Karena kalau mundur akan mengecewakan banyak orang dan lebih banyak ketimbang yang mengusahakan Gus Dur mundur," ujar Wimar. "Jadi kartu terakhir adalah dukungan rakyat. Tanpa dukungan rakyat tidak ada pemerintah yang bisa tenang, kecuali oposisi. Oposisi tanpa dukungan rakyat asal bisa bicara di media massa bisa jalan, tapi pemerintah tidak," sambung Wimar. Sekali lagi Wimar menegaskan, saat ini dukungan pada Presiden Abdurrahman Wahid masih lebih besar ketimbang jumlah yang tidak senang terhadap Gus Dur. (lia / hr) URL : http://www.koridor.com/artikel.php/105441/e291a31c6d2bfe349b6240caa6aa1d164 /976072444 Yusuf Muhammad: "Ngono yo Ngono Ning Aja Ngono" -------------------------------------- Jakarta-"Ngono yo ngono ning aja ngono." Pesan ini disampaikan anggota FKB Yusuf Muhammad kepada beberapa anggota DPR yang tampak "bernafsu" menggulingkan pemerintahan Abdurrahman Wahid. Kritik boleh, asalkan proporsional. "Tidak cocok ya tidak cocok, benci ya benci, tapi yang wajar," katanya. Yusuf Muhammad dimintai komentarnya soal pertemuan Akbar Tanjung dengan Presiden Abdurrahman Wahid pekan lalu. Pertemuan informal pejabat eksekutif dan petinggi eksekutif itu menghasilkan beberapa kesepakatan. Satu di antaranya Akbar menjamin tahun depan tak ada SI. Gus Dur meminta Akbar menegur "anak buahnya" yang kerap mengkritik Gus Dur. Disebut-sebut Alvin Lie (F-Reformasi) dan Ade Komaruddin (FPG) menjadi bidikan Gus Dur. Ketika ditanya, apakah pertemuan itu dimaksudkan untuk "menjinakkan" anggota DPR yang terlalu vokal, Yusuf tak sepaham. "Tidak. Tidak akan ada yang namanya perjinakan anggota DPR,"katanya kepada pers di gedung DPR/MPR, hari ini. Presiden, sambung Yusuf , cuma mengingatkan agar anggota DPR jangan over acting. "Ya proporsional sajalah." Tidak dijelaskan apa batasa proporsional dan tidak proporsional. Ketika disebut apakah kritikan Alvin Lie dan Ade Komaruddin tidak proporsional, dia menjawab "Saya saya risih terhadap sikap dua orang itu. Cenderung seenaknya." Keberadaan Pansus Buloggate menurutnya tak bisa dihindari ada nuansa untuk menggulingkan Gus Dur. Padahal, kata Yusuf, posisi DPR dan Presiden di dalam UUD 1945 sama-sama setara, mereka tak boleh saling menjatuhkan. ***(zul) URL : http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/12/05/1925226 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
