''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 12 Maret 2001 =================================== <*> Elite Politik makin Jauh dari Derita Rakyat <*> Yusri Yakin Ada Memorandum II <*> Akbar Tandjung: Golkar Akan Melawan <*> "Para Elite Berhentilah Bertikai" <*> Hari Ini, Mahasiswa dan Angkutan Umum Mogok ```````````````````````````````````````` Elite Politik makin Jauh dari Derita Rakyat ------------------------------------------------ Mataram (Bali Post) - Politisi dan elite kekuasaan makin menjauh dari realitas penderitaan rakyat yang memilihnya. Mereka hanya sibuk memainkan genderang perang seolah-olah demi kepentingan bangsa, law inforcement, tegaknya hak-hak sipil, padahal itu semua dalam kerangka yang tak sungguh-sungguh. Demikian dikemukakan Lembaga Studi dan Bantuan Hukum (LSBH), Wahana Lingkungan Hidup NTB, KPW PRD dan Mataram Forum dalam press release-nya, Sabtu (10/3) yang ditandatangani Burhanuddin, S.H., Bambang Mei F, S.H., Salamuddin, S.H., dan Sahirudin Alfian. Mereka menilai, suasana carut marut tatanan sosial politik Indonesia masih jauh dari cita-cita reformasi sejati. Ini dipicu sikap inkonsistensi para pimpinan bangsa yang sudah tidak menggubris penderitaan rakyat. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/3/12/NT2.htm Yusri Yakin Ada Memorandum II Bila Lolos, Presiden Diadang ST MPR ----------------------------------------- koridor.com [12 Mar, 7:57] Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH yakin DPR bakal mengeluarkan memorandum kedua untuk Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Saya yakin memorandum kedua bakal disepakati DPR karena kesalahan Gus Dur sudah terlalu banyak," katanya kepada wartawan seusai melantik Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang se-Sulawesi Tenggara Minggu (11/3) malam di Kendari, seperti dilansir SM CyberNews. Menurut Yusril, alasan yang menyebabkan DPR mengeluarkan memorandum kedua sudah cukup banyak, antara lain sikap presiden yang tidak pernah berubah dan selalu membuat anggota Dewan kecewa. www.koridor.com/artikel.php/109679/ Akbar Tandjung: Golkar Akan Melawan ------------------------------------------ Makassar -- Hiruk pikuk aksi unjuk rasa yang menuntut pembubaran Partai Golkar di sebagian wilayah Indonesia, terpaksa mengundang sikap partai berlambang beringin itu untuk melawannya. Sebab, tak ada alasan untuk membubarkan partai terbesar kedua di negeri ini. "Golkar akan melawan," demikian kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung. Di hadapan ribuan kader dan pengurus Partai Golkar se-Sulawesi Selatan, Akbar Tandjung kembali menegaskan, "Golkar akan melakukan perlawanan terhadap mereka yang hendak membubarkan Partai Golkar." http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/03/11/1546231 "Para Elite Berhentilah Bertikai" ------------------------------------- TASIKMALAYA-Mantan Rais Aam PBNU 1990-1999 KH Muhammad Ilyas Ruchiyat dan sesepuh Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya mengingatkan para elite politik untuk mempertimbangkan lagi segala perilaku. Terutama, jangan sampai semua yang mereka lakukan menjurus ke kepentingan kelompok. Sebab, dalam kondisi negara yang prihatin dewasa ini sebaiknya lebih memperhatikan cara menyelamatkan bangsa. Karena itu para elite politik lebih baik berembuk untuk mencari jalan keluar menyelamatkan bangsa ketimbang memikirkan hal-hal lain yang memperparah kondisi bangsa. Pendapat itu disampaikan Kiai Ilyas yang dihubungi Suara Merdeka di Tasikmalaya, kemarin. Kiai yang berbicara tenang itu dimintai tanggapan, setelah tuntutan mundur ke Presiden Abdurrahman Wahid kain gencar. ''Tapi sama sekali saya tak menuduh siapa-siapa, sebab ini hanya saran. Saya imbau elite politik lebih mementingkan keselamatan bangsa,'' kata dia. http://www.suaramerdeka.com/harian/0103/12/nas1.htm Hari Ini, Mahasiswa dan Angkutan Umum Mogok ---------------------------------------------------- Jakarta, LippoStar Hari ini, Senin (12/3), Mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia dan beberapa elemen masyarakat, rencananya, akan melakukan aksi mogok nasional sebagai wujud kepedulian atas kondisi bangsa yang tengah terpuruk. Sehari sebelumnya, Ketua Umum BEM UI Taufik Riyadi mengaskan rencana tersebut dan mengimbau masyarakat untuk melaksanakan aksi yang disebutnya sebagai gerakan moral itu. "Tetapi ini hanya imbauan moral dan tak ada unsur paksaan," ujar Ketua Umum BEM Universitas Indonesia Taufik Riyadi, Minggu (11/3) malam, dalam suatu acara yang ditayangkan oleh satu stasiun televisi swasta. www.lippostar.com "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
