''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''" SARI BERITA : Selasa, 23 Januari 2001 ===================================== <> Masyarakat Sasak sangat Hargai Kemajemukan <> Gus Dur: Itu Forum Politik, Bukan Hukum <> PAN, Tetap Lintas Agama <> Diduga Provokator, 29 Anggota TNI/Polri Diciduk <> TNI Semburkan Peluru, 10 Tewas ````````````````````````````````````` Masyarakat Sasak sangat Hargai Kemajemukan --------------------------------------------------- Mataram (Bali Post) - Masyarakat Sasak menghargai kemajemukan. Jika muncul provokasi dalam bentuk selebaran gelap yang dilakukan warga Lombok, itu cuma perilaku oknum yang tidak memahami kemajemukan, dan bukan dilakukan oleh seluruh masyarakat Sasak. Hal itu dikemukakan Ketua Majelis Adat Sasak yang juga Wakil Gubernur NTB Drs. H. Lalu Azhar usai halalbihalal pengurus Relawan untuk Demokrasi dan HAM (Redam) di Taman Budaya NTB, Senin (22/1) kemarin. Seperti diberitakan harian ini, seorang yang diduga provokator, LAFW ditangkap polisi karena menyebarkan kebencian terhadap etnis Tionghoa lewat selebaran gelap. Menurut Azhar, kemajemukan sudah menjadi warna kehidupan masyarakat Sasak sejak lama. Karena itu, silaturahmi antaretnis maupun agama sudah mendarah daging. Termasuk hubungan antara etnis Sasak dan Tionghoa. "Mau merenggangkan hubungan silaturahmi saja tidak boleh, apalagi mau memutuskan hubungan antarmanusia," paparnya. Namun ia mengingatkan silaturahmi agar tidak sebatas acara-acara formal di pemerintahan, melainkan juga dimasyarakatkan di tingkat bawah. "Siapa pun dia, perluas silaturahmi, terutama di tingkat bawah. Jangan sampai nilai-nilai silaturahmi ini putus,'' katanya. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/1/23/NT2.htm Gus Dur: Itu Forum Politik, Bukan Hukum ---------------------------------------------- Jakarta--Presiden Abdurrahman "Gus Dur" Wahid menumpahkan uneg-unegnya kenapa dia meninggalkan pertemuannya dengan Pansus Buloggate di JCC, sore tadi. Begitu tiba di Istana Merdeka, dia langsung menggelar konferensi pers. Katanya, Pansus tak bisa menjawab apakah forum tersebut bersifat hukum atau politik. Lantaran itulah dia bergegas meninggalkan Pansus. "Karena tidak ada jawaban, dengan sendirinya tidak ada gunanya bagi saya untuk melanjutkan pertemuan itu," ujar Presiden. Menurutnya, kalau pertemuan itu bersifat hukum maka ini tidak sesuai dengan perundang-undangan yang ada dan bertentangan dengan UUD 1945. Sementara dari kacamata politik, dia menilai sudah selesai. Presiden tak mau menjelaskan perdebatan sengitnya dengan Pansus. Padahal, kata anggota Pansus Julius Usman, Gus Dur menolak ketika hendak diambil sumpahnya. Presiden mengaku akan memberikan keterangan panjang lebar kepada Pansus jika ada kejelasan sifat pertemuan itu. "Dalam hal ini tentu akan tergantung apakah yang mendengar puas atau minta keterangan tambahan." Menyinggung mengenai dasar hukum Pansus yakni UU No 6/1954 pasal 33 tentang hak angket, Gus Dur menjelaskan bahwa keterangannya kepada Pansus tidak bisa dijadikan bukti hukum. Sebab, yang memiliki hak untuk menyelidiki sebuah perkara adalah aparat penegak hukum, yakni kepolisian. http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/01/22/197259 PAN, Tetap Lintas Agama ----------------------------- koridor.com [23 Jan, 1:27] Partai Amanat Nasional-PAN, tetap pada koridornya. Sebagai partai lintas agama, pluralis dan inklusif. Soal eksodusnya beberapa aktifis partai, dimotori Faisal Basri, memang ada pengaruh, tetapi diyakini kecil. Sekjen PAN, Hatta Rajasa, Senin (22/1) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, mengatakan, pengunduran diri Faisal Basri dan beberapa pengurus DPP lainnya, sebetulnya disebabkan adanya perbedaan persepsi mengenai prioritas perjuangan partai. "Ini hanya masalah efektifitas, dan prioritas perjuangan partai. Mungkin kawan-kawan itu lebih merasa efektif bila berada di luar partai, " ujar Hatta. Hatta menjelaskan, untuk memperjuangkan tujuan partai, tidak semudah membalik tangan. Dia menilai, di sinilah letaknya perbedaan persepsi itu. "Kawan-kawan kita ini jelas kecewa kepada PAN yang dianggap kompromi terhadap keberadaan TNI di DPR/MPR. Tapi itu merupakan realitas politik kita," kilah Hatta. http://www.koridor.com/artikel.php Diduga Provokator, 29 Anggota TNI/Polri Diciduk ------------------------------------------------------ detikcom - Bogor, Satgas Gabungan antara TNI dan Polri di Ambon melakukan razia terhadap kelompok yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Menurut Kadispen Mabes Polri Brigjen Saleh Saaf, dari razia itu Satgas menangkap 29 oknum anggota TNI dan Polri yang diduga terlibat. Dari 29 oknum TNI/Polri yang ditangkap itu, 16 orang telah diserahkan kepada atasan masing-masing yang akan memberikan hukuman. Sedangkan 4 orang kini ditahan dan dilakukan pemriksaan secara intensif. Semenatara 9 orang yang luka-luka yakni 5 orang dari TNI dan 4 orang dari 5 orang dari Polri. Di sela-sela penataran wartawan unit Polri di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, Senin (22/1/2001), Saleh menuturkan razia dilakukan atas informasi yang menyebut Hotel Wijaya, Jl. Mardika, Ambon dijadikan markas provokator. http://www.detik.com/peristiwa/2001/01/22/2001122-233804.shtml TNI Semburkan Peluru, 10 Tewas ------------------------------------- Ambon-RoL--Batalyon Gabungan (Yon Gab) TNI menembak mati sembilan sipil dan seorang anggota Polri (Brimob) di Ambon, Senin (22/01/01). Di antara korban tewas dalam insiden penembakan di kompleks ruko Batu Merah dari sejak subuh hingga sekitar pukul 08.30 WIT itu termasuk seorang calon haji (calhaj) yang hendak menuju Makassar. Selain menembak mati 10 orang tadi, Yon Gab TNI (Marinir, Kopassus, dan Paskhas) juga menganiaya 23 warga lainnya. Mereka bahkan menyekap dan menganiaya empat perwira polisi dari Polda Maluku. Mereka adalah Kolonel Saragih, Komandan Satuan (Dan Sat) Brimob Letkol Adi Dharma Sitepu, Mayor Ricky Pays, dan Letda Saifuddin Anshori. Penganiayaan oleh Yon Gab TNI terhadap anggota polisi itu terjadi ketika hari masih gelap, sekitar pukul 04.30 WIT. Personel Yon Gab TNI menyerbu Hotel Wijaya II, tempat keempat perwira polisi itu selama ini menginap. Mayor Nurdin dari Kodam XVI Pattimura juga jadi bulan-bulanan Yon Gab TNI. Seorang saksi mata menuturkan, Yon Gab TNI dalam aksinya mengerahkan beberapa jenisi senjata berat. Antara lain tank, MSR, dan sejumlah persenjataan berat lainnya. http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=16580&kat_id=23 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
