```````````````````````
*************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
*************************
Salam sejahtera dalam Kasih Tuhan Yesus,
Berikut ini kami postingkan Surat dan Pernyataan Sikap Forum Antisipasi
Kristenisasi (FAKTA) yang meminta Sekolah Tinggi Theologia 'Intel'
Tasikmalaya ditutup.
Salam,
Eskol Net
```````````````````````````````````````
FORUM ANTISIPASI KRISTENISASI (FAKTA)
Jl. Cintapada Sindangkasi Semper Sukanagara
Nomor: 30/B/FAKTA-TSM/01/2001
Lampiran: 9 lembar
Perihal : Mohon Ditutup Sekolah Tinggi Theologia (STT 'Intel')
Kepada Bapak Ketua Yayasan STT 'Intel'
di Tempat
Salam keselamatan kami sampaikan semoga bapak berada dalam lingdungan dan
bimbingan Tuhan yang maha Esa.
Sehubungan Forum Antisipasi Kristenisasi (FAKTA) mengadakan investigasi
bahwa proses pendirian Sekolah Tinggi Theologia 'INTEL' (STT 'INTEL')
Tasikmalaya tidak ada ijin dari pemerintahan setempat maka itu kami mohon
kepada Ketua yayasan STT 'INTEL' untuk segera menutup dan langsung
dipublikasikan kepada masyarakat Tasikmalaya lewat media cetak sehingga
jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi di kota santri dan
ulama ini. Dan kami lampirkan dukungan Ormas-ormas dan Pemuda Islam.
Demikian surat ini disampaikan atas perhatian dan ditutupnya kami hanturkan
terima kasih.
Tasikmalaya, 24 Januari 2001
Abdulfatah Syamsudin (Koordinator FBPI)
PERNYATAAN SIKAP FAKTA UNTUK MENUTUP STT 'INTEL'
```````````````````````````````````````````````````
Memahami betapa peran aktif masyarakat dalam merespon kebijakan pemerintah
untuk melakukan pendidikan, maka dimensi kepercayaan adalah sebuah sisi
yang sangat signifikan untuk diperhatikan. Oleh karena itu, maka paradigma
pendidikan selayaknya ditempatkan dalam bingkai yang tidak bertentangan
dengan aspirasi masyarakat mayoritas (Islam) yang berkembang. Sebab,
dimensi kepercayaan akan lahir secara alamiah apabila dilegitimasi oleh
seluruh komponen (mayoritas) dan kekuatan-kekuatan hukum lain yang sering
digunakan sebagai "alat kekuatan politik' untuk membangun sebuah
kepercayaan.
Mencermati perkembangan terakhir tentang STT 'Intel' Tasikmalaya kami
memandang adanya kesan diamentral antara keinginan dan aspirasi masyarakat
(khususnya Ulama dan ummat Islam) dengan keinginan Pemerintah Daerah.
Oleh karena itu, demi menjamin kelangsungan kontinyuitas pendidikan di
Kabupaten Tasikmalaya, kami menuntut kepada seluruh Instansi terkait untuk
memandang serius akan urgenitas pentingnya kepercayaan masyarakat kepada
pemerintah, hal ini sejalan dengan semangat reformasi yang selama ini
menjadi ruh lahirnya orde reformasi pendidikan.
Urgenitas itu perlu untuk diartikulasi, sebab berkaitan dengan:
(1) Wibawa pemerintah (dengan sekian kekuatan kebijakan hukum) yang telah
melegitimasi STT 'Intel' Tasikmalaya digunakan untuk menjalankan Misi
Kristen di tengah-tengah masyarakat mayoritas beragama Islam dengan julukan
kota Santri dan Ulama. Dalam hal ini demi menjaga existensi dan kepercayaan
masyarakat kepada pemerintah akan kebijakan hukum yang dikeluarkan, maka
selayaknya Pemerintah tetap menjaga dan melahirkan produk hukum yang
berfihak pada kepentingan masyarakat mayoritas yang telah dirampas oleh
minoritas.
(2) Demi menghindari terjadinya gangguan terhadap keharmonisan berbangsa,
bernegara, dan beragama di Tasikmalaya yang telah terbina dengan baik, maka
etika penyebaran agama terhadap orang yang telah beragama (Kristen terhadap
Islam) dengan cara dan dalih apapun tidak akan mendapat pembenaran.
(3) Secara substansi, bahwa STT 'Intel' Tasikmalaya, adalah lembaga
pendidikan yang telah disalahgunakan fungsi dan perannya oleh Misionaris
(sesuai dengan adagium pendidikan bahawa apa yang terbaik bagi masyarakat
terbaik pula bagi pemerintah), maka melihat fenomena tuntutan masyarakat
mayoritas akan refungsionalisasi STT 'Intel' Tasikmalaya, kami meminta
kepada pemerintah untuk melihat fenomena tersebut sebagai hal yang terbaik
bagi masyarakat minoritas.
Dari kerangka berfikir di atas, kami memandang perlu memberikan Pernyataan
Sikap, sebagai wujud dorongan kepada Ketua Yayasan untuk menegakkan
konsistensi dan supremasi hukum sebagai salah satu segmen dalam membangun
kepercayaan Masyarakat, sbb:
(1). Menuntut kepada Ketua Yayasan STT 'Intel' Kabupaten Tasikmalaya untuk
segera menutup STT 'Intel' yang tidak memiliki izin Pemerintah Daerah serta
tokoh-tokoh Ulama dan Masyarakat.
(2). Menuntut kepada Ketua Yayasan STT 'Intel' Tasikmalaya untuk mencabut
izin terdaftar pada kantor Departemen Agama RI, SK Dirjen Bimas Kristen
Protestan No. F/Kep/HK.005/120/3227/1999. Karena ini kami anggap sebagai
upaya Pemerintah Pusat dalam pengkaburan fungsi dan peran Pemerintah Daerah
sekaligus merupakan pelecehan terhadap pemerintah setempat. Dan sangat
tidak etis, dikarenakan Sekolah tersebut sudah berjalan lebih kurang lima
tahun, mengapa SK-nya baru dikeluarkan pada tahun 1999?. Kami yakin ini
merupakan rekayasa.
(3) Menuntut kepada Ketua Yayasan STT 'Intel' Tasikmalaya untuk segera
menuntaskan hal tersebut di atas secepatnya (maksimal 2 minggu dari
pernyataan ini disampaikan) dan kami siap merapatkan barisan dalam upaya
tersebut di atas demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Agama yang
lain (Toleransi Antar Umat Beragama).
(4). Menuntut kepada Ketua Yayasan STT 'Intel' Tasikmalaya untuk segera
menginformasikan hasil-hasil tersebut di atas secara transparan kepada
masyarakat melalui media cetak.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan atas perhatian dan
penyeleseaiannya.
Tasikmalaya, 24 Januari 2001
````````````````````````
Tembusan Yth:
Bupati Tasikmalaya; Ketua DPRD II Tasikmalaya; Dandim Tasikmalaya; Kepala
Lejaksaan Negeri Tasikmalaya; Pengadilan Negeri Tasikmalaya; Kakandepag
Tasikmalaya; Ketua Muhammadyyah Tasikmalaya; Ketua PERSIS Tasikmalaya;
Ketua NU Tasikmalaya; Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Tasikmalaya; Kyyai dan
Para Ustadz Tasikmalaya; Ketua HMI Cabang Tasikmalaya; Ketua PMII Cabang
Tasikmalaya; Ketua KAMMI Tasikmalaya; Ketua GPI Tasikmalaya; Ketua Pemuda
Muhammadyyah Tasikmalaya; Ketua Pemuda PERSIS Tasikmalaya; Ketua Pemuda PUI
Tasikmalaya; Ketua IPNU Tasikmalaya; Ketua Senat Perguruan Tinggi Islam
Tasikmalaya; Ketua Tholiban; Ketua Laskar Pembela Islam; Ketua FORMASI;
Ketua IPMT; Ketua BKPRMI; Ketua KISDI; Ketua FKRM; Ketua PII Tasikmalaya;
Seluruh Pondok Pesantren Tasikmalaya; Pimpinan Redaksi Media Cetak
(Wartawan).
Pernyataan Sikap ini didukung (ditandatangani) oleh Ketua ORMAS, OKP,
Pondok Pesantren:
HMI Cabang Tasikmalaya; Yayasan Fajar Indonesia Timur; KOHATI HMI Cabang
Tasikmalaya
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bahagian Timur (IPMIBAT); DPD GEMA; Yayasan
Al-Kaderiyah; Ponpes Salafiyah Hidayatul ulum; Ponpes Murottalul Qur'an;
Ponpes Miftahul HUda III; Yayasan Pesantren Miftahul Huda; Pontren
Condong; Ponpes Matlaul K; Pesantren Al Irsyadiyah; PD PII; PD Ikatan
Remaja Islam; FORMASI; Pemuda Muhammadyah; PD Muhammadyah; DP FORMASI
koordinator Jawa Barat; Forum Komunikasi Santri Indonesia (FKSI); HMI
Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Tasikmalaya (STAIT); Ponpes Thoriqul
Huda; Ponpes Alquran Miftahul Mubarok; Pontren Miftahul Palah; Dewan Popen;
MUI Pancatug; Madrasah Diniyah Cijayang; Madrasah Diniyah Panca Tengah;
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI)-Panca Tengah; KOHATI STAIT Senat
Mahasiswa STAIT.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l