''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Sabtu, 27 Januari 2001
=====================================

<>Pansus Melampaui Batas Etika
     Menimbulkan Sikap Anti Presiden
<>Situasi Kota Baubau Masih Mencekam
<>Hasyim Muzadi:
    "Dukungan Pada Gus Dur Tidak Membabi Buta"
<>Ditekan Massa NU, Dewan Pers Temui PB NU
<>Yogya dan Magelang Hujan Abu
<>Aksi pengrusakan ditemukan di Gedung Putih

=====================================

Pansus Melampaui Batas Etika
Menimbulkan Sikap Anti Presiden
---------------------------
koridor.com [27 Jan, 0:25] Ribut-ribut soal Pansus Bulogate-Bruneigate
dinilai sudah kurang etis karena hal ini menyangkut institusi kepresidenan.
Pencarian fakta memang perlu namun jangan dilakukan secara berlebihan,
apalagi sampai menjadi alat politik untuk mencapai kepentingan tertentu.
Demikian pendapat ekonom senior dan sesepuh PDI-Perjuangan, Frans Seda,
usai
berbicara dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Jumat (26/1).
Menurut Frans, dibentuknya Pansus Bulogate-Bruneigate memang penting dalam
arti masyarakat memang perlu mengetahui kebenaran menyangkut perbuatan atau
tingkah laku presidennya.
"Namun Pansus hanya bertugas mengumpulkan fakta, dan memberi masukan ke
ketua DPR, dan kesimpulan diambil oleh DPR secara keseluruhan, jadi bukan
oleh Pansus sendiri, " ujar Frans.
Namun, Frans menilai kecendrungan cara kerja Pansus tersebut tersebut saat
ini sudah terlalu berlebihan, dan diobral sampai menimbulkan sikap anti
terhadap Presiden Abdurrahman Wahid.
"Seharusnya cara kerja mereka bersifat rahasia atau diam-diam, karena hal
ini menyangkut institusi kepresidenan, kita harus hati-hati karena bisa
terlanjur menghancurkan institusinya," tegas Frans.
Selengkapnya :
http://www.koridor.com/artikel.php/107627/3db96bbd8e57c1e9ac553fb7a5cfcd304
/
980559815

Situasi Kota Baubau Masih Mencekam
----------------------
BAUBAU, Mandiri - Korban tewas akibat ledakan bom yang terjadi di Baubau,
ibukota Kabupaten Buton Sultra, Jumat petang bertambah satu orang, setelah
La Utu, korban yang luka berat menghembuskan nafas yang terakhir di RSU
Baubau Sabtu dinihari.
Dilaporkan, petugas medis di RSU tersebut tidak bisa menyelamatkan nyawa
korban akibat beratnya luka yang diderita terutama di bagian kepala,
kelamin
dan kaki yang nyaris putus.
Dengan demikian, korban tewas pada musibah tersebut menjadi dua orang,
karena korban pertama La Aeri tewas seketika di tempat kejadian perkara
(TKP) saat bom yang diduga berada ditangan korban itu meledak sekitar pukul
15.30 wita.
Selain itu, di RSU Baubau sekarang sedang dirawat enam orang korban lainnya
yang mengalami luka-luka cukup serius akibat bom yang meledak
ditengah-tengah pertikaian kelompok warga antar-kelurahan di ibukota
kabupaten penghasil aspal alam itu.
Situasi kota Baubau hingga Sabtu pagi ini masih mencekam, menyusul adanya
serangan sekelompok massa dari kelurahan Wakonti ke kelompok warga di
kelurahan Katobengke dan Lipu pada Sabtu dinihari. Namun belum diperoleh
informasi mengenai adanya korban.
Sekolah-sekolah yang diliburkan sejak Jumat masih berlangsung hingga Sabtu
ini. Aktivitas perekonomian masyarakat tampak lumpuh karena pasar dan
toko-toko belum dibuka, serta operasional angkot nyaris terhenti.
Selengkapnya :
http://mandiri.com/?826773713172877878858681849108807189854338312327232726

Hasyim Muzadi:
"Dukungan Pada Gus Dur Tidak Membabi Buta"
---------------------------
27 Jan 2001 4:43:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa tidak ada dukungan terhadap Presiden
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara membabi buta.
"Saya kira yang membabi buta adalah mereka yang menyerang Gus Dur," kata
Hasyim Muzadi di LKBN Antara, Jakarta, Jumat (26/1).
Hasyim seperti dilansir Antara dalam dialog yang dipandu oleh Ketua LKBN
Antara, Mohamad Sobary itu, banyak mengomentari aksi demonstrasi yang ingin
menjatuhkan Gus Dur.
Ia menegaskan NU merupakan organisasi kemasyarakatan keagamaan, bukan
organisasi politik, sehingga NU tidak akan bermain politik praktis. Namun
ia
mengakui dirinya telah mendatangi sumber -sumber konflik, termasuk
mendatangi seluruh tokoh. Dari Presiden hingga yang dinilai berpengaruh
kuat
di masyarakat.
Dijelaskan bahwa kedatangan para kiai NU ke DPR baru-baru ini juga bukan
karena masalah Bulog, tetapi ingin menjelaskan apa yang terjadi di
masyarakat disebut primitif. Masalah Pergantian Presiden adalah hal wajar
tetapi harus sesuai dengan konstitusi. " Jangan membentuk opini dan
mengerahkan massa untuk melegitimasikan keinginan menjatuhkan Presiden,"
tandasnya.
Kekhawatiran Hasyim itu tampaknya beralasan mengingat ratusan massa pro dan
anti Gus Dur kian terus berunjuk rasa di sejumlah daerah. Misalnya di
Surabaya, aksi menuntut Gus Dur mundur seperti yang digelar 30 mahasiswa
ITS
di DPRD Surabaya sempat bentrok dengan lima pemuda pendukung Presiden
Wahid.
Di Jakarta, khususnya Gedung DPR/MPR, sejak sepekan terakhir aksi massa
pendukung dan anti Gus Dur terus mengalir menyampaikan aspirasi berkaitan
dengan hasil Pansus Bulog dan Brunei.
Selengkapnya : http://tempo.co.id/news/2001/1/27/1,1,6,id.html

Ditekan Massa NU, Dewan Pers Temui PB NU
----------------------
Jakarta - 27 Jan 01 06:44 WIB (Astaga.com)
Pengurus Pelaksana Harian Dewan Pers, hari Jumat (26/1) menemui Pimpinan
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) di Kantor PB NU Jakarta guna
mendiskusikan adanya tekanan terhadap media massa oleh massa NU.
Siaran pers Dewan Pers, yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (26/1),
menyebutkan, pertemuan antara pengurus Dewan Pers dengan Pimpinan PB NU itu
dihadiri oleh Ketua Umum PB-NU KH Hasyim Muzadi didampingi Rois Suriah PB
NU
KH Anis Fu'ad. Sedangkan dari Dewan Pers hadir Ketua Dewan Pers Atmakusumah
Astraatmadja, Wakil Ketua Dewan Pers RH Siregar, dan Direktur Eksekutif
Dewan Pers Lukas Luwarso.
Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pers menyatakan keprihatinannya atas
sejumlah tekanan terhadap beberapa koran yang dilakukan oleh massa NU
beberapa waktu belakangan ini.
Harian Media Riau dan Mandiri Riau di Pekanbaru serta Radar Cirebon telah
didatangi khalayak NU karena memuat foto aksi demonstrasi di depan gedung
DPR/MPR yang menenteng poster bergambar Presiden Abdurrahman Wahid dengan
tubuh bayi, disertai tulisan No Problem.
Selengkapnya : http://www.astaga.com/Article/0,,47412,00.html

Yogya dan Magelang Hujan Abu
Reporter: Bagus Kurniawan
-------------------------
detikcom - Yogyakarta, Hujan abu melanda kota Yogyakarta bagian utara dan
Kabupaten Magelang pukul 05.30 WIB-07.00 WIB akibat aktivitas Gunung
Merapi.
Abu menyebar ke arah barat lereng Merapi sejauh 20 km dan sempat mengarah
ke
lereng Utara. Atap rumah-rumah penduduk tampak kelabu terbalut abu.
Kota Yogya bagian utara yang dilanda hujan abu Kecamatan Tempel dan
Kecamatan Minggir. Sementara, di Magelang hujan abu mengguyur Kecamatan
Salam dan Sukun, terutama desa-desa di lereng bagian barat Merapi.
Desa-desa
itu antara lain Keningar, Srumbung, Jurang Jeruk, Krinjing, Babatan, Ngepos
dan Ngargomulyo Daerah di lereng utara yang sempat menerima 'kiriman' abu,
daerah Selo dan Stabelan Kabupaten Boyolali.
Sampai saat ini, Gunung Merapi masih mengeluarkan guguran awan panas
(wedhus
gembel) dengan frekuensi 1 menit sekali. Sementara, guguran lava pijar
sejak
(26/1/2001) pukul 02.00 dini hari hingga pukul 6.00 WIB (27/1/2001) terjadi
lebih dari 15 kali.
Selengkapnya :
http://www.detik.com/peristiwa/2001/01/27/2001127-082312.shtml

Sabtu, 27/1/2001, 08:16 WIB
Aksi pengrusakan ditemukan di Gedung Putih
Laporan Fajar Widhiyanto
-------------------------
satunet.com - Sejumlah tindakan pengrusakan di Gedung Putih ditemukan oleh
staf pemerintahan Presiden AS George W Bush Jr, diperkirakan aksi ini
dilakukan oleh para pembantu Bill Clinton.
Beberapa staf Bush seperti diberitakan AP, Jumat, merasa kesal dengan
kerusakan seperti pecahnya kaca meja, keyboard komputer yang dibasahi
cairan
dan huruf 'W' yang mengelupas serta daftar beberapa nomor telepon yang
tertempel.
Pemerintah baru meminta agar para staf melaporkan tersangka vandalisme
tersebut. Namun seorang jubir Gedung Putih Kamis lalu mengatakan
keraguannya
tentang tindak lanjut dari penemuan fakta-fakta pengrusakan.
"Apa yang kami lakukan adalah membuat daftar kerusakan," kata jubir Gedung
Putih Ari Fleischer. Ia sendiri menolak menyebutkan tindakan vandalisme apa
saja yang telah dilaporkan.
Sementara itu konsuler kepala staf masa pemerintahan Bill Clinton, Karen
Tramontano mengatakan, ia berada pada sayap barat Gedung Putih pada malam
sebelum Clinton menanggalkan jabatannya, dan ia mengaku tidak melihat
adanya
bukti-bukti vandalisme.
Selengkapnya : http://satunet.com/artikel/isi/01/01/27/40481.html


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke