**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

"Pastor Ingin Bersihkan Wajah
Islam dari Coretan Orang Biadab "
><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*>
Ambon, Siwalima
Ketegangan yang sempat terjadi di Kesui manakala tim inves-tigasi hadir
merupakan bukti bahwa ada hal-hal
yang sebenarnya tidak bisa diterima di sana, bukan saja warga Kristen
tetapi juga oleh warga Islam yang
masih memiliki itikad baik. Apalagi kasus yang terjadi di Kesui
sesungguhnya sangat mencoreng martabat Islam.
Demikian dikatakan Ketua Crisis Centre Keuskupan Am-boina, Pastor Agus
Ulahaiyanan,  kepada Siwalima,
Selasa (19/12)  kemarin di Ambon. "Kita per-caya bahwa Islam  sendiri
seperti apa yang dikatakan
sejumlah ahli Islam atau orang yang masih punya pikiran  baik  bahwa mereka
tidak  menghendaki
kekera-san dan pemaksaan pengalihan agama secara paksa. Tetapi dari
informasi-informasi yang masuk
terbukti orang terpaksa berpin-dah agama,  demi keselama-tannya. Jadi ini
jelas tidak ada lagi unsur
kebebasan  di sana," tandas Ulahaiyanan. Lantaran itu menurutnya, bu-kan
hanya orang Kristen saja yang angkat bicara tetapi orang Islam yang baik
hati sebenarnya perlu angkat bicara duluan bahwa
perbuatan semacam itu bukan cara yang baik dalam Islam.  "Karena itu orang
Kristen kalau mereka itu
pindah agama dengan bebas  itupun harus didukung se-bab semua orang punya
kebe-ba-san kalau memang itu
jalan terbaik  bagi dia. Asalkan jangan ada pengkondisian yang mem-buat
mereka terpaksa pindah
aga-ma dengan alasan tekanan dan sebagainya," kata Ulahaiyanan.

Yang perlu dicacat kata Ula-hai-yanan, orang Kristen pindah aga-ma  setelah
ada tindak keke-rasan seperti
ada penyerangan, pembakaran dan ancaman pem-bunuhan karena mereka
inden-titas sebagai orang  Kristen, ini
adalah faktor-faktor paksaan atau  absensi dari kebebasan ti-dak bisa lagi
diingkari. "Nyata-nyata
telah terjadi pelanggaran HAM yang juga diakui di Re-publik ini, dan diakui
juga oleh masyarakat Islam
secara luas," tandasnya. Masih menurutnnya, orang Kris-ten tetap menanti
orang Is-lam yang masih punya hati baik apakah ini dibiarkan  dengan
ke-kuatan Islam yang begitu besar di  Republik ini.  Kita masih per-caya
kepada orang Islam yang punya hati nurani yang baik, yang punya pikiran
yang jernih  untuk tidak menerima hal-hal se-macam ini," kata Ulahaiyanan.

Lebih lanjut dikatakan, kita jangan persoalkan apakah dia Islam atau
Kristen tetapi yang kita lihat adalah
pelanggaran yang terjadi. Kalaupun itu terjadi pemaksaan yang dilakukan
oleh orang-orang Kristen katakan orang Katolik, maka  yang pertama-tama
ngotot adalah  diri-nya. Anehnya, kata Ulahaiyanan bahwa tidak ada satupun
orang Islam yang baik hati untuk menyelesaikan masalah di sana, bah-kan ada
pula yang  memutar-balikan fakta dan mencoba untuk membuat pembelaan diri
bahkan  ada yang mengancam untuk ti-dak
mengangkat fakta dan kebenaran ini. "Saya tidak sedikitpun menyu-dutkan
Islam sebab saya ingin bersama-sama dengan Islam un-tuk menyelesaikan
masalah ini untuk membersihkan wajah Islam dari coretan  perbuatan
orang-orang  yang tidak bertanggung jawab atau orang-orang yang  biadab,"
tandasnya. Aparat kemanan juga mengatakan orang-orang yang tidak
bertanggung jawab itu harus ditindak tetapi sampai sekarang  malah tidak
melakukan tindakan tegas, dibiarkan begitu merajalela dan berkeliaran  di
mana-mana.

Kalau demikian  halnya,  diri-nya akan menantang pemerintah, bahwa
peristiwa Kesui dibiarkan
berlarut-larut karena sengaja me-lakukan tindakan persuasif ma-lah terus
membiarkan kejahatan. "Kalau
ini dibiarkan terus, saya mau tuduh pemerintah melin-dungi, memelihara
penjahat dan kejahatan.
Waktu tim investigasi mau datang ke Kesui kita minta supaya  aparat kemanan
ditam-bah tetapi jawaban PDS
tidak perlu, di sana tidak terjadi apa-apa aman. "Tapi terbukti malah
ter-jadi kekacauan. Aparat
keama-nan tidak berani mengevakuasi orang-orang yang ada di sana. Ada apa
sebenarnya," tanya Ulahaiyanan.
Mereka tidak mau dievakuasi  karena merasa takut terhadap orang-orang yang
belum sempat dievakuasi akan
dibantai, karena yang diangkut di atas kapal itu  bukan seluruh anggota
keluarga. Di antara satu kelurga
sudah dikondisikan di tempat yang ber-beda-beda. Di sini perlu ada
ketegasan dan tindak kekerasan
untuk membasmi  kejahatan, dan saya minta  aparat keamanan  untuk serius
menangani masalah ini.  Kalau
tidak negara ini  bukan lagi negara hukum, sudah terkesan menggunakan hukum
rimba, tidak lagi
menggunakan hukum  yang dibuat manusia yang beradab tetapi hukum sudah
diken-dalikan oleh manusia yang
bia-dab dan tidak berlaku lagi  Un-dang-Undang Dasar 45 dan Pan-casila.
Agus juga menyesal  bahwa masih ada orang-orang Islam yang membela
kejahatan di sana inikan lucu,  karena yang saya tahu Islam tidak
mengajarkan demikian, tertapi ternyata orang Islam berbuat juga seperti
itu. Jumlah kepala keluarga (kk)  yang dievakuasi ke Ambon   yang beragama
Katolik  40  kk  dengan jumlah jiwa  157 orang. Dan Protestan  4 kk  dengan
jumlah jiwa 16 orang. Masing -masing me-reka ditampung di Gereja  Hati
Kudus  dan   disalah satu  Rumah  jemaat  Gereja Nehemia di Benteng.  (fik)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke