''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''" SARI BERITA : Rabu, 21 Februari 2001 ===================================== <> Johannes Rau: "Fundamentalisme Agama Ancaman Serius di Masa Depan" <> Amien Tidak Amini Megawati <> KSAD: Saat Ini, Egoisme Kita Terlalu Menonjol <> Gus Dur Ingin Mensekulerkan Indonesia <> 16 Provinsi Dihantui Wabah Antraks ===================================== Johannes Rau: "Fundamentalisme Agama Ancaman Serius di Masa Depan" 21 Feb 2001 0:33:33 WIB --------------------------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Republik Federal Jerman, Johannes Rau, mengingatkan bahwa fundamentalisme agama merupakan ancaman serius yang bisa memicu konflik sosial di masa depan. "Ketika orang tidak mau lagi mendengarkan kepercayaan orang lain dan hanya mau memaksakan kepercayaannya kepada orang lain, di situlah ancamannya," tegas Rau dalam kunjungannya ke Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (20/2). Pernyataan Rau itu dilontarkan menanggapi penjelasan Sabam Sirait, anggota Komisi I DPR, soal konflik di Maluku yang berkepanjangan. Dalam penjelasannya, Sabam mengatakan bahwa konflik di Maluku bukan disebabkan oleh persoalan agama. Tapi lebih disebabkan oleh penindasan ekonomi yang dialami rakyat Maluku selama kurang lebih sembilan setengah tahun oleh pemerintah pusat. "Konflik itu bisa dilihat sebagai reaksi masyarakat kepada pemerintah pusat yang telah memonopoli penjualan cengkeh selama bertahun-tahun," tegas anggota PDI-P ini. http://www.tempo.co.id/news/2001/2/21/1,1,3,id.html Amien Tidak Amini Megawati Reporter: Shinta NM Sinaga ------------------------------- detikcom - Jakarta, Ketua MPR Amien Rais tidak mengamini Wapres Megawati yang menyatakan kunci penyelesaian konflik bangsa ada pada Presiden Gus Dur dan dirinya. Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua Umum DPP PKB Matori Abdul Djalil juga tidak sepakat dengan ucapan Mega itu. Kalau Gus Dur? Amien berpendapat ucapan Mega tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. "Mbak Mega menyatakannya secara agak dramatis," kata Amien, Selasa (20/2/2001). Amien juga sangsi kalau semua kesulitan bangsa yang sedemikian kompleks bisa diselesaikan hanya oleh dua orang. "Kalaupun nanti ada pertemuan, agendanya harus jelas. Kalau tidak, hanya jadi komoditas politik, hanya jadi dagang sapi atau dagang kuda saja," tukas Amien. http://www.detik.com/peristiwa/2001/02/21/2001221-023505.shtml KSAD: Saat Ini, Egoisme Kita Terlalu Menonjol ---------------------------------------------------- Jakarta - 21 Feb 01 00:26 WIB (Astaga.com) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, sikap masyarakat Indonesia yang mengedepankan kepentingan yang lebih besar dibandingkan kepentingan pribadi dan golongan, saat ini telah sirna. "Saat ini, sikap egoisme yang menonjol. Lunturnya kepekaan dan kepedulian sosial telah mengakibatkan munculnya sikap yang tidak mempedulikan kepentingan orang lain asalkan kepentingannya sendiri terpenuhi," kata KSAD saat menutup Karya Bakti Terpadu TNI di Purworejo, Jateng, Selasa (20/2). Citra masyarakat Indonesia yang santun, penuh rasa kekeluargaan, dan bergotong royong dalam menyelesaikan setiap permasalahan, menurut KSAD, juga terkesan sirna akibat egoisme. http://www.astaga.com/Article/0,4536,49746,00.html Kopitime - Rabu, 2/21/2001 7:42:41 AM bbwi Gus Dur Ingin Mensekulerkan Indonesia --------------------------------------------- Presiden Abdurrahman "Gus Dur" Wahid kembali membuat pernyataan yang nampaknya bakal mengundang kontroversi lagi di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim ini. Ia berpikiran, sebagai syarat bagi pelaksanaan demokrasi, maka harus mensekulerkan semua segi kehidupan. Kia NU ini, berkiblat pada dalil ilmuwan India. "Saya mengutip dari ilmuwan India bahwa kalau ingin demokrasi, maka kita harus mensekulerkan semua kehidupan," kata Gus Dur, sepeti dikutip Media Indonesia edisi hari ini, ketika bersama Presiden Jerman Johanes Rau menjadi pembicara utama dalam diskusi bertema "Kebudayaan dan /agama" di Bina Graha Jakarta, kemarin. Pembicara lain dalam diskusi selama dua jam sejak pukul 15.00 itu, antara lain cendekiawan Katolik Frans Magnis Suseno dan dosen IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp?story_id=7397 Kopitime - Rabu, 2/21/2001 8:18:49 AM bbwi 16 Provinsi Dihantui Wabah Antraks ---------------------------------------- Wabah antraks ternyata tidak hanya berjangkit di Bogor, Jawa Barat. Menurut dr Darminto, Kepala Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Deptan, penyakit mematikan yang menular dari hewan ternak terhadap manusia itu sudah menghantui sedikitnya 16 provinsi. Bagaimana cara menangkalnya? Disebutkannya, daerah yang sudah terjangkit itu antara lain, Jawa Barat, Nusa tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat, dan beberapa provinsi di Pulau Sumatera. Namun, belakangan penyakit antraks menghemuka setelah timbul banyak korban yang terjangkit dan sudah ada yang tewas di Desa Hambalang, Bogor. Dari sinilah mulai terkuak bahwa penyakit tersebut juga mengancam manusia di 16 provinsi. Binatang yang terjangkit dan menularkan penyakit antraks kepada manusia, umumnya hewan piaraan seperti kambing dan sapi. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
