''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Jumat, 18 Mei 2001
===================================
* Akbar: Kenaikan BBM, Listrik dan PPN Bisa Picu Gejolak
* Hwarakadah! Mega pun Kena Bidik
* MULAI 15 JUNI, BBM NAIK 30 PERSEN DAN LISTRIK NAIK 20 PERSEN
* Bagi Warga Irian, Shakespeare Salah
* Wawancara Gus Dur dengan Newsweek
  "Mega Bukan Tipe yang Bisa Menjalankan Pemerintahan"

Akbar: Kenaikan BBM, Listrik dan PPN Bisa Picu Gejolak
Reporter: Aulia Andri
=====================================================
detikcom - Jakarta, Ketua DPR Akbar Tandjung memprediksikan akan ada
gejolak dalam masyarakat berkaitan rencana pemerintah menaikkan BBM, TDL
dan PPN awal Juni mendatang. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat
menjelaskan pada masyarakat alasan-alasan kenaikan yang dapat
dipertanggungjawabkan dan memberikan kompensasi kenaikan.
"Ya, kemungkinan ada gejolak dengan rencana kenaikan itu. Tapi memang
itulah pilihan yang paling baik untuk mengatasi kondisi sekarang ini,"kata
Akbar pada wartawan saat tiba di Gedung DPR/MPR, Jumat (18/5/2001)
http://www.detik.com/peristiwa/2001/05/18/2001518-105149.shtml

Kopitime - Kamis, 5/17/2001 7:53:10 AM bbwi
Hwarakadah! Mega pun Kena Bidik
==========================================
Kubu pendukung fanatik Presiden Gus Dur menambah sasaran tembak. Setelah
gagal "meneror" kalangan Poros Tengah dan para "koboi DPR" yang kritis
terhadap tokoh pujaannya, mereka kini kebakaran jenggot atas sikap Megawati
yang "menyeberang". Serta merta, Ketua Umum PDI Perjuangan itu pun diminta
mundur dari kursi wakil presiden.
"Megawati harus mengundurkan diri," kata Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB) Muhaimin Iskandar. Politisi belia ini nampak gerah betul terhadap
ucapan Mega yang tidak bisa membendung proses konstitusi untuk menyeret Gus
Dur ke Sidang Istimewa (SI) MPR setelah mendapat dua memorandum dari DPR
karena kepemimpinannya dianggap melanggarar GBHN dan sumpah jabatan.
Komitmen Mega sebenarnya sangat realistis dan logis dalam upaya meluruskan
agenda reformasi.
http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp

MULAI 15 JUNI, BBM NAIK 30 PERSEN DAN LISTRIK NAIK 20 PERSEN
Thursday, May 17, 2001/3:52:37 PM
=======================================================================
Jakarta, 17/5 (ANTARA) - Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa harga segala
jenis bahan bakar minyak (BBM) naik 30 persen dan tarif listrik naik 20
persen, mulai 15 Juni 2001.
Menurut Menteri Keuangan Prijadi Praptosuhardjo salah satu hasil Rakor
Bidang Ekonomi yang berlangsung di Istana Wapres, Jakarta, Kamis sore
adalah, kenaikan BBM akan dilakukan secara langsung dan tidak bertahap
lagi, sebagai salah satu opsi untuk mengurangi defisit anggaran.
Sementara dalam revisi APBN 2001, pemerintah menetapkan kurs satu dolar AS
sama dengan Rp9.600, suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) 15 persen,
dan laju inflasi 9,3 persen.
Soal revisi anggaran ini, kata Menkeu, akan dikonsultasikan lagi dengan DPR
mulai hari Senin (21/5).
Dari sisi sosial, kata Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono, keputusan
menaikkan harga BBM dan listrik itu memang pahit dan tidak populer bagi
masyarakat.
Namun, katanya, hal ini perlu dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan
bangsa dari kebangkrutan. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan menyadari
kesulitan pemerintah ini.
http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20010517155237D170556

Bagi Warga Irian, Shakespeare Salah
===================================
Jakarta 18 Mei 01 09:25 WIB (Astaga.com)
Ucapan terkenal sastrawan dunia William Shakespeare yang mengatakan "Apalah
arti sebuah nama" rupanya tak berlaku bagi masyarakat di ujung Timur
Republik, propinsi Irian Jaya.
Hari Kamis sore, delegasi DPRD Irian Jaya, secara khusus mendatangi
pimpinan DPR RI, mendesak agar nama propinsi "Irian Jaya" diganti dengan
nama "Papua".
Alasan mereka, rupanya memang bukan sakadar alasan politis (Nama Irian
diperkenalkan Soekarno dan dianggap sebagai singkatan dari Ikut RI Anti
Nederland, red). Sebab nama Papua bagi penduduk di sana berarti "Penguasa
Bumi" atau juga "Serpihan tanah dari surga".
Gayung bersambut, Ketua DPR RI Akbar Tandjung yang menerima langsung
delegasi itu, mendukung usulan mereka. "Bagi kami, Partai Golkar,
penyebutan Papua tidak masalah," akunya.
http://idlive1.astaga.com/berita/daerah/artikel.php?article_id=58961

Wawancara Gus Dur dengan Newsweek
"Mega Bukan Tipe yang Bisa Menjalankan Pemerintahan"
18 May 2001 1:3:51 WIB
====================================================
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Abdurrrahman Wahid mengatakan bahwa
Megawati Sukarnoputri bukanlah tipe orang yang bisa menjalankan
pemerintahan negara. Mega diakuinya hebat dalam hal-hal tertentu, misalnya
mengatasi berbagai situasi, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat
kepada para menteri. Namun, menurut Presiden Wahid, memerintah negara bukan
hanya itu aja. Pernyataan Presiden ini muncul dalam wawancaranya dengan
Lally Weymouth, wartawan majalah Newsweek yang dimuat dalam majalah
tersebut edisi pekan ini.
Pernyataan itu dikatakan Presiden Wahid menjawab pertanyaan soal
keengganannya menyerahkan tugas pemerintahan secara penuh kepada Megawati.
Gus Dur mengaku sudah memberikan semua kewenangan kepada Mega, dan hanya
dua kewenangan yang tak diberikannya, yakni dalam pengambilan garis besar
kebijakan pemerintahan dan soal pengangkatan menteri. "Saya tidak akan
memberikan kewenangan itu pada orang lain, karena tak ada jaminan orang
lain (itu) akan menjalankannya sesuai kaidah hukum," jelas Gus Dur soal
alasannya menolak memberi kewenangan tersebut.
http://www.tempo.co.id/news/2001/5/18/1,1,1,id.html


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke