************************
 Laporkan Situasi lingkungan
 <[EMAIL PROTECTED]>
 Atau Hub Eskol Hot Line
 Telp: 031-5479083/84
 **************************

Salam sejahtera dalam Kasih Tuhan,
Sungguh menyedihkan dan sangat memprihatinkan kejadian yang diungkapkan
dalam berita di bawah ini. Pembunuhan sembunyi-sembunyi terjadi secara
besar-besaran di bumi ini. Sempatkah hal ini dibahas di MPR/DPR kita?
Bagaimana penegakan hukum (hukum agama dan negara) dalam menyikapi hal ini?
Yang jelas, bayi-bayi yang tak bersalah itu membutuhkan perlindungan hak
asasi sebagai mahluk hidup cikal bakal manusia dewasa.
Salam dan doa,
Eskol Net

Kisah Ngeri dari Sebuah Klinik Aborsi
``````````````````````````````
GloriaNet: Sebuah klinik yang melakukan tindak aborsi ilegal berlokasi di
Bandung, digerebek polisi. Seorang dokter umum yang bertugas di klinik
tersebut, seorang manajer klinik, serta perawatnya diringkus polisi. Dari
sini, mencuat kisah sadis-mengerikan.

Klinik tersebut konon telah menggugurkan kandungan sedikitnya 500 orang
wanita sejak tahun 1996. Janin yang berhasil dikeluarkan, langsung dibuang
ke saluran air dan jatuh ke sungai Cikapundung. Demikian diungkap oleh
Kompas baru-baru ini.

Semua peralatan yang ada, termasuk penyedot dan pembuka vagina dari klinik
tersebut, disita polisi. "Kami hanya membantu. Saya tahu kalau perbuatan
ini tidak diperbolehkan hukum. Tetapi, kalau tidak dibantu, wanita-wanita
itu akan lari ke dukun. Di tangan dukun, tingkat kematiannya tinggi," kata
manajer klinik tersebut.

Sementara sang dokter, yang ditanya wartawan, mengakui dirinya melayani
pengguguran kandungan pasien di klinik tersebut sejak tahun 1996.
Keterampilan menggugurkan kandungan ia peroleh dari membaca buku sendiri.
"Saya hanya bekerja. Tetapi, saya hanya melayani pengguguran kandungan
paling tinggi berusia dua bulan, ketika masih berupa darah," katanya.

Sang manajer mengaku, usahanya membuka klinik itu untuk membantu
orang-orang miskin. Biaya aborsi antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000,
katanya, disumbangkan untuk pelayanan sosial. "Klinik kami melayani operasi
KB steril MOW/MOP (metode operasi wanita/pria) di pedesaan-pedesaan secara
gratis. Dananya saya himpun dari praktik aborsi," katanya.

Istri sang dokter mengaku bahwa ia tidak tahu-menahu pekerjaan suaminya.
"Saya di rumah hanya mengurus anak-anak. Saya tak pernah tanya suami soal
pekerjaan," ungkapnya (GCM/Kps) . Diambil dari:
http://www.glorianet.org/berita/b00245.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke