''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''" SARI BERITA : Rabu, 28 Februari 2001 ===================================== <> Tolak Diperiksa Kejagung, Pertanda Buruk Bagi Penegakkan Hukum <> Koalisi LSM AS Desak Bush Hentikan Bantuan untuk Militer RI <> Mega Kok Takut Cak Nur: Bertindaklah ! <> Akankah Gus Dur Segera Pulang? <> 'HMS harus diakui hebat dalam redam kerusuhan' <> Ulama Madura Kutuk Tragedi Sampit ````````````````````````````````````` Tolak Diperiksa Kejagung, Pertanda Buruk Bagi Penegakkan Hukum Reporter: Nuruddin Lazuardi ------------------------------------------------------ detikcom - Jakarta, Anggota Pansus Buloggate & Bruneigate menolak diperiksa Kejagung pertanda preseden buruk bagi penegakan hukum. Sebagai anggota DPR, seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan praktisi hukum Denny Adzani Latief SH kepada detikcom, Rabu (28/02/2001). "Merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum jika anggota DPR tidak mau memenuhi panggilan kejagung untuk diperiksa," kata Denny ketika dihubungi via telepon. Denny mencontohkan, tindakan beberapa anggota pansus yang tidak mau memberikan keterangan ingin memperlihatkan mereka kebal hukum. "Sesuai ketentuan hukum jika persiden sudah mengijinkan, maka penyidik berhak memeriksa anggota DPR," kata Denny. Bahkan, dimungkinkan jika mereka melakukan tindakan pidana mereka menolak untuk diperiksa, lanjutnya. http://www.detik.com/peristiwa/2001/02/28/2001228-083441.shtml Koalisi LSM AS Desak Bush Hentikan Bantuan untuk Militer RI ------------------------------------------------------- Washington - 28 Feb 01 00:22 WIB (Astaga.com) Indonesia Human Rights Network (IHRN), yang merupakan koalisi dari LSM-LSM dan pegiat HAM di Amerika Serikat, kembali mendesak Presiden George W Bush untuk melanjutkan dan memperkuat larangan bantuan kepada militer Indonesia. "IHRN juga mendesak pemerintahan Bush untuk mendukung dengan kuat demokratisasi dan supremasi sipil atas militer di Indonesia," kata Ketua Bersama Dewan Eksekutif IHRN Craig Harris, di Washington DC, Senin (Selasa 27/2 waktu Indonesia). IHRN yang didirikan oleh LSM-LSM internasional seperti Human Right Watch, Amnesty International dan Jaringan Aksi Timor Timur (ETAN) mengadakan konperensi selama tiga hari di George Washington University. Para pegiat HAM itu merapatkan barisan dalam upayanya menghilangkan dominasi militer di Indonesia. http://www.astaga.com/Article/0,1314,50208,00.html Mega Kok Takut Cak Nur: Bertindaklah ! --------------------------- koridor.com [28 Feb, 3:37] "Mbak Mega seharusnya tak perlu takut, ia dipercaya rakyat melalui partainya sebagai pemenang Pemilu. Selain itu, ia diberi mandat oleh MPR RI. Karena itu, dia harus ambil inisiatif. Bertindaklah, sekarang," kata Nurcholish Madjid. Kepada pers, Selasa (27/02), cendikiawan muslim ini minta, Wakil Presiden-Wapres Megawati Soekarnoputri harus segera mengambil langkah tanpa takut-takut untuk mengatasi konflik di Sampit, Kalimantan Tengah-Kalteng. Megawati, diminta Cak Nur juga agar tidak perlu ragu-ragu, karena ia mendapat mandat, baik dari rakyat maupun oleh MPR. http://www.koridor.com/artikel.php/109194/00af34fdd6709ab6e8f117c30343805b4 /983319995 Kopitime - Rabu, 2/28/2001 8:12:10 AM bbwi Akankah Gus Dur Segera Pulang? ------------------------------------ Berapa ratus lagi nyawa yang harus melayang sia-sia? Kerusuhan Sampit yang meluas hampir ke seantero wilayah Kalimantan Tengah, belum juga padam. Daerah itu telah menjadi tempat jagal manusia, pemusnahan harta benda, dan pengusiran warga pendatang (Madura) oleh warga lokal (Dayak). Akankah Gus Dur terketuk nuraninya untuk segera pulang dari pelesirnya ke luar negeri? "Wibawa seorang Kepala Negara bukan karena sering ke luar negeri, tapi bagaimana dia menyelesaikan permasalahan di dalam negeri," kata ceddekiawan muslim Nurcholis Madjid. Ia menyerukan agar Gus Dur -- yang sejak 22 Februari lalu tengah melawat ke beberapa negara Timur Tengah dan Afrika -- segera pulang ke Tanah air. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp Selasa, 27/2/2001, 11:37 WIB 'HMS harus diakui hebat dalam redam kerusuhan' Laporan Tommy Meiyuddin Gobel ------------------------------------------------------ satunet.com - Kasus Sampit diakui pengamat militer Salim Said sebenarnya sudah lama ada, namun bekas presiden Soeharto cukup hebat sehingga tidak sampai meledak ke permukaan. Hal ini dikarenakan presiden RI ke dua yang belakangan kerap dirujuk sebagai HMS itu memiliki instrumen yang bisa mengantisipasi dan mengendalikan berbagai kemungkinan kerusuhan di daerah, di antaranya Kopkamtib, Litsus, Bakorstanas dan instrumen keamanan lainnya. "Ibarat jarum jatuh, Soeharto itu sudah tahu," ujar Salim Said dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa. http://satunet.com/artikel/isi/01/02/27/43712.html Kopitime - Rabu, 2/28/2001 7:05:26 AM bbwi Ulama Madura Kutuk Tragedi Sampit ------------------------------------------ Sejumlah ulama di Madura mengutuk bentuk pembunuhan dan pengusiran terhadap etnis Madura oleh suku Dayak di Sampit dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. "Tindakan pembantaian, pembakaran dan pengusiran terhadap warga Madura itu sudah melampaui batas perikemanusiaan dan jelas-jelas melanggar HAM," ujar KH Hamid Mannan Munif selaku koordinator ulama se-Madura di Pamekasan, seperti dikutip Antara. Para ulama menyesalkan sikap aparat keamanan, terutama kepolisian, yang dinilai sangat lamban mengantisipasi dan mengatasi tragedi tersebut. Karena itu, mereka minta aparat bertindak represif terhadap aksi-aksi yang sudah menjurus anarkhis. Sementara itu, Ketua Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren se-Madura (Bassra), KH Tidjani Djauhari, MA menyatakan tidak sependapat terhadap upaya relokasi yang mungkin akan diterapkan oleh pemerintah terhadap pengungsi warga Madura di Sampit. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp?story_id=7645 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
