''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Selasa, 20 Februari 2001
=====================================
<> 215.841 Anak Terancam Putus Sekolah
<> Memorandum Hanya Sekadar Orkestra Politik
<> Muhammadiyah Tolak Bantuan dari PBNU
<> KISDI Kutuk Pemboman AS dan Inggris Atas Irak
<> Amien Rais Pahami Keinginan Papua Merdeka

215.841 Anak Terancam Putus Sekolah
------------------------------------------
Kondisi perekonomian sebagian masyarakat Sumatra Selatan yang makin
memburuk, menyebabkan banyak keluarga yang makin miskin, mengakibatkan
setidaknya 215.841 anak terancam putus sekolah, baik untuk tingkat SD
maupun SMP.
Wakil Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) Sumatra Selatan
(Sumsel), Muhammad Nurhadi, di Palembang, akhir pekan lalu, mengungkapkan,
kenyataan tersebut memerlukan perhatian semua masyarakat terutama mereka
yang dapat memberikan bantuan di daerah ini, seperti pengusaha dan
masyarakat golongan ekonomi mampu.
"Krisis yang melanda perekonomian kita menyebabkan banyak keluarga yang
menjadi prasejahtera, karenanya banyak anak yang putus sekolah. Kita punya
tanggung jawab baik dari organisasi GN-OTA dan lapisan mereka yang mampu
untuk memberikan bantuan," ujarnya
Dari jumlah itu GN-OTA telah memberikan bantuan kepada 43.486 orang anak
putus sekolah yang kini telah diberikan dan sekitar 172.355 anak yang
terancam putus sekolah lagi yang sangat mendesak untuk mendapat bantuan,
jika tidak mereka akan putus sekolah nantinya.
http://www.suarapembaruan.com/News/2001/02/19/index.html

Memorandum Hanya Sekadar Orkestra Politik
-------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) menilai
memorandum yang diberikan DPR kepada Presiden Abdurrahman Wahid merupakan
bagian dari suatu orkestra politik. Orkestra tersebut berusaha mengubah
lagu yang indah tentang konstitusi dengan target akhir menjatuhkan
kewibawaan pemerintahan Wahid.
Hal tersebut disampaikan anggota FKB, Ali As'ad, saat peluncuran buku putih
tentang kesaksian FKB mengenai dana yanatera Bulog dan bantuan Sultan
Brunei di kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (16/2). Ali As'ad sendiri
merupakan ketua tim penyusun buku tersebut.
Ali As'ad, saat menyampaikan pengantar pada peluncuran buku berjudul
"Menegakkan Kebenaran" itu, menambahkan, seiring dengan lahirnya Pansus
Bulog dan Brunei, ada usaha dari mayoritas anggota DPR untuk menghambat
pemberantasan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh rezim
Orde Baru. http://www.tempo.co.id/harian/fokus/22/2,1,303,id.html

Muhammadiyah Tolak Bantuan dari PBNU
---------------------------------------------
MALANG-Warga Muhammadiyah menolak uluran bantuan ganti rugi dari PBNU
sebagai buntut kerusuhan awal Februari lalu dan menimpa berbagai fasilitas
yang dimiliki Muhammadiyah, termasuk sarana pendidikan.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim Drs Muhadjir
Effendi MAP saat dihubungi kemarin berkaitan dengan pernyataan Ketua Umum
PBNU KH Hasyim Muzadi yang bersedia memberikan ganti rugi atas kerusakan
yang terjadi waktu itu setelah melalui berbagai pertimbangan dan pertemuan
di jajaran DPW Muhammadiyah.
"Kami pun tidak menganggap bahwa pelakunya adalah warga NU. Yang penting
sekarang berbagai sarana yang mengalami kerusakan sudah diinvetarisasi dan
dihitung kebutuhan dana untuk perbaikannya," tutur Muhadjir.
Dia menyambut positif Kiai Hasyim sebagai iktikad baik dan ketulusan dari
kalangan NU dan hal tersebut sebagai tali ukhuwah islamiah. Juga perlu
diketahui, belum terbukti warga NU yang melakukan perusakan itu.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0102/19/nas8.htm

KISDI Kutuk Pemboman AS dan Inggris Atas Irak
-------------------------------------------------------
JAKARTA, Mandiri - Komite Indonesia Untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI)
mengutuk serangan pemboman AS dan Inggris terhadap Irak sekaligus
menyatakan aksi itu sebagai bukti standar ganda yang dipakai kedua negara
itu dalam menentukan pengertian teroris.
"Dalih murahan yang dipakai AS masih juga seputar memburu teroris dengan
standar yang dibikin-bikin AS sendiri. Hingga kini AS tidak pernah
bertindak keras terhadap teroris Israel," kata Ketua KISDI, Hussein Umar,
dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, kemarin.
Dari serangan yang terjadi pada Jumat (17/2) itu, menurut Umar, AS dan
Inggris masih belum puas dengan segala embargo selama 10 tahun yang
diberlakukan atas Irak dan menewaskan jutaan bayi dan anak-anak Irak.
http://www.mandiri.com/?8

Amien Rais Pahami Keinginan Papua Merdeka
-----------------------------------------------
Jakarta -- Dalam pertemuan dengan masyarakat Papua di DPR, hari ini, Amien
Rais memahami keinginan masyarakat Papua untuk merdeka. Karena di sana
telah terjadi ketidak adilan. "Namun, sebaiknya masyarakat Papua menunggu
implementasi UU Otonomi Daerah sekitar 3-4 tahun," jawab Ketua MPR Amien
Rais.
Menurut Amien, kunjungannya ke Timika, perusahaan PT Freeport telah membuat
ketidakadilan di masyarakat sekitarnya. Hadir dalam pertemuan dengan Amien
Rais, Panglima Operasi Tentara Pembebasan Papua Barat Wilem Onde dan Bupati
Merauke Johanes Gluba. "Tawaran apapun tidak akan kami terima," kata Onde
yang memakai dasi bergambar bendera Papua Merdeka dan memakai baret merah.
Dalam pertemuan itu, mereka menyatakan kemerdekaan itu adalah hak segala
bangsa, oleh karena itu minta keluar dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia dam dan keputusan Presiden Soekarno tentang integrasinya Papua ke
RI dicabut kembali.
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/02/19/1828252

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke