Wacana Mingguan ================ Renungan Pasca Natal 'Aku Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya Allah asing yang ada di antaramu' - Yes. 43:11-12 Kita sudah memasuki tahun yang baru dalam penanggalan Masehi yang orang juga sebut milenium dan abad baru, dan sebelumnya, kita sudah merayakan hari Natal, baik sederhana, ataupun mewah, ataupun tidak merayakannya karena dianggap 'tidak Alkitabiah'. Meski Natal kemarin diwarnai dengan 'darah', tetapi kita patut bersyukur (dasar orang Kristen, sudah diancam bom masih bersyukur) dengan banyaknya bom yang tidak meledak dengan segala macam 'mukjizat' yang katanya didapat meski kita juga harus ikut berduka cita dengan korban yang jatuh. Dahulu, ketika Kristus lahir, Dia seperti kita tahu ditolak habis-habisan. Dimulai ditolak pemilik penginapan sampai ditolak bangsa-Nya sendiri, dan ternyata setelah 2000 tahun, keadaan ini tidak berubah juga, meski ajaran dan pengikut-Nya sudah ada hampir di seluruh pelosok bumi. Pak Herlianto pernah menulis dalam salah satu renungan bahwa Natal sekarang sudah jadi bisnis, bahkan di negara-negara yang tidak kenal Kristus. Di negara-negara barat, Natal sudah menjadi liburan panjang biasa di akhir tahun, ini juga tercermin dari acara-acara Natal impor yang ditayangkan di layar kaca (televisi) lokal. Dalam survai yang dilakukan lembaga riset Barna, hanya 37% orang Amerika merasa bahwa kelahiran Kristus adalah bagian yang terpenting dari Natal, 'Christ'-mas! Suatu hari 'besar' yang menyandang nama-Nya sendiri. Jadi Dia masih tetap ditolak, bahkan di hari peringatan kelahiran-Nya. Mari kita lihat statistik yang mungkin 'memusingkan' atau 'membosankan' bagi Anda. Dari edisi terbaru (2000) Ensiklopedi Dunia Kristen kita mendapatkan data bahwa penghuni bumi sekarang telah berjumlah lebih dari 6 milyar manusia (entah berapa orang yang sedang ada di stasiun luar angkasa), dan yang 'mengaku' Kristen ada sekitar 33%, meski dari persentase itu 'hanya' 19,5% yang dapat dikatakan 'Kristen' yang agak 'sungguh-sungguh'. Berarti masih ada 13.5% orang Kristen yang 'Kristen KTP', atau sekitar 800 juta orang. Belum lagi masih ada 67% orang yang mengaku bukan 'Kristen', berarti secara hitungan sederhana, Kristus masih 'ditolak' di bumi ini sebagai Tuhan dan juruselamat, karena jauh lebih banyak orang yang tidak percaya pada-Nya (4 dari tiap 5 manusia penghuni bumi) dari pada yang percaya. Banyak orang yang berkata, 'ini bukan masalah, toh Tuhan kita semua sama', atau ada juga yang berkata bahwa 'penginjilan itu menyakiti hati orang lain', terutama dari kalangan yang menyebut diri 'liberal'. Dr. Ravi Zacharias, dalam bukunya yang terbaru 'Jesus Among Other Gods' memeriksa dengan saksama Kristus dan 'tuhan-tuhan' yang ada dalam kepercayaan/agama besar di dunia saat ini. Seorang profesor filosofi mungkin saja berkata bahwa setiap kepercayaan memiliki 'Tuhan' yang sama, tetapi Kristus tetaplah Tuhan yang unik dan tidak sama dengan tuhan dalam agama-agama lain. Tuhan yang begitu besar 'mengisi' tubuh manusia yang sangat terlalu kecil bagi-Nya, yang dikenal dengan nama Yesus, sang Kristus, sang messias, sesuai dengan arti nama-Nya, Tuhan (sendiri) yang menyelamatkan. Suatu konsep yang tidak akan pernah dikenal oleh kepercayaan lain. Di dalam Yesus Kristus, Firman yang telah menjadi manusia, hati dan hidup kita akan menemukan 'rumah' yang sesungguhnya. Mari kita lihat kembali ayat Firman Tuhan di atas, yang diambil dari kitab Yesaya, kitab nubuatan yang ditulis ratusan tahun sebelum Kristus lahir di bumi sebagai manusia, dan nubuat itu ditepati-Nya dengan setia. Allah sendiri sudah berjanji bahwa Dia akan memberikan memberikan seorang juruselamat bagi manusia, dan ternyata juruselamat itu adalah diri-Nya sendiri! Dia sendiri yang datang, memberitakan, dan menyelamatkan kita semua, Tuhan yang menjadi juruselamat bagi umat-Nya sendiri, bukan orang lain. Manusia tidak akan sanggup menyelamatkan dirinya sendiri, sedang 'tuhannya' berdiam diri saja seperti konsep dalam kepercayaan lain. Tuhan yang benar dan sejati akan menyelamatkan sendiri umat-Nya seperti yang dikatakan Alkitab, dan konsep ini tidak akan pernah ada dalam kepercayaan lain. Jadi, samakah Tuhan kita dengan tuhan pada kepercayaan lainnya? Jawabannya dapat Anda simpulkan sendiri. Tuhan yang sama yang menciptakan bumi dan langit, Tuhan yang sama datang sendiri menyelamatkan manusia, lahir sebagai manusia, yang kita peringati dalam Natal. Apakah Anda masih menolak Dia sebagai Tuhan yang berkuasa dan menyelamatkan hidup Anda? Masihkah Anda memiliki hidup yang 'sama' dengan orang yang percaya pada 'tuhan' yang lain? salam kasih Billy N. 'Datanglah pada Kristus dan Anda akan melihat apa arti dari hidup ini'- Dr.Ravi Zacharias "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
