**********************************
Wacana Mingguan : 20 Januari 2001
==================================

```````````````````````````
~ 'Mati' untuk Berbuah Banyak ~
-------------------------------------

'Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia
tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak
buah'- Yoh. 12:24

Ini mungkin berita 'basi'. Presiden Indonesia, Pak Wahid adalah seorang
yang senang olahraga sepakbola.
Katanya dia berpolitik dengan strategi 'catenaccio' (susah sekali
menulisnya, ini juga belum tentu betul)
Tim Italia. Meski di sini kita bukan ikut-ikutan, sebetulnya kita sebagai
orang Kristen juga bisa
'menerapkan' strategi sepakbola dalam kehidupan Kekristenan kita. Di sini
kita mau mengambil strategi tim 'mantan penjajah' Indonesia, Belanda, yaitu
'total football'. Kalau tim Italia memakai 'serangan balik', sedangkan
Belanda semua pemain harus ikut menyerang, bahkan semua pemain bisa jadi
penyerang dan mencetak gol. Kata mereka: pertahanan terbaik adalah
menyerang.

Dalam pola 'tradisional' kita, orang Kristen biasanya 'menunggu' perintah
pendeta atau pemimpin sebelum bekerja/melayani, atau mirip anggota DPR
zaman Orde Baru, datang, duduk, dengar, diam (untunglah tidak dapat duit,
tapi 'memberi' duit, adakah yang dapat duit kalau ke gereja? Jangan lupa
beri tahu yang lain)  kala di gereja. Kalau kita seperti tim Italia yang
pasif dan menunggu datang kesempatan atau 'lawan' lengah, kapan bisa
'mencetak angka', yaitu memenuhi amanat agung dari Tuhan Yesus Kristus
untuk 'menjadikan semua bangsa murid-Ku' (Mat. 28:19-20).

Jadi kita harus aktif untuk 'menyerang' dan bekerja keras, mencari
kesempatan, bukan menunggunya. Orang bijak mencari dan menciptakan
kesempatan. Orang bijak mengubah dunia, orang biasa
diubah dunia. Sekarang kita mau melihat Flp. 1:21-22 (ini salah satu ayat
favorit saya). Bagi kita orang Kristen, seharusnya kita punya konsep hidup
seperti Paulus. Kalau hidup untuk Kristus, kalau mati harus punya
keuntungan kekal, yaitu keselamatan dan hidup yang untuk Kristus. Jadi
sebetulnya, mau mati mau hidup, harus untuk Kristus, yaitu yang kita lihat
di ayat 22, hidup yang memberi 'buah', di sini 'buah' bukan terus 'buat
anak' :) tapi terus 'menghasilkan' sesuatu yaitu orang lain yang mau
percaya pada Kristus. Banyak orang 'berani mati', tetapi tidak banyak orang
'berani untuk hidup benar'. Jangan sampai kita hidup tapi tanpa 'buah'.

Ada satu ilustrasi dari saya, mengenai buah-buahan, meski saya bukan tukang
kebun atau ahli pertanian, ada kurang lebih 30 ayat mengenai 'buah' di
dalam Alkitab, dan Tuhan Yesus juga 'senang' dengan perumpamaan menggunakan
buah-buahan, ilustrasinya sebagai berikut: Satu batang pohon Mangga dimulai
dari satu biji, ditanam di tanah, dia mulai berakar, bertumbuh, dan
memiliki buah. Apakah hidup mangga ini berakhir di sini? Tidak. Buah itu
akan masak, buah itu akan 'dinikmati' oleh kelelawar dan binatang lain atau
manusia, bisa juga terlalu masak atau ditiup angin, tetapi semuanya akan
jatuh ke tanah. Selesaikah siklus ini? Tidak. Buah ini ternyata di dalamnya
memiliki biji, bakal kehidupan, jika dia jatuh ke tanah, terputus dari
rantingnya ('mati' karena tidak lagi mendapat sokongan makanan dari pohon),
ternyata dia akan menghasilkan hidup yang baru, pohon mangga yang baru, ini
saatnya bagi dia untuk menjadi dewasa, mandiri, dan produktif, yang dapat
menghasilkan buah-buah yang lain, sementara pohon induknya juga terus
menghasilkan buah-buah yang lain juga sampai dia mati. Jika siklus ini
berlangsung tanpa henti dan gangguan, maka seluruh tanah akan penuh oleh
pohon mangga.

Bagaimana jika kita ambil jalan pintas, mencangkok? Ternyata, jika kita
mencangkoknya, akar yang diperoleh adalah akar yang serabut, akar yang
tidak sama dengan pohon aslinya. Akar serabut akan tidak akan kuat tertanam
di dalam tanah, ketika angin bertiup keras atau pohon bertambah besar,
pohon ini akan roboh dan mati karena tidak sanggup menghadapi angin dan
menopang tubuhnya yang semakin besar. Setiap pohon dikenal dari
buah-buahnya. Pilihlah cara yang alami dan sesuai dengan keadaan, sebab
segala sesuatunya indah pada waktu dan musimnya (Mzm. 1:3). Menjadi 'mati'
untuk hidup yang kekal dan berbuah banyak (I Kor. 15:36; Yoh. 12:24),
'itulah murid-murid-Ku', kata Kristus. Kalau tidak 'berbuah'
akan dipotong dan dibuang ke dalam api (Yoh. 15:1-8).

Karena kita adalah 'manusia rohani' di dalam Tuhan Yesus, maka mati di sini
tentulah bukan mati secara jasmani seperti seorang 'legalis', misalnya
dengan 'mengorbankan' diri atau berani mati di dalam perang, tetapi dengan
mematikan sifat buruk, dosa, kebiasaan jelek, dan 'mengorbankan'
keinginan-keinginan yang menghambat pertumbuhan diri Anda di dalam Tuhan
dan rencana Tuhan di dalam hidup Anda. Anda seorang manusia, tentulah
'hasilnya/buahnya' manusia (rohani) lain juga, bukan mangga, bukan musik,
bukan drama, bukan gedung, bukan barang, atau uang. Investasikanlah hidup
kita pada sesuatu yang 'kekal', yaitu jiwa dan roh manusia.

Siklus ini adalah siklus rohani seorang Kristen sejati, seorang Kristen
yang sejati akan menghasilkan buah seorang Kristen yang lain yang
berkualitas, yang dapat menghasilkan orang lain juga (2 Tim. 2:2). Paulus
menghasilkan Timotius yang berkualitas, dan Timotius menghasilkan orang
lain yang dapat dipercaya dan cakap mengajar, yang juga bisa menghasilkan
orang lain lagi, terus, terus, dan terus, akhirnya sampai kepada kita
semua. Kita sudah 'lahir baru' di dalam Dia, tentulah kita sudah seharusnya
mampu 'melahirkan' dan 'membesarkan' dengan kasih 'anak-anak' rohani
berkualitas yang juga mampu melakukan reproduksi secara rohani.

Oleh karena itu, seluruh siklus harus dilewati dengan baik, tidak dengan
jalan pintas, karena tidak akan menghasilkan 'pohon' yang kuat. Dengan cara
ini kita bisa 'memenuhi' bumi dengan anak-anak-Nya yang sejati dan
berkualitas. Apakah kita sudah memiliki kualitas rohani dan keunggulan
sehingga bisa 'berbuah' banyak seperti yang Tuhan inginkan? Sama seperti
hidup jasmani kita yang mampu dan sudah 'kodratnya' untuk berreproduksi
(kecuali yang 'mandul'), Kita juga 'dilahirkan baru' untuk mampu dan
seharusnya bisa untuk produktif secara rohani (kalau yang ini yang 'mandul'
juga bisa). Mari kita menghasilkan buah yang berkualitas, produktif, dan
banyak secara rohani!
Salam kasih Billy N.

'Kekristenan bukan saja sebuah tahapan dalam hidup,
tetapi merupakan hidup itu sendiri'- R. Halverson
'Berakar, bertumbuh, dan berbuah banyak di dalam Kristus'


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke