''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Sabtu, 3 Februari 2001
=====================================
<>Presiden Jangan 'Ngotot'
    Akar Rumput Bakal Meledak
<>Prof Daniel S Lev: Gus Dur Mundur, Mega Juga Digoyang
<>Undang Semua Jenderal, Gus Dur Sidang Kabinet di Hari Sabtu
<>BEM UI Bentrok dengan FAM UI
<>PWNU Jatim: Ulama NU tak temui Amien Rais
=====================================

Presiden Jangan 'Ngotot'
Akar Rumput Bakal Meledak
----------------------
koridor.com [3 Feb, 4:56] Kalangan ilmuwan Universitas Gajah Mada-UGM
Yogyakarta menyarankan Presiden AbdurrahmanWahid sebaiknya mundur saja.
"Tidak usah ngotot. Itu bisa membuat kacau dan situasi tak menentu," kata
Prof Dr Ichlasul Amal MA, Jumat (2/2) di Yogyakarta.
Jika Abdurrahman Wahid tetap bertahan atau ngotot seperti ditunjukkan dalam
sikapnya hari Jumat (2/2) ini, menurut Rektor UGM itu, justru akan
menimbulkan situasi yang tidak menentu.
Kepada wartawan usai melantik sejumlah pimpinan UGM, pakar politik ini
menjelaskan, alasan untuk mundur tinggal dicari sesuatu hal yang pas. "Bisa
saja digunakan alasan yang sangat pribadi, sebagaimana pernah ditunjukkan
oleh Presiden AS, Richard Nixon, saat mengundurkan diri karena skandal
Watergate," ungkap Amal.
http://www.koridor.com/artikel.php/107965/dd1d7b1658c4f9e6a6edd05efcbee9ef4
/
981169981

February. 03, 2001 08:53:53 WIB
Prof Daniel S Lev: Gus Dur Mundur, Mega Juga Digoyang
Reporter/Penulis: Atur Toto S
---------------------
NEW YORK, Mandiri - Pakar Indonesia Profesor Daniel S Lev menilai, jika
Presiden Abdurrahman Wahid mengundurkan diri dan digantikan oleh Wapres
Megawati Soekarnoputri, pemerintahan juga tidak akan tenang karena ketua
PDIP itu pasti digoyang.
"Pemerintahan Megawati tidak akan dibiarkan tenang dan pasti digoyang terus
oleh PKB yang membalas dendam," kata Indonesianis dari Universitas
Washington, Amerika Serikat, di New York, Kamis (Jumat WIB).
Lev mengatakan sejumlah tokoh PKB merasa dikhianati oleh partai Megawati,
PDIP, yang dalam rapat paripurna DPR hari Kamis (1/2) menerima laporan
Pansus dan setuju dikeluarkannya memorandum peringatan kepada presiden.
Pada
hal, selama ini Gus Dur selalu mengklaim Megawati dan TNI/Polri
mendukungnya.
Selain itu, kata Lev, kalau Megawati naik menjadi RI-1, maka tentara juga
naik lagi. "Megawati itu senang main dengan tentara," ujar Lev.
Padahal, kata penulis sejumlah buku mengenai politik di Indonesia itu, Gus
Dur berjasa dalam meminggirkan tentara dari gelanggang politik sehingga TNI
tidak senang dengan upaya Gus Dur yang mengembalikan militer ke barak.
"Kalau Gus Dur mundur, berarti Gus Dur kalah dalam perjuangannya
(meminggirkan peran politik tentara)," kata Lev lagi.
http://mandiri.com/?826773713172877878858681849108807189854338312422212326

Undang Semua Jenderal, Gus Dur Sidang Kabinet di Hari Sabtu
Reporter: Danang SB
-------------------
detikcom - Jakarta, Memorandum DPR pada presiden tampaknya membuat Gus Dur
'kebakaran jenggot'. Buktinya, Gus Dur pun kembali mengumpulkan kabinetnya
dan para petinggi militer dalam sebuah rapat kabinet di hari Sabtu
(3/2/2001).
Tak seperti biasanya, sidang kabinet ini memang istimewa. Sebab para kepala
staf 3 angkatan diundang. Dalam sidang kabinet biasa, yang hadir biasanya
hanya panglima TNI saja.
Gus Dur sendiri pada minggu ini telah menggelar 2 kali sidang kabinet.
Sidang pertama digelar pada Kamis (1/2/2001) sore. Sidang kabinet itu
diadakan mendadak. Sementara di gedung DPR kala itu mayoritas fraksi telah
menyatakan menerima hasil Pansus Buloggate.
Lantas mengapa Gus Dur kembali meminta sidang kabinet di hari Sabtu? "Ini
atas keinginan presiden," jawab Ketua Juru Bicara Kepresidenan Wimar
Witoelar di Istana Merdeka. Hingga pukull 09.50 WIB, para petinggi negara
terlihat mulai berdatangan. Ada apa?(nrl)
http://www.detik.com/peristiwa/2001/02/03/200123-100336.shtml

BEM UI Bentrok dengan FAM UI
2 Feb 2001 23:53:9 WIB
---------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI terlibat bentrok dengan 15 mahasiswa yang
tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) UI. Insiden tersebut terjadi di
halaman parkir Fakultas Kedokteran UI, Jl. Salemba, Jakarta, Jumat (2/2)
pukul 21.30.
Menurut Yuliawan, salah seorang mahasiswa FAM UI yang diserang, saat itu
mereka tengah mendirikan posko di halaman parkir. Tanpa sebab yang jelas,
secara tiba-tiba puluhan mahasiswa BEM UI mendatangi mereka. Melihat
gelagat
yang tidak baik, Yuli dan kawan-kawan kontan mengeluarkan jaket kuning
mereka. Tetapi, mahasiswa BEM tidak peduli dan tetap menyerang. Akibatnya,
Yuli terluka di bagian jidat. Sementara seorang mahasiswa lainnya, Romi,
hidungnya berdarah karena dibenturkan ke tembok.
Namun, untunglah, insiden kecil dapat diselesaikan dengan jalan damai.
Taufik Riyadi, Ketua BEM UI, mengatakan insiden itu hanya karena
kesalahpahaman. Dan, itu adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Sebelumnya,
kedua belah pihak memang sempat bersitegang. BEM UI menduga FAM UI adalah
pihak yang menyebarkan luaskan selebaran yang menuduh BEM UI bersekongkol
dengan Orde Baru dan Akbar Tandjung.
http://www.tempo.co.id/news/2001/2/2/1,1,45,id.html

Sabtu, 03/2/2001, 09:02 WIB
PWNU Jatim: Ulama NU tak temui Amien Rais
Laporan Sri Mulyono Herlambang
-------------------
satunet.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur membantah
adanya 130 ulama mengatasnamakan NU dan pengasuh ponpes se-Jatim yang
menghadap Ketua MPR RI Amien Rais sebagai utusan NU Jatim.
Wakil Sekretaris PWNU Ahmad Sudjono yang ditemui di Ponpes Bahrul Ulum
Tambak Beras, Jombang, Sabtu pagi mengatakan, NU Jatim tidak pernah
mengutus
dan mendelegasikan kepada para kyai dan ulama untuk bertemu Amien Rais di
Jakarta.
"Seratus duapuluh ulama yang menghadap Amien Rais Jumat kemarin, bukan
berasal dari NU, dan kami sangat menyayangkan juga menyesalkan nama NU
dibawa-bawa untuk kepentingan politis mereka," ujar Ahmad.
http://satunet.com/artikel/isi/01/02/03/41221.html


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke