```````````````````````
"Pembunuhan-Pembunuhan Keji di Sekitar Kita"
````````````````````````````````````

Berbicara mengenai pembunuhan sadis dan keji kebanyakan orang akan teringat
peristiwa pada perang Dunia I dan II, pembantaian terhadap jutaan orang
Yahudi oleh Nazi Jerman pimpinan Hitler, korban meninggal akibat kekejaman
kaum imperialis, korban meninggal akibat perang perjuangan sebagai
perlawanan terhadap kaum imperialis, korban pembunuhan akibat
kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah, dan pembunuhan-pembunuhan yang
sifatnya sporadis sebagai cerminan kejahatan manusia. "Manusia serigala
bagi sesamannya", demikian dikatakan oleh Hobbes.

Pembunuhan atau pembantaian sesama manusia, seperti diungkapkan di atas,
seakan-akan membawa alam kesadaran kita kepada suatu anggapan bahwa
pembunuhan semacam itu tidak terjadi lagi saat ini. Seolah-olah itu semua
menjadi bagian dari sejarah kejahatan manusia. Anggapan lain, istilah
pembunuhan manusia seakan-akan hanya berlaku pada tingkat di mana manusia
sudah betul-betul dalam wujud manusia (secara fisik), apalagi sudah
tergolong dewasa. Benarkah demikian ?.

Bagiamana dengan pembunuhan-pembunuhan janin maupun bayi manusia yang belum
berwujud manusia dewasa ?. Ternyata pembunuhan mengerikan masih terjadi
dari dulu hingga saat ini, yaitu pembunuhan dengan melakukan aborsi.
Sangat mengerikan dan menyedihkan apa yang diberitakan oleh beberapa media
tentang pembunuhan ini. Contoh berita di media Indonesia antara lain
berjudul:

- "Tiap Tahun 2 Juta Kasus Aborsi" (detikcom - Jakarta, 15/2/2000)
- "Aborsi Gelap di Depok:  Sekali Ngubur Bayi, Dapat Ceban" (detikcom)
- "Dokter RSCM Aborsi 200 Bayi (detikcom)
- "Total Aborsi 33 Bayi (detikcom, 25/3/2000):
Sebanyak 12 mayat bayi ditemukan lagi di kawasan kebun jambu di Pancoran
Mas, Depok."
- "Setelah di Pancoran Jaya: Kuburan Bayi Cisalak dibongkar
detikcom - Jakarta, Sabtu (25/3/2000) ditemukan 5 mayat bayi dalam kondisi
mengenaskan."

Keluaran 20:13 dengan tegas dikatakan: "jangan membunuh." Janin usia berapa
pun di dalam kandungan seorang ibu sudah memiliki kehidupan. Ia berhak
untuk hidup dan mendapat perlindungan kasih sayang seorang ibu. Dengan
demikian, aborsi jelas-jelas adalah pembunuhan keji di hadapan Allah.
Alkitab membuktikannya sendiri di Kitab Lukas 1: 41: "Dan ketika Elisabet
mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet
pun penuh dengan Roh Kudus."

Lembaga-lembaga keagamaan, termasuk gereja, tampaknya tidak menaruh
kepedulian terhadap masalah besar seperti ini. Seolah-olah agama kian
permisif atau toleran terhadap pembunuhan-pembunuhan tersembunyi ini.
Gerakan moral untuk menentang praktek-praktek aborsi hampir tidak ada
terdengar lagi. Masing-masing lembaga keagamaan sibuk dengan urusannya
sendiri, bahkan agama bagi kaum atheis sudah menjadi bahan tertawaan. Sebab
agama, yang diharapkan sebagai sumber gerakan moral dan perdamaian, justru
menjadi sumber konflik, seperti kerusuhan di Maluku.

Dari sisi kebangsaan, masalah aborsi sebenarnya merupakan musibah besar.
Banyaknya kasus aborsi terjadi di negeri ini sudah pertanda hilangnya
penghormatan terhadap lembaga perkawinan dan keluarga. Padahal, lembaga
perkawinan dan keluarga diharapkan dapat melahirkan generasi bangsa yang
berkualitas, baik secara moral maupun intelektual. Tetapi bagaimana hal itu
tercapai apabila ternyata pemuda dan remaja kita kian banyak yang
terjerumus kepada pola hidup materialistik, "free sex" dan hanya mengejar
kenikmatan semata (hedonis), tanpa memperhatikan lagi masalah harga diri,
kualitas diri, moralitas bersama sebagai bangsa, dan masa depan
generasinya. Kiranya tulisan sederhana ini dapat menyadarkan kita akan
realitas di sekitar kita. (August S)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke