'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Selasa, 26 Juni 2001
==================================
* PLN Masih Rugi Rp 4,4 Triliun Tahun Ini
* Dolar Cenderung Stabil
* Besok Joseph Estrada Diadili
* Kunjungan Gus Dur ke Australia:
  Bermakna Besar Bagi Kedua Negara
* Perselisihan Elit Polri Kian Memanas

PLN Masih Rugi Rp 4,4 Triliun Tahun Ini
---------------------------------------------
Monday, June 25, 2001/4:37:02 PM
Jakarta, 25/6 (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahun 2001
diperkirakan mengalami kerugian bersih sekitar Rp4,4 triliun, meskipun BUMN
itu sudah selesai melakukan restrukturisasi keuangan terhadap tunggakan
pinjaman periode 1998-2000 sebanyak Rp34 triliun.
Direktur Utama PLN Eddie Widiono, pada `public expose` PT PLN di Jakarta,
Senin, mengatakan, kerugian bersih dalam tahun ini menurun tajam
dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp24,6 triliun.
Hal itu disebabkan karena peningkatan pendapatan operasi dari Rp22,6
triliun pada tahun 2000 menjadi Rp26,9 triliun pada tahun 2001.
http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20010625163702D250471

Dolar Cenderung Stabil
--------------------------
detikcom - Jakarta, Pergerakan dolar tidak akan terlalu besar. Kalaupun
menguat disebabkan faktor akhir bulan dimana sejumlah perusahaan tengah
membutuhkan dolar untuk membayar gaji karyawan dan pelunasan utang.
"Saat ini tidak ada sentimen apapun yang mampu menggerakkan rupiah lebih
menguat," kata dealer valuta asing Bank Buana kepada detikcom di Jakarta,
Selasa (26/6/2001).
Saat pembukaan dolar berada di kisaran Rp 11.360 atau lebih mahal Rp 5
dibandingkan dengan pembukaan Senin kemarin yang berada di kisaran Rp 11.
355. Diprediksikan dalam perdagangan hari ini dolar akan berada di kisaran
Rp 11.350 - Rp 11.380.(san)
http://www.detik.com/bisnis/valuta_asing/2001/06/26/2001626-090402.shtml

Besok Joseph Estrada Diadili
---------------------------------
MANILA - Polisi Filipina meminta agar proses pengadilan atas kasus korupsi
mantan presiden Joseph Estrada dilaksanakan di rumah sakit tempat dia
ditahan sejak enam minggu terakhir, untuk mengurangi risiko keamanan.
Polisi menghendaki Estrada diadili di ruang olah raga rumah sakit militer
di pinggiran Manila tempatnya ditahan, kata Kolonel Thomson Lantion, kepada
radio DZBB.
Lantion mengatakan, polisi akan mengirim surat permintaan kepada pengadilan
pada Senin siang kemarin.
Estrada (64) dijadwalkan disidang Rabu besok atas tuduhan melakukan korupsi
senilai 80 juta dolar AS (Rp 880 miliar lebih) dan melakukan sumpah palsu.
Hukuman maksimal atas kasus korupsi di Filipina adalah pidana mati
http://www.suaramerdeka.com/harian/0106/26/int2.htm

Bermakna Besar Bagi Kedua Negara
---------------------------------------
CANBERRA (Antara): Surat kabar the Sydney Morning Herald (SMH) dalam
editorialnya edisi Senin (25/6) menggambarkan, kunjungan Presiden
Abdurrahman Wahid sebagai simbol persahabatan yang memiliki makna besar
bagi kedua negara.
Sekalipun Gus Dur, menghadapi ancaman dalam Sidang Istimewa MPR-RI
mendatang, namun kenyataan itu tidak mengurangi makna kunjungannya ke
Australia, yang dinilai banyak pengamat sebagai kunjungan historis, tulis
SMH.
Hasil kesepakatan bilateral yang akan dicapai selama kunjungan Gus Dur kali
ini pun tidak bisa diremehkan begitu saja, apalagi dengan kenyataan adanya
pihak tertentu yang berupaya menjatuhkan Kepala Negara yang dipilih pertama
kali secara demokratis itu.
http://www.waspada.com/news/2001/06/25/2001062510h.asp

Perselisihan Elit Polri Kian Memanas
----------------------------------------
Keppres No 77/2001 Belum Berlaku
koridor.com [26 Jun 2001, 3:07] Keppres No 77/2001 yang mengukuhkan
Komisaris Jenderal Pol Chaeruddin Ismail sebagai Wakapolri memicu
perselisihan di lingkungan elite Polri. Puncaknya terjadi Senin (26/6),
saat Chaeruddin menggunakan latihan upacara dalam rangka HUT ke-55 Polri
menjadi apel pengarahan.
Mantan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Noegroho Djajoesman dengan
tegas menyatakan tindakan Chaeruddin Ismail itu sangat tidak etis. "Kalau
kita kaitkan dengan kemampuannya sebagai ahli manajemen, tindakan dia
(Chaeruddin) uneducated (tidak berpendidikan)," tandasnya seperti dikutip
Media.
http://www.koridor.com/artikel.htm/113929

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke