`````````````````````` Artikel Lepas ============= K E M U L I A A N ```````````````````` Oleh: Rm Benny Susetyo Para saudara/i yang terkasih Pusaran kekerasan terus-menerus mewarnai wajah bumi ini. Seolah-olah tanah pertiwi haus Darah. Deretan litani rintihan para pengungsi menghiasi wajah pertiwi. Orang berdesak-desak untuk sekedar menyambung kehidupan. Mereka menahan terik panas hanya untuk hidup. Memang hidup saat ini lagi susah. Orang mencoba menyiasati kesusahan dengan bermacam -macam cara "ada berandai ,ada pasrah, ada yang berusaha untuk mengubah situasi. Keprihatinan seperti ini seharusnya sudah harus diakhiri dengan cara " menegakkan moralitas publik "dalam kehidupan berbangsa ini. Pertanyaannya ialah: adakah kemauan dan maksud baik dari elit politik dan penjaga rasa aman untuk mengakhiri konflik. Dengan mendengar rintihan hati nurani para korban. Tak jarang mata hati kita ini tidak mau memperbaharui diri karena ketakutan. Ini disebabkan karena status sudah mapan. Bila ada hanya kemapanan maka rintangan yang kecil sudah dirasakkan sebagai tekanan. Kehidupan yang mapan mudah sekali mengeluh, menyalahkan, melemparkan tanggung jawab, merasa jengkel. Apakah lebih baik penderitaan itu diakhiri dengan mencari jalan pintas yang cepat, mudah, gampang ? Marilah kita belajar dari Yesus Kristus agar manusia tidak gila hanya mencari kemulian, kemapanan, ketenaran. Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya agar mereka turun ke dunia di mana mereka berpijak. Jangan hanya mencari kekudusan yakni keselamatan dirinya sendiri. Ketika para murid mengatakan: 'Guru betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, satu untuk Elia.' .Musa adalah tokoh penting dalam perjanjian lama yakni Tokoh pembebas bangsa Israel dari Mesir. Dia orang mampu membawa harapan orang Israel pada tanah perjanjian. Siapa tidak kenal Elia yakni seorang nabi mengalah Raja Ahad bersekutu dengan Baal. Mereka yakin bila Musa dan Elia akan kembali mereka mengalami pembebasan. Hati para murid menjadi bahagia sebab mereka berjumpa dengan orang membawa warta keselamatan itu. Kini para murid merasakan bahwa mereka berjumpa dengan tokoh keselamatan itu. Bukan dalam mimpi atau cerita orang lain, tetapi mereka menyaksikan sendiri. Para murid memohon agar guru mau tinggal disini saja. Dengan kata ini Betapa bahagianya kami berada. Rasa kagum itu tiba tersentak. "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." Para murid menjadi takut sebab ditengah-tengah mereka ada yang lebih besar dari Musa dan Elia. Itulah Kristus yang selama itu bersama dengan mereka. Reaksi spontan, mereka "ketakutan' tidak ada yang mengira bahwa guru mereka yang selama ini dikenal kiranya Allah sendiri. Pengalaman ini membuat mereka takjub. Tidak ada mengira bahwa Yesus orang Nazaret itu adalah Tuhan. Tuhan yang mau menjumpai umatnya. Pengalaman ini disimpan dalam hati para murid. Pengalaman pengakuan "Allah beserta kita" itulah membuat kita menjadi mulia karena perjumpaan dengan Allah yang membawa pembaharuan. Allah tinggal dalam hati manusia. Pembaharuan dari dalam akan terjadi bila hal ini mendorong orang lebih terlibat bersama -sama. Untuk memperbaharui pola kehidupan yang diwarnai kekerasan ini digantikan dengan pola hidup kasih. Inilah kemulian sejati ketika orang merasa dirinya tidak pantas di hadapan Allah. Orang merasa tidak pantas di hadapan Tuhan bila perilakunya tidak sok kuasa, hebat, menang sendiri. Orang memiliki ketakutan akan Tuhan, mereka akan welas kasih kepada orang -orang mengalami penderitaan, serta memiliki keperdulian terhadap orang lain. Orang berjuang dengan tulus untuk menegakkan kebenaran, orang yang mencintai keluhuran nurani mereka, itulah yang mengalami perjumpaan dengan Allah. Allah dijumpai dan disapa oleh setiap insan yang masih memiliki hati bersih, polos, memiliki kejujuran untuk setia pada suara hatinya. Orang yang mendengar suara hatinya akan berjumpa dengan Tuhan. Orang seperti itu, tidak takut menghadapi kelaliman, siksaan, rintangan, sebab suara mereka adalah suara Tuhan sendiri. Semoga perjumpaan kita dengan Tuhan membuat perubahaan sikap kita terhadap sesama manusia. Inilah pertobatan untuk masa pra-paskah ini ? *** Kej 15:5-12.17-18 ; Flp 3:17-4:1 ; Luk 9.28b-36 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
