'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Rabu, 04 Juli 2001
==================================
* Belasungkawa Buat Lopa
* Lopa: Ada Orang Minta Saya Mundur
* Gus Dur Bantah Langgar Haluan Negara
* Lawan Gus Dur Bertambah
* Tentara AS Perkosa Gadis Okinawa
* Pementasan Angklung Sepi Penonton

Belasungkawa Buat Lopa
---------------------------
Meninggal di Riyadh Pukul 06.00
koridor.com [3 Jul 2001, 23:43] Jaksa Agung Baharuddin Lopa yang baru
sebagai Jaksa Agung selama 28 hari, Selasa (3/7) sekitar pukul 06.00 waktu
Riyadh, Arab Saudi menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Ryadh dalam
usia 66 tahun.
Kapuspenkum Muljohardjo yang dihubungi koridor.com Selasa (3/7) malam
membenarkan berita berpulangnya Jaksa Agung Baharuddin Lopa. Kabar itu
diterima Kapuspenkum dari adik Baharuddin Lopa bernama Imron Selasa (3/7).
Namun Muljo sendiri hingga saat dihubungi koridor.com belum mengetahui
secara pasti sebab-sebab kematian Jaksa Agung Baharuddin Lopa itu.
"Saya sudah menerima berita Pak Lopa meninggal dari adiknya Imron. Tapi
saya
http://www.koridor.com/artikel.htm/114228

Lopa: Ada Orang Minta Saya Mundur
----------------------------------------
Reporter: Blontank Poer
detikcom - Jakarta, Beberapa hari sebelum meninggal, Baharuddin Lopa
mengakui ada seseorang yang menyuruhnya mundur dari Jaksa Agung. Pengakuan
Lopa itu disampaikannya kepada Sekjen DPP PKB Muhaimin Iskandar saat
bertemu melakukan thawaf.
Muhaimin Iskandar menceritakan pengakuan Lopa itu kepada detikcom, Selasa
(3/7/2001) pukul 23.55 WIB. Saat dihubungi, Muhaimin Iskandar sedang berada
di Kairo Mesir.
Menurut Muhaimin, dirinya sempat bertemu dengan Lopa saat umrah bersama di
Mekkah. Pada saat itu, Lopa mengatakan, ada seseorang yang menyuruhnya
mundur dari Jaksa Agung. Tapi, Lopa tak mau menjelaskan siapa orang
tersebut. "Tak jelas siapa orang itu," kata Muhaimin pendek.
Pada saat itu juga, kata Muhaimin, Lopa juga mengatakan, akan terus
melakukan penyelidikan terhadap para koruptor yang kini kasusnya berada di
Kejaksaan Agung.
http://www.detik.com/peristiwa/2001/07/04/200174-003414.shtml

Gus Dur Bantah Langgar Haluan Negara
--------------------------------------------
Jakarta - Surabaya Post
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan tidak sependapat dengan
tujuh fraksi di DPR yang menyebut pemberhentian Jenderal (Pol) Surojo
Bimantoro dari jabatan Kapolri merupakan pelanggaran Haluan Negara. "Itu
pendapat mereka, tapi pendapat saya lain," kata Presiden di Bina Graha,
Selasa (3/7) siang, ketika wartawan mempertanyakan bahwa tujuh fraksi di
DPR menuduh Presiden telah melanggar Haluan Negara. Namun Gus Dur tidak
menguraikan lebih jauh mengenai perbedaan pendapat yang dimaksud.
Sementara itu, Bimantoro tetap melaksanakan tugas sehari-hari sebagai
Kapolri, baik ke dalam maupun keluar. Selasa pagi sampai siang Bimantoro
melakukan rapat tertutup dengan Komisi I DPR yang dipimpin Ketua Komisi I
DPR Yasril Ananta Baharudin.
Pelaksanaan tugas Kapolri yang dilakukan Bimantoro sesuai sikap resmi
institusi Polri terhadap Keppres No. 49/Polri/2001 tentang Pencabutan
Jabatan Nonaktif dan Pemberhentian dengan hormat Kapolri S. Bimantoro yang
disampaikan secara lisan dan terbuka oleh Presiden selaku inspektur upacara
pada HUT ke-55 Bhayangkara beberapa waktu lalu.
http://www.surabayapost.co.id

Lawan Gus Dur Bertambah
-----------------------------
JAKARTA (Waspada): Di waktu suhu politik meninggi pada saat menyongsong
Sidang Istimewa (SI) MPR yang akan digelar 1 Agustus mendatang (tinggal 27
hari lagi), barisan lawan Presiden RI Abdurrahman Wahid semakin bertambah.
Sejak Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI ke-4, pada paroh akhir tahun
1999, Gus Dur seolah memulai permusuhan dengan DPR dengan menggambarkan
seolah anggota dewan itu sebagai anak TK. Pernyataannya itu menimbulkan
ketegangan dengan DPR. Ketegangan itu seperti dipeliharanya sampai
munculnya Pansus DPR tentang Buloggate dan Bruneigate, berlanjut dengan
Memorandum I, II dan akhirnya Sidang Paripurna DPR yang meminta MPR
menggelar SI, sampai sekarang.
Masih di awal masa kekuasaannya Gus Dur juga memulai 'konflik' dengan
meniadakan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial. Berikutnya
menggusur Menkopolkam Jenderal Wiranto. Disusul pemecatan beberapa menteri.
Dalam tempo dua tahun ini tidak kurang 20 orang menteri yang digantinya,
dan sebagian besar menjadi musuhnya. Gus Dur juga membuka konflik dengan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahril Sabirin, namun missi menggusur Syahril
terkendala sampai sekarang.
http://www.waspada.com/news/2001/07/03/200107031h.asp

Lagi, Tentara AS Perkosa Gadis Okinawa
---------------------------------------------
Tgl. publikasi: 3/7/2001 19:38 WIB
eramuslim, Okinawa/Japan - Seorang anggota Angkatan Udara Amerika di pulau
Okinawa digiring para pejabat seniornya untuk dihadapkan pada penyelidikan
lanjutan oleh polisi setempat. Timothy Woodland tersangka berusia 24,
dituduh telah melakukan perkosaan terhadap seorang wanita Jepang.
Timothy Woodland adalah staf pada Angkatan Udara AS, berpangkat sersan.
Pria asal Kadena yang bertugas di Okinawa tersebut belum resmi ditangkap.
Walaupun pihak kepolisian setempat telah menahannya sebagai jaminan.
Pemerintah Jepang sendiri sedang menunggu reaksi dari pemerintah AS sebelum
Woodland betul-betul dapat ditangkap.
Suatu perjanjian antara Washington dan Tokyo mengijinkan penanganan
langsung oleh Tokyo terhadap kasus-kasus 'nyeleneh' yang dilakukan para
anggota Angkatan Udara AS yang bermarkas di Jepang.
http://www.eramuslim.com/article/view/5303/

Pementasan Angklung Sepi Penonton
---------------------------------------
Denpasar (Bali Post) -
Untuk pertama kalinya gamelan angklung Semara Pagulingan dipentaskan sejak
PKB digelar tiga minggu lalu. Sekeha angklung Semara Pagulingan dari Desa
Gobleg Kecamatan Banjar, Buleleng, Selasa (3/7) kemarin menampilkan
kebolehannya di depan pengunjung PKB. Namun sayang, penampilan tabuh
angklung yang membawakan empat jenis tembang yakni Gegitaan, Leleonggoran,
Saih Kutus, dan Tetangisan, bertempat di wantilan itu kurang mendapat
perhatian penonton. Padahal, kesenian ini temasuk sangat jarang ditemui di
Bali.
Yang menarik, peralatan tabuh yang digunakan tidak seperti angklung
biasanya, --tiap gender-nya menggunakan empat daun. Pada angklung jenis ini
digunakan delapan jenis daun, sehingga laras yang digunakannya pun memakai
selendro. Menurut ketua sekeha angklung Gobleg, I Gde Komen, gamelan jenis
ini bisa digunakan untuk keperluan manusa yadnya dan pitra yadnya. Berbeda
dengan penggunaan angklung jenis klentangan-yang memakai daun empat- hanya
bisa digunakan untuk kegiatan upacara pitra yadnya.
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2001/7/4/b8.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke