'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Selasa, 16 Januari 2001
======================================
<^> Masyarakat Rentan terhadap Isu
<^> Kaukus Istiqlal Tuntut Gus Dur Mundur
<^> Pensiunan Jenderal Sembunyikan Tommy
<^> Tim Sensor Berita untuk Redam Konflik SARA Ambon
<^> Kasus Bom, Hubungan NU-Agama lain Makin Erat
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Masyarakat Rentan terhadap Isu
------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Satriawan Sahak, S.H., S.U., dosen senior Fakultas Hukum Universitas
Mataram
(Unram) mengatakam, akhir-akhir ini masyarakat NTB khususnya Lombok, sangat
rentan terhadap munculnya isu-isu. Isu yang berlebihan, seperti akan
terjadinya kerusuhan 15-17 Januari 2001, telah mengundang respons
berlebihan
dari masyarakat sehingga membuatnya gelisah.
"Antisipasi untuk mencegah kegelisahan masyarakat, satu-satunya cara adalah
bagaimana polisi selaku aparat keamanan terdepan memberikan sugesti kepada
masyarakat bahwa negeri ini aman," katanya kepada wartawan di Mataram,
Senin
(15/1) kemarin, menyikapi munculnya berbagai isu kerusuhan yang berembus
akhir-akhir ini.
Untuk memberi sugesti kepada masyarakat bahwa negeri ini aman, tidak ada
salahnya bila polisi menurunkan seluruh personelnya lengkap dengan senjata.
Banyaknya personel polisi dan TNI yang diturunkan untuk melakukan
pengamanan, menurut Satriawan Sahak, tidak berlebihan. Walaupun ada
sebagian
kecil masyarakat yang menilai bahwa apa yang dilakukan polisi itu hanya
sebuah show of force. "Penilaian itu sah-sah saja. Namun yang jelas tujuan
dari pengerahan personel ke lapangan itu untuk memberi rasa aman pada
masyarakat," katanya.
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/1/16/NT2.htm

Kaukus Istiqlal Tuntut Gus Dur Mundur
--------------------------------------------
Kaukus Istiqlal yang terdiri dari berbagai ormas Islam menuntut kebesaran
hati Abdurahman Wahid untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai
Presiden RI daripada mengerahkan massa untuk mempertahankan jabatan.
"Gus Dur adalah seorang pemimpin yang tidak memiliki itikad baik bagi
rakyat
dan bangsanya, jadi tidaklah layak untuk dipertahankan," kata Lukman Hakim
yang mewakili Ormas Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ka'bah dalam Deklarasi
Kaukus Istiqlal di Jakarta, Minggu (14/1).
Hadir dalam deklarasi itu beberapa wakil ormas Islam seperti Gerakan Pemuda
Ka'bah (GPK), Pemuda Bulan Bintang, Barisan Muda Partai Amanat Nasional
(PAN), Badan Kerjasama Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia, Pemuda
Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Islam (GPI), Pelajar Islam Indonesia (PII),
Brigade Hizbullah, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Generasi
Muda Pembangunan Indonesia dan Pemuda Partai Keadilan.
Lukman Hakim mengatakan, terpilihnya Abdurahman Wahid dulu selain
diharapkan
dapat memuaskan semua pihak, juga diharapkan dapat membawa bangsa ini
menuju
pada keadaan yang lebih baik serta mampu menjalankan agenda reformasi
dengan
memberantas KKN, menegakkan supremasi hukum, perbaikan kondisi ekonomi,
meredanya konflik di daerah dan ancaman disintegrasi, sampai menekan
pengangguran.
http://www.suarapembaruan.com/News/2001/01/15/index.html

Pensiunan Jenderal Sembunyikan Tommy
--------------------------------------------
Berikut wawancara lengkap Newsweek dengan Gus Dur:
Newsweek: Bom malam Natal sangat mengejutkan masyarakat Indonesia.
Bagaimana
perkembangan terbaru penyelidikan kasus ini?
Gus Dur: Sudah banyak kemajuan. Berdasarkan laporan polisi, tampaknya
pengeboman tersebut dilakukan untuk menggusur posisi saya. Tetapi hingga
sejauh ini tidak ada bukti-bukti hukumnya (siapa dalang insiden
tersebut-Red).
Ada kecurigaan bahwa beberapa pensiunan jenderal terlibat dalam insiden
tersebut. Saya menerima pesan dari Prabowo (menantu mantan presiden
Soeharto
dan mantan Pangkostrad). Dia sangat kesal karena namanya disebut-sebut
dalam
laporan polisi tersebut. Bila memang benar begitu, harus dibuktikan, kata
Prabowo. Laporan polisi juga menyebutkan mantan KSAD Jenderal R Hartono.
Tapi ini artinya polisi akan melakukan investigasi dan akan menahan siapa
saja yang terbukti terlibat.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0101/16/nas3.htm

Tim Sensor Berita untuk Redam Konflik SARA Ambon
----------------------------------------------------------
eramuslim, Ambon - Penyebab suhu konflik SARA di Ambon tak pernah reda,
ternyata bukan hanya oleh bentrok fisik antara dua kelompok bertikai.
Pemberitaan media massa yang tak bertanggungjawab diduga ikut membakar api
perang yang telah dua tahun meluluhlantakkan propinsi seribu pulau itu.
Media cetak dan elektronik disinyalir sering dimanfaatkan kelompok tertentu
untuk membangkitkan sentimen konflik di Ambon dan Maluku. Karena itu,
Gubernur Maluku Saleh Latuconsina melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur
akan
membentuk Tim Sensor Berita untuk kasus-kasus konflik di sana.
http://www.eramuslim.com/article/articleview/2439/

PB NU: Sisa-sisa Penguasa Otoriter Kacaukan Negara
------------------------------------------------------------
Demak -- Orang dekat Presiden Wahid yang juga Ketua PB Nahdatul Ulama (NU)
KH Hasyim Muzadi memprediksikan situasi tidak menentu di tanah air masih
akan berlangsung lebih lama lagi. Pasalnya, para penjahat yang berasal dari
sisa-sisa orde baru masih bergentayangan.
"Para penjahat itu menggunakan taktik seperti yang digunakan Jaka Tingkir
saat akan melamar menjadi prajurit Kerajaan Demak," kata dia saat berbicara
di depan alim ulama NU se-Jawa Tengah dalam acara Istighosah dan
Silaturahmi
Alim Ulama NU Jawa Tengah di Pondok Pesantren Salaf "Ar Riyadz" Giri
Kusuma,
Mranggen, Demak, Senin (15/1/2001).
Yang dimaksud taktik Jaka Tingkir adalah membuat situasi kacau dan kemudian
berteriak-teriak mengecam pemerintah tidak becus menangani kekacauan,
padahal maksudnya adalah untuk mendapat kesempatan meredam kekacauan yang
dibuatnya sendiri. "Yang membuat ekonomi menjadi macet, ya mereka sendiri,
demikian pula yang membuat tidak amannya negara, mereka pula pelakunya,"
tegas Hasyim.
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/01/16/0045209

Kasus Bom, Hubungan NU-Agama lain Makin Erat
-----------------------------------------------------
Semarang, LippoStar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi
mengatakan, kasus peledakan bom yang terjadi pada malam Natal 2000 di
beberapa tempat ibadah di Indonesia menjadikan hubungan antara NU dengan
pemeluk agama lain menjadi semakin erat.
"Apalagi yang menjadi korban peledakan salah satunya adalah Banser yang
saat
itu ikut mengamankan bom di gereja Mojokerto," katanya pada Silaturahmi
Alim
Ulama se-Jawa Tengah di Pondok Pesatren 'Ar Riyadz' Giri Kusumo Mranggen,
Kabupaten Demak, Senin (15/1).
Menurut dia, peledakan bom pada 24 Desember 2000 yang dilakukan serentak di
beberapa daerah seperti di Jakarta, Mojokerto, Medan, Batam dan Pekanbaru
itu merupakan upaya dari kelompok maupun organisasi yang menginginkan
adanya
kekacauan di tanah air.
http://www.lippostar.com/img/lol.dll/news/news_detail.jsp

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke